
Tapi Friska tetap meletak kan semangkuk Mie instan itu diatas meja ruang tamu.
Tak lama Felix keluar, dengan pakaian santai khas orang mau tidur. Kaus putih polos dan juga celana training bergaris hitam putih.
Felix duduk di sofa dan mulai memakan Mie instannya, Ketika sedang memperhatikan Felix yang berada di depan nya dan tiba-tiba obrolan nya dengan Sofia tadi pagi terlintas di otak Friska.
Ia hampir melupakan niat nya barusan untuk datang kemari selain karena di perintah Felix.
"Em... Felix" panggil Friska
"Ya?"
"Boleh kah aku..membicarakan suatu hal dengan mu?" Lirih Friska.
"Kau ingin membicarakan apa?" Tanya Felix
"Em..begini aku sebenarnya memiliki pekerjaan dan sudah satu minggu ini aku tak masuk kerja. Jadi..bisa kah kau mengizinkan ku agar aku tetap bekerja?" Tutur Friska.
Sebenarnya Friska itu benci memohon dan apalagi dengan pria seperti Felix, tapi mengingat pekerjaan nya yang sangat berarti untuk nya.
Mau tidak mau, Friska harus mengenyampingkan ego nya demi pekerjaan nya ini.
Felix menimbangkan permintaan Friska dan sejujurnya ia tak ingin melepas perempuan bar-bar ini. Tapi mengingat ada satu hal yang harus Friska pertahankan, Felix mau tidak mau harus merelakan gadis ini.
__ADS_1
Felix mengerti perasaan Friska, karena ia juga bekerja dan Felix tidak sejahat itu untuk menghancurkan hidup seseorang.
"Di hari apa kau bekerja?" Tanya Felix.
"Di hari Sabtu dan Minggu" jawab Friska pasti.
Felix menghela nafas sebelum berbicara, "Baiklah, aku mengizinkan nya" ucap Felix.
Mata Friska terbuka lebar. Sebuah kesenangan terpancar di wajah cantik nya.
"Really? Kau mengabulkan nya?" Tanya Friska senang.
Melihat reaksi senang Friska, Felix hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
Tanpa sadar, Friska langsung memegang tangan Felix dengan erat. Ia terlalu senang sekarang
Sedetik kemudian, Friska merasa ada yang aneh. Tunggu dulu..
Friska langsung melepaskan tangan nya dari tangan Felix ketika sadar ia tengah memegang kedua tangan lelaki bermarga Davkaza itu.
"M-maaf a-aku tidak sengaja. Sungguh aku minta maaf." ujar Friska gugup.
"Apa kau sesenang itu? Sampai kau menggenggam tangan ku?" Kata Felix sambil terkekeh
__ADS_1
"M-maaf aku benar-benar tidak sengaja! Sungguh!" Felix hanya tertawa melihat reaksi Friska.
"Tak apa, sekarang pulang lah dan beristirahat. Agar besok energi kembali bugar." titah Felix.
Friska sempat tertegun.
Mengapa tiba-tiba Felix baik kepadanya? Dan mengapa ia selembut itu kepada Friska?
"Tunggu apalagi? Jarang-jarang kan? Aku berbaik hati padamu"
Byar!
Hancur semua persepsi baik tentang Felix di benak Friska. Ternyata Felix tetaplah pria menyebalkan!
"Oh, atau kau sengaja ingin berlama-lama berduaan denganku, hm?" Goda Felix.
Friska langsung mendelik sinis begitu mendengar perkataan Felix yang sangat memuakan untuk Friska.
"Cih! Pede sekali kau tuan Felix! Aku tak kan pernah sudi berlama-lamaan dengan mu. Lebih baik aku pulang dan beristirahat daripada harus berdua dengan mu, camkan itu!"
Setelah mengatakan itu, Friska langsung pergi meninggalkan Felix yang tengah tersenyum sambil menatap kepergian nya "Kau memang unik, Friska Adiwangsa."
.........____........
__ADS_1
Pagi ini senyum manis tercetak di wajah manis Friska dan mood nya naik dua kali lipat.
Jelas saja ia senang. Ini adalah hari pertama, setelah dua minggu Friska tidak masuk kerja di salah satu playgroup di ibukota Jakarta.