Boss

Boss
Cikarang


__ADS_3

Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READINGπŸ’œ...


...............


Jam 4 pagi, mereka udah berangkat ke Cikarang dengan berbagai perlengkapan yang mereka perlukan.


Cantika ingin memaki Movic rasanya, dia masih mengantuk dan dia disuruh menyetir oleh Movic.


Movic itu emang yaa baiknyaa bikin ngeselin:’)


Cantika melirik ke arah Movic yang sudah terlelap tidur ditemani mimpi yang indah.


Tiba-tiba perut Cantika berbunyi, ia pun menepikan mobilnya dan lalu membangunkan Movic.


"Pak Movic... Pak.. Mo.. Vic.." Cantika menepuk pelan pundak Movic namun Movic tidak kunjung bangun.


"Pak Pak.. Pak Movic Davkaza.” Ucap Cantika agak keras.


"Pak.... Pak... PAK PAK PAK.” Movic tak kunjung bangun juga.


"Pak Movic Davkaza... Movic Davkaza bin Arifin Ali Davkaza!!!.." Seketika Movic terbangun.


"Udah sampe di Cikarang?" Tanya Movic setelah tersadar penuh.


"Belum Pak, Pak saya lapar nih. Bapak bawa bekal gak? Saya kan gak bawa.” Ucap Cantika.


"Saya bawa." Jawab Movic.

__ADS_1


"Pak Movic taro dimana ya?" Tanya Cantika karena udah lapar.


"Di hati mu." Jawab Movic tak berfaedah. " Yaaa di kursi belakang lah." Lanjutnya.


Cantika pun segera mengambil sekantong makanan yang ada di belakang dan mayoritas isinya hanya snack yang tentunya tidak akan membuat Cantika kenyang.


Namun, daripada dia kelaparan lebih baik dia makan snack yang ada aja.


"Pak gak ada restoran yang udah buka napah?" Tanya Cantika dengan wajah cemberutnya.


"Ada lah." Jawab Movic berpura-pura cuek.


"Mampir dulu yuk pak.” Ajak Cantika.


"Enggak" Jawab Movic mantap.


"Pak Movic Please." Ucap Cantika yang merengek.


"Pak Movic, Movic Davkaza, Mas Movic Please." Cantika mengeluarkan wajah imutnya.


Movic memandang wajah Cantika yang sedang mengedipkan ngedipkan matanya.


Pipinya memerah, dia mulai goyah pada keimutan Cantika dan akhirnya la menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan ajakan Cantika.


Cantika tersenyum senang, Muka Imutnya dia memang tak pernah gagal meluluhkan orang lain.


________


Sekarang Cantika dan Movic sudah berada di restoran, Movic menatap Cantika yang sedang makan dengan lahapnya. Rasa laparnya hilang hanya dengan melihat Cantika makan.

__ADS_1


"Pak Movic kok gak makan?" Tanya Cantika heran karena Movic belum memakan makanannya sama sekali.


"Gak, saya belum lapar.” Jawab Movic.


"Serius pak belum lapar? Kalo bapak belum lapar, makanan bapak buat saya aja ya pak?” Tanya Cantika dengan mata yang berbinar.


"Nih ambil." Ucap Movic, menyerahkan makanannya yang belum tersentuh.


Cantika pun segera mengambilnya dan memakannya dengan lahap.


Beberapa menit kemudian, Cantika sudah selesai makan.


"Sekarang udah kenyang? Kalo belum pesen aja lagi.” Tawar Movic.


"Udah kok Pak.” Ucap Cantika dengan wajah yang berseri.


"Kek orang kelaparan aja lu. Oh iya kalo lagi diluar kek gini, panggil gua Movic aja, gak enak gua dipanggil Pak kalo bukan di kantor.” Perintah Movic.


"Siap Boss” jawab Cantika.


________


...Beberapa jam kemudian...


Cantika dan Movic sudah sampai di Hotel Cikarang yang sedang ada masalah itu. Para pegawai menyambut kedatangan Movic dan Cantika, Movic pun segera mencari ruangan manager hotel tersebut.


Tok tok tok


"Masuk" ucap manager hotel tersebut.

__ADS_1


Cantika dan Movic pun masuk ke dalam ruangan tersebut, betapa kagetnya dia saat menyadari bahwa manager hotel ini adalah sahabat kecilnya, Thien Elvano Faisal.


__ADS_2