Boss

Boss
SEASONS 2 : JEFRAN


__ADS_3

Friska memetik gitar nya dengan girang dan senyum manis tak pernah luntur dari wajahnya.


Bertemu dengan anak-anak adalah salah satu kebahagiaan kecil nya. Maka dari itu, Friska sangat mencintai pekerjaan nya.


 -----------------


Jam sudah menunjukuan pukul 1 siang. Ini waktu nya Friska pulang dan berisirahat, tubuh nya juga lumayan lelah hari ini.


Baru saja Friska akan keluar gerbang, ia melihat seorang anak lelaki tengah menangis tersedu di bangku pinggiran tempat orang tua menunggu anak-anak nya.


"Hei sayang, mengapa menangis?" Tanya Friska lembut


"A-aku..hiks..Aku belum di jemput, Kak Fliska. Padahal se-sehalusnya aku..hiks..sudah pulang sejak tadi..hiks..hiks.." Ujar bocah itu sambil tersedu.


Friska mengelus punggung anak lelaki itu dengan lembut dan Friska tau siapa anak ini. Dia adalah Jefran adalah satu murid kesayanganya.


Friska mengeluarkan botol minum nya dari tas gitar nya, ia memberikan minum nya agar Jefran lebih tenang.


"Jefran, minum dulu ya sayang, kasian Jefran kan capek karena menangis" Awalnya bocah itu ragu, karena ia ingat pesan mommy nya.

__ADS_1


Ia tidak boleh sembarangan menerima pemberian dari orang lain. Friska yang mengerti akan reaksi Jefran pun langsung tersenyum.


"Tenang, kakak tidak jahat kok. Botol ini baru kakak isi tadi disini, Jefran percaya kan?" Ujar Friska selembut mungkin, agar Jefran percaya. Dan tak lupa ia memberikan senyum termanis nya.


Melihat Friska yang tersenyum, Jefran pun percaya. Lagipula, ia juga sudah dekat dengan Friska.


Jefran pun menerima botol minum itu dan meminumnya. Friska tersenyum melihat Jefran yang meminum agak tergesa dan benar, Jefran jadi sedikit tenang setelah minum.


"Telimakasih kakak Cantik" ujar Jefran sambil memberikan botolnya kepada Friska.


"Sama-sama anak tampan" jawab Friska tak lupa disertai dengan senyum nya.


"Biasa nya aku di jemput paman Hiko, Kak. Tapi tadi aku tak melihat siapapun di depan. Biasanya kan Paman Hiko sudah ada di depan dan menunggu Jef." jawab Jefran di sisa-sisa tangis nya.


Friska diam sejenak dan dipikir-dipikir kasian juga anak ini. Seharusnya ia sudah sampai di rumah dan berisirahat.


"Kakak coba telepon mommy Jefran ya? Tunggu sebentar"


"Selius? Kakak akan menelepon mommy?" Tanya Jefran antusias.

__ADS_1


"Iya sayang, sebentar ya"


"Yeay! Telimakasih kakak Cantik" Jefran memeluk Friska senang.


Jefran dan Friska memang cukup dekat dan selain karena Jefran murid nya di playgroup, Jefran juga merupakan murid nya di sekolah musik.


Ibu Jefran memang memasukan Jefran kesekolah milik Friska dan la memang sengaja memilih Friska sebagai guru les nya.


Biasanya yang mengantar dan menjemput Jefran ketika les adalah ibunya. Ia tak tau jika sekolah, supir pribadi nya ternyata yang menjemput Jefran


Friska menempelkan ponsel nya di telinga, menunggu seseorang mengangkat telepon nya dari sebrang sana.


"Ya, Hallo mommy Jefran. Ini saya Friska." ujar Hyerin begitu telepon nya tersambung


"Oh! Friska Ada apa Ya?"


"Begini mom, yang menjemput Jefran siapa ya? Tadi Jefran menangis, belum di jemput katanya"


"Oh benarkah? Jefran belum pulang?"

__ADS_1


"Iya mom, belum ada yang menjemput Jefran" Tiba-tiba bocah cadel itu mengulurkan telapak tangan nya, mengisyaratkan agar telepon nya diberikan kepadanya.


__ADS_2