
Kring...Kring...Kring..
Friska membuka matanya perlahan, ketika suara alarm dari ponsel nya menginterupsi alam mimpinya.
Friska menguap, kemudian duduk di sofa yang sejak tadi malam menjadi tempat istirahat nya dan Friska memperhatikan sekitar. Ah ya! Dia melupakan satu hal.
Saat ini, ia berada di apartemen si Felix sialan itu! Friska bernafas lega ketika melihat pakaian nya masih lengkap.
Tak ada satu pun yang kurang itu artinya Felix tidak melakukan apapun semalam, Friska beranjak dari sofa kemudian menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Fyi, Friska memang sering membawa sikat gigi kemanapun aneh memang tapi ini memang kebiasaan nya, selain untuk menjaga gigi nya tetap bersih, untuk keadaan mendesak seperti ini sikat gigi itu sangat berfungsi bukan?
Setelah mencuci muka dan gosok gigi dan juga mandi, Friska berjalan kearah dapur. Melihat ke sekitar, barang kali ada makanan untuk sarapan.
Namun sayang, Friska tidak menemukan makanan apapun dan yang ia temukan hanyalah sebungkus Mie Instan yang seperti nya sudah mencapai tanggal kadaluwarsa nya.
Friska menghela nafas kasar. Mau tidak mau, ia harus mencari bahan makanan untuk dimasak.
Friska tidak mau penyakit lambung nya kambuh, hanya karena tidak sarapan di tempat ini.
Untuk itu Friska memutuskan untuk pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan.
Setau Friska disekitar apartemen ini ada supermarket yang memang sudah buka sejak pagi.
__ADS_1
Friska memutuskan untuk berjalan kaki, karena memang jarak supermarket itu tidak terlalu jauh.
Selain itu, alasan mengapa Friska memilih jalan kaki adalah karena ia juga ingin berolahraga. Lumayan kan? itung-itung membakar kalori di pagi hari.
Hanya membutuhkan waktu 15 menit, Friska sudah bisa melihat logo supermarket itu. Tanpa ragu lagi Friska segera masuk dan membeli apa saja bahan yang akan dia masak untuk pagi ini.
Pagi ini dia membeli sayuran, seperti nya dia akan membuat sup dan Friska memasukan semua bahan masakan ke dalam keranjang.
Setelah dirasa cukup, ia pun segera membayar belanjaan nya. "Terimakasih."ujar Friska ketika selesai membayar belanja bahan makanan.
Friska pun berjalan keluar dari supermarket. Tapi baru saja ia akan melangkah, ponsel nya terus bergetar dan seperti nya ada pesan yang masuk.
Friska membuka ponsel nya dan melihat siapa yang menghubungi nya pagi-pagi begini
📩Felix bantet: Dimana kau gadis bar-bar?
📩Felix bantet: Kau ingat bukan apa hukuman mu jika kau berani lari dari ku hm?
📩Felix bantet: Hanya dibaca? Kau memang menantang ku ya Friska
Friska mendecak sebal kemudian jarinya mulai menari diatas papan keyboard ponsel nya
^^^📨Friska: Cih! Berisik sekali ^^^
__ADS_1
Tak lama setelah Friska mengirim pesan, ponsel nya kembali bergetar.
📩Felix bantet: Yak gadis bar-bar! Dimana kau?
^^^📨Friska: Woy! Aku bukan gadis bar-bar sialan! ^^^
📩Felix bantet: Aku bertanya padamu Friska, jangan bikin aku marah!!!!
^^^📨Friaka: SUPERMARKET! Sudah lah^^^
^^^aku akan segera kembali! ^^^
Friska segera mengunci ponsel nya dan memasukan nya kedalam hoodie. Tanpa di duga, ada seorang pria yang berhenti di depan nya.
"Friska?" Tanya laki-laki itu
Friska pun mendongkak dan menatap kearah lelaki bertubuh tinggi yang tengah duduk di motor sport yang berada di depan nya sekarang.
"Eoh! Bisma?" Tanya Friska balik
"Hai! Sedang apa kau disini?" Tanya pria yang dipanggil Bisma itu.
"Pertanyaan mu itu sangat konyol Bis! Ya memang nya apalagi selain berbelanja?" Jawab Friska.
__ADS_1
Bisma pun hanya tersenyum kikuk sambil mengusap leher nya.
Ngomong-ngomong, Bisma Erlangga ini adalah teman sekelas Friska dulu ketika SMA.