
Cantika menarik selimutnya saat merasakan hawa dingin menyapa tubuhnya yang polos dan perlahan matanya mulai terbuka saat ia merasa sebuah tangan mengeratkan pelukan diperutnya itu, menarik tubuhnya agar lebih dekat dengan sang pemilik tangan.
Pipi Cantika bersemu merah saat merasakan punggungnya bersentuhan dengan dada Movic.
Ia menarik nafasnya mencoba menetralkan detak jantungnya yang berdegup kencang.
Setelah detak jantungnya normal kembali dan ia pun mencoba melepaskan pelukan Movic, namun apa daya pelukan Movic sangat erat sehingga susah untuk dilepaskan.
"Tetaplah seperti ini Tik, apa kau tidak lelah dengan apa yang kita lakukan semalam." Ucap Movic yang berhasil membuat pipi Cantika memerah kembali.
"Tidak Mas, aku harus membuat sarapan untukmu." Ucap Cantika dan membalikkan badannya, menghadap Movic.
"Sejak kapan kau mau membuat sarapan hmm?" Goda Movic.
"YA! Aku tahu dulu aku jarang memasak untukmu, karena aku hanya kekasihmu dan aku bukan istrimu tahu. Tapi kalau sekarang berbeda, kau kan suamiku dan aku harus mengurusmu mulai dari sekarang.” Ucap Cantika panjang lebar yang berhasil membuat Movic tertawa pelan.
"Kalau begitu berikan aku morning kiss." Pinta Movic.
"Gak mau!" Ucap Cantika.
"Bukankah kau istriku? Kau harus menuruti keinginanku bukan?" Ucap Movic.
"Baiklah kau menang, tutup matamu.” Pinta Cantika dengan pipi yang memerah.
Movic tertawa, dia berhasil menggoda istrinya itu di pagi hari. "kenapa aku harus menutup mataku Istriku?” Godanya lagi.
"Yasudah tidak ada morning kiss untukmu." Ucap Cantika dengan nada mengancam.
"Baiklah-baiklah aku akan menutup mataku." Ucap Movic menyerah. Demi sebuah ci*man dari Cantika dia rela mengalah K.O:)
Movic pun segera menutup matanya, dan menunggu c*uman dari Cantika dan sedangkan Cantika, dia berusaha menenangkan hatinya.
Dia mencoba memberanikan diri memberikan c*uman kepada suaminya, perlahan ia mendekatkan wajahnya dan
Cup
Cantika berhasil mencium Movic dan saat ia akan melepaskan ci*man itu, tangan Movic sudah berada di tengkuknya dan menarik Cantika untuk memperd*lam ci*mannya.
Cantika mulai membalas c*uman Movic, tangannya sudah berada dileher Movic dan seakan tak mau ci*man itu berakhir.
Movic menggigit bib*r Cantika, yang berhasil membuat membuat Cantika membuka mulutnya dan l*dah Movic pun berperang dengan Li*ah Cantika.
Cantika memukul dada Movic memberi tanda dia sudah kehabisan nafas, Movic pun melepas ci*man itu.
Movic pun tersenyum, sebelum akhirnya menenggelamkan kepalanya di leher Cantika dan memberikan ki*smark disana.
Yang berhasil membuat Cantika mend*sah ke nikm*tan.
"Mas.....Mo...Vic" De*ah Cantika saat tangan Movic mulai mer*mas dad*nya. Dan Cantika hanya pasrah, ia rasa kegiatan semalam akan berlanjut lagi.
_________
"Ckkk, liatlah ulahmu Mas, kau meninggalkan banyak kissmark dileherku dan aku harus keluar dengan syal di hari yang terik ini." Omel Cantika kepada Movic.
"Itu salahmu kenapa terlalu menggoda.” Jawab Movic. "Kau saja yang terlalu mes*m."ucap Cantika tak mau kalah.
__ADS_1
"Bahkan pakaian ini, sungguh tak pantas dipakai dimusim kemarau dan sialnya kita akan pergi hari ini." Omel Cantika.
Ya rencananya hari ini mereka akan pergi ke tempat bulan madu mereka.
"Tak apalah Tik, kau tetap cantik memakai apapun dan tanda itu bagus berada dilehermu." Ucap Movic dengan nada menggoda.
"Bagus apanya?! Ini seperti aku digigit nyamuk besar." Omel Cantika lagi.
"Itu bagus Tik, yang dilehermu itu sebagai tanda bahwa kau milikku Cantika." Ucap Movic sambil mengecup pipi Cantika yang ada disampingnya.
"Ckkk alasan macam apa itu." Ucap Cantika sebal.
"Alasan yang dibuat untukmu." Ucap Movic tak nyambung.
"Kau memang aneh Mas."
"Dan orang aneh ini suamimu Cantika Erina Putri." Balas Movic. "Ya ya terserah.” Cantika sebal.
"va ya ya dan aku memang suamimu." Balas Movic lagi.
"Dasar menyebalkan."
"Dan aku bosmu." Ucap Movic asal.
Cantika memandang sebal kearah Movic, lalu menghembuskan nafasnya kesal. "Sudahlah berbicara denganmu tak ada gunanya. Lebih baik kita cepat berangkat sebelum kita ketinggalan pesawatnya Mas." Ucap Cantika.
"Aku tak peduli jika kita ketinggalan pesawat, aku kan punya Helikopter pribadi." Sombong Movic.
"Ckk, dasar sombong.” Omel Cantika Pelan.
_________
"Mas bukankah Apartemen ini terlalu besar untuk kita berdua?" Tanya Cantika. "Kenapa memangnya?" Tanya Movic balik.
“Tidak, hanya merasa ini terlalu besar.” Jawab Cantika.
"Bukankah itu bagus? Kita bisa melakukannya dimana saja." Ucap Movic menggoda Cantika.
"YA MOVIC DAVKAZA." Teriak Cantika.
Movic pun tertawa keras, berhasil membuat Cantika kesal. "Tak ada yang lucu, Movic Davkaza!" Kesal Cantika.
Movic semakin tertawa kencang melihat Cantika semakin kesal. "Berhentilah tertawa! Kalau tidak aku akan kembali ke Indonesia!" Ancam Cantika.
"Ya ya ya aku akan berhenti tertawa." Ucap Movic sambil menahan tawanya.
"Sudahlah aku akan membereskan bajuku dan kau Mas bereskan bajumu sendiri!" Ucap Cantika lalu berlalu meninggalkan Movic.
"Sayang bersiaplah mari kita pergi ke suatu tempat." Teriak Movic yang hanya dijawab dengan tanda okey.
_______
Movic duduk terdiam dengan raut wajah yang gelisah dan ia seperti memikirkan sesuatu, tangannya terus menarap layar handphonenya.
Cantika yang baru saja dari dapur segera menghampiri Movic yang sedang duduk di ruang tengah.
__ADS_1
“Ada apa Mas? Apakah ada masalah?" Tanya Cantika.
"Tak ada, hanya aku lupa belum mencari sekretaris untuk menggantikan dirimu dan barusan managerku baru memberi tahu bahwa banyak berkas yang harus segera diurus." Ucap Movic dengan wajahnya yang gelisah.
"Mas sebenarnya aku dan Rose sudah mencari sekretaris untuk menggantikan ku, kau tak usah khawatir lagi ya.” Ucap Cantika yang berhasil membuat Movic lega.
"Benarkah? Kau memang sekretaris terbaikku." Ucap Movic senang, lalu memeluk Cantika. "Elah aku memang terbaik." Bangga Cantika.
"Tapi apakah dia kompeten?" Tanya Movic.
"Ya, dia sama sepertiku bagusnya.” Bangga Cantika lagi. “Kau? Bagus? Apa kau sedang bermimpi sayang? Ckk, aku hanya terpaksa menerimamu." Canda Movic.
“YA! DASAR BOSS MENYEBALKAN!" Teriak Cantika.
"Ya Cantika! Tak perlu berteriak, aku hanya bercanda loh." Omel Movic.
"Ckkk."
"Siapa nama sekretaris barunya?" Tanya Movic. "Namanya Fadjar Bimantara" Jawab Cantika.
“Laki-laki?" Tanya Movic.
"Ya, dia satu-satunya yang paling tampan." Jawab Cantika.
“kau memilihnya karena dia tampan?" Tanya Movic kesal
"Ya tentu saja. Dia juga professional dan bahkan nilainya mendekati sempurna, benar-benar pria idaman wanita. Bahkan Rose pun memujinya.” Bangga Cantika.
"Sebagus itukah dia?" Tanya Movic yang cemburu.
"Ya tentu saja, dia lebih ba...."
Cup
Ucapan Cantika terputus karena ci*man yang tiba-tiba Movic berikan.
"Aku tak suka kau memuji laki-laki lain." Ucap Movic yang berhasil membuat Cantika tersenyum.
"Ya mas ku yang sempurna." Bangga Cantika.
"Bagus, kau memang istriku yang terbaik." Ucap Movic dan menc*umi seluruh bagian wajah Cantika.
"Dan kau suamiku yang me*um." Ucap Cantika sambil tertawa.
"Kau sekretaris terbaikku dan tentunya aku mencintaimu." Ucap Movic.
"Mas, boss paling menyebalkan dan tentu saja I Love U Top My Big Boss."
\=\=\=\=\=\=\=
* Fadjar Bimantara adalah pacarnya Tasya Hanifah, Masih Inget kan Sama Tasya Hanifah tokoh cerita ini????
Tasya itu adiknya Zein dan temannya sonya, Sonya adalah Adek dari Movic Davkaza.
Author perjelas siapa tau pada salah paham😁
__ADS_1
SEASONS 1
...TAMAT...