
"Aku ingin 50 juta rupiah, dengan uang muka sebesar 12 juta rupiah." ujar Felix dengan mantap nya.
Mata Friska langsung membulat begitu mendengar harga yang di lontarkan oleh Felix. Dia tau, Felix sedang memeras nya.
Baj*ng*n! Pria ini tau caranya agar Friska terjerat dalam perangkap nya
"Bagaimana."Tanya Felix dengan menaikan sebelah alisnya sambil tersenyum miring.
Laki-laki ini meremehkan Friska dan Friska tau itu, tapi ia tak akan menyerah. Ia akan melakukan segala cara agar sekolah musiknya tetap bertahan.
"Oke! Aku akan membayar sewa sesuai harga yang kau tetapkan."
"Aku ingin sekarang" celetuk Felix
"Maksudmu?" Tanya Friska bingung, "Aku ingin uang itu sekarang"
Pria ini sungguh menyebalkan. Ingin rasanya Friska mencincang badan Felix kemudian ia blender, tapi ia bukan lah seorang psikopat. Tapi tetap saja laki-laki di hadapan nya ini minta untuk di bunuh sekarang juga.
__ADS_1
"Kau gila? Bagaimana aku...."
"Aku tidak peduli, pokoknya aku ingin uang itu se-ka-rang" kata Felix dengan amat sangat enteng nya seolah uang itu bukanlah hal yang sulit untuknya.
Friska mengepalkan kedua tangan nya kuat. Ia mencoba meredam emosi nya dan sebisa mungkin ia mencoba agar amarahnya tidak membeludak, walau sesungguhnya tingkat emosi nya sudah sampai ubun-ubun.
Tapi dia masih tetap teguh pada prinsip nya, ia akan melalukan apapun agar sekolah musik nya tetap aman.
Sebenarnya Felix juga tidak sangat menginginkan uang itu dan bahkan dia sudah punya uang dengan nominal yang lebih banyak.
Ia hanya ingin mengerjai gadis unik di depan nya ini dan jujur, ia tertarik pada Friska. Padahal sebelumnya Felix tidak pernah se tertarik ini kepada seorang perempuan.
"Jadi bagaimana nona manis?" Tanya Felix lagi
Friska masih diam, ia bingung. Bagaimana caranya ia bisa mendapatkan uang sebesar 12 juta Rupiah dalam satu hari? Bahkan mungkin satu malam?
"Aku akan menawarkan sesuatu pada mu jika kau tak bisa membayar nya.” ujar Felix dengan tiba-tiba Friska langsung mengangkat kepalanya, melihat kearah Felix.
__ADS_1
"Maksud mu?" Felix tersenyum, kemudian ia berjalan menghampiri Friska.
Friska masih setia pada posisinya. Hingga akhirnya Felix sudah berdiri selangkah di depan Friska.
Felix menatap Friska yang tinggi nya hanya sebatas dada Felix dengan intens. Friska yang ditatap seperti itu jadi salah tingkah, ia mencoba melihat kearah lain.
Felix tersenyum. Felix memajukan wajah nya sedikit, refleks Friska memundurkan kepalanya.
"Aku tidak masalah jika kau tak bisa membayar uang sewa, asalkan..."
Felix sengaja menggantungkan perkataan nya. Ia ingin melihat reaksi Friska. Bisa Felix lihat, Friska sangat menunggu perkataan nya.
Felix menunduk kan sedikit kepalanya mensejajarkan dengan wajah Friska. Friska hanya bisa menahan nafasnya, rasanya badan nya sangat sulit digerakan sekarang.
"Asalkan, kau menjadi asisten pribadi ku selama 1 bulan tanpa di gaji." Ujar Felix mantap.
"Apa?" Teriak Friska sampai Felix menutup wajah nya begitu mendengar teriakan Friska
__ADS_1
"Apa kau bilang? Aku menjadi asisten mu selama satu bulan?!" Protes Friska. Felix hanya mengangguk sebagai jawaban