
Tiba-tiba, mata Friska melebar kala Felix menggerakan pinggang nya ke depan beberapa kali. Sungguh! Tarian macam apa ini? Mengapa harus ada gerakan seperti itu?
Jantung Friska berdetak sangat kencang ketika gerakan itu ada lagi. Gerakan macam apa ini?
Tarian lagu ini memang tidak se-sexy lagu pertama. Tapi ini lebih parah, karena ada..um..gerakan yang sangat tidak baik untuk jantung kami para kaum Hawa
Felix menyeringai di tengah tarian nya. la semakin menggoda Friska dan masih pada gerakan yang sama, Friska memberi sedikit hentakan saat pinggang nya digerakan kedepan, sambil sedikit mengangkat sebelah kaki nya.
Pipi Friska seketika berubah warna dan Pipi nya semerah tomat sekarang. Bagaimana bisa Felix melakukan itu?
Jantung Friska berdetak dua kali lipat lebih cepat. Ketika dengan sengaja Felix kembali menghentak kan pinggang nya beberapa kali ke depan sambil menggigit bibir bawah nya dan menengadahkan kepalanya dengan mata yang terpejam
Sial! Pipi Friska semakin merona melihat itu. Dengan santai nya Felix melakukan gerakan itu dan jangan lupa, saat ini Felix menggunakan celana jeans hitam yang pas dan itu sungguh membuat fokus Friska menjadi terpecah!
Friska langsung berdiri dan hampiri speaker lalu mematikan speaker yang terhubung dengan ponsel Felix. Padahal lagu nya belum selesai.
"Mengapa dimatikan?" Tanya Felix.
Friska terdiam, ia juga merutuki kebodohan nya. Kenapa ia harus mematikan speaker nya?
__ADS_1
"A...itu, em.. Itu" gugup Friska
"Itu apa? Hm?" Tanya Felix sambil menghampiri Friska.
" Itu.." Friska merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa, ia mendadak gugup begini?
Felix sudah berdiri tepat di hadapan Friska dan bahkan ujung sepatu mereka sudah saling bersentuhan, Friska menelan ludah nya kasar.
Ketika Felix sudah berdiri di depan nya dengan jarak yang lumayan dekat dan jantung nya semakin berdetak kencang, "Kenapa dimatikan hm?" tanya Felix dengan nada yang sedikit seduktif
Friska tidak menjawab. Mulut nya memang terbuka, tapi entah kenapa sangat susah mengeluarkan satu kata pun.
"H-hah?"
Friska semakin gugup, ketika melihat mata Felix yang berubah menjadi sayu! ****! Ini bukan hal yang bagus.
"Kau tergoda pada ku Friska, iya kan?" Felix menyentuh pipi kanan Friska dengan satu tangan nya.
Friska memejamkan matanya ketika Felix dengan kurang ajar nya menyentuh pipi nya, Friska menghela nafas pelan.
__ADS_1
la menghirup nafas dari hidung kemudian mengeluarkan nya perlahan lewat mulut. la harus tenang. Tenang. Dan tenang
Kesadaran Friska pun kembali. la langsung menepis kasar tangan Felix yang ada di pipi nya
"Hah? Apa? Aku terpesona padamu? Hahahaha" Friska tertawa sangat kencang. Sampai Felix dibuat bingung melihat nya.
"Felix.... Felix.... Woy Felix Erina Davkaza!! " Ujar Friska dengan suara agak keras. Felix agak terkejut ketika Friska memanggil nya seperti itu.
"Sampai kapan pun. AKU TIDAK AKAN TERPESONA PADAMU, TIDAK AKAN PERNAH." ujar Friska sambil menunjuk bahu Felix dengan telunjuk nya.
"Justru, kau yang terpesona pada ku bukan? Kau yang tergoda pada ku Felix, bukan begitu?" Ujar Friska sambil menaikan dagu nya tinggi. Memperlihatkan sikap angkuh nya kembali.
Felix tersenyum, ketika melihat Friska bersikap angkuh. Friska tetaplah Friska. Si wanita keras kepala dengan sejuta keangkuhan nya.
Tapi Felix juga harus memberi pelajaran kepada gadis ini, Felix tidak bisa selamanya di injak-injak oleh gadis bar-bar seperti Friska dan bisa-bisanya jatuh reputasi dan harga dirinya nanti.
Friska tersentak, ketika Felix menarik pinggang nya dan melingkarkan tangan nya disana. Felix mengikis jarak diantara mereka. Bahkan Felix sudah menatap Friska dengan intens
Jarak mereka sangatlah dekat sekarang. Friska menaruh kedua tangan nya di dada nya Felix. Bahkan nafas mint Felix pun sudah terasa di wajah Friska.
__ADS_1