
"Perjanjian?"
"Ya, bisa dibilang ini kontrak kerja mu nona" Felix mengeluarkan secarik kertas, dari saku jaket jeans nya. Kemudian ia menaruh kertas itu di depan Friska.
"Bacalah" titah Felix. Friska menatap Felix ragu, tapi ia tetap mengambil kertas nya dan membaca nya.
...Perjanjian Kontrak :...
1. Asisten harus selalu ada disaat tuan memerlukan nya
2. Asisten harus selalu mematuhi ucapan tuan nya, tanpa kecuali.
3. Asisten selalu Okey bila dipanggil tuannya kapanpun.
4. Asisten harus menyiapkan sarapan setiap paginya tuanya.
5. Asisten, harus segera mengangkat telpon di dering kedua dan segera membalas chat tuannya paling lambat 1 menit. Jika lebih dari waktu yang di tentukan maka akan di kenakan sanksi.
6. Asisten harus selalu berbicara dengan lembut dan sopan.
7. Asisten tidak boleh berteriak.
__ADS_1
8. Asisten harus datang pas dipanggil tuannya, paling lambat 15 menit dan Jika lebih dari waktu yang di tentukan maka akan di kenakan sanksi.
9. Asisten harus meminta izin dan memberikan kabar jika ada halangan.
Jika melanggar semua perjanjian di atas, maka akan dikenakan sanksi dan semua sanksi ditentukan oleh tuan nya.
Friska langsung menatap Felix sengit dan sementara Felix, hanya tersenyum miring sambil melipat kedua tangan nya di bawah dada.
“Apa-apaan isi perjanjian ini?! Kau mau menipuku Hah?!" Protes Friska. Felix masih terlihat santai, justru ia malah semakin senang jika harus berdebat dengan Friska.
"Ini semua bisnis nona. Kau tau? Semua bisnis itu licik." Ucap Felix. Friska menatap Felix jengkel, dasar buaya!
Dia selalu bisa membuat Friska masuk ke dalam perangkap nya. "Simple saja, jika kau tak mau menandatangani perjanjian ini, kau bisa bayar tanah itu sekarang juga." ujar Felix licik
"Bagaimana? Mudah bukan?" Tanya Felix dengan nada yang terkesan mengejek.
Dasar lelaki ular! Dia pasti sudah tau jawaban apa yang akan diambil Friska!
"Kali ini, kau menang tuan Felix Erina Davkaza!" Tegas Friska.
Felix tersenyum miring mendengar jawaban Friska dan dia mengeluarkan sebuah pulpen dari saku nya, pria ini sudah menyiapkan semuanya ternyata.
__ADS_1
"Kau bisa tanda tangan disini, diatas matrai ini" titah Felix.
"Mengapa harus diatas matrai sih? Kau pikir ini kontrak perusahaan?!" protes Friska.
“Memang nya kenapa? Ini juga termasuk bisnis loh nona Friska" goda Felix.
Friska diam, percuma. Berdebat dengan Felix tak akan ada ujung nya. Friska pun mengambil pulpen secara kasar kemudian menatap Felix.
"Aku menunggu keputusan mu nona” ujar Felix. Friska menatap Felix sekilas.
Oke Friska, ini demi ayahmu! Kau harus berjuang!
Dengan berat hati, Friska menyetujui perjanjian itu dan Felix yang melihat itu pun langsung tersenyum penuh kemenangan.
"Puas?!" Tanya Friska sarkastik, "Sangat puas sayang" ujar Felix.
Friska menaruh pulpen itu dengan kasar dimeja dan masa bodo jika Felix menganggap nya cewe tak tau tatakrama. Ia terlanjur benci Felix, ia terlanjur tak suka dengan Felix.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Update nya segini dulu ya. Mau ngerjain aktivitas real. Insya Allah kalo ada waktu luang ngetik lagi kok😊 Maaf banget yang nungguin nih Cerita/Novel Author🙏
__ADS_1
Sambil nunggu Like, vote dan comment banyakan ya. Kalau mau yang update banyak nulis sendiri aja wkwkwk:v😅