
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
................
"Huh gila cape banget, baru kerja sehari aja badan gue rasanya udah mau remuk aja dah." Ucap Cantika sambil merebahkan badannya.
"Kalo bukan bos gue udah gue Smackdown tuh orang!"
"Kalo enggak gue Tendang!"
"Gue gebukin aja deh sampe mamp*s!"
"Eh jangan deng! Entar gue masuk penjara." Ocehnya.
Cantika menghela nafas kasar saat teringat perintah Movic yang amat sangat tidak penting, akibatnya badannya sekarang terasa sakit karena terlalu banyak bergerak.
Baru saja Cantika akan duduk Movic akan memanggilnya dan waktunya makan siang, Movic menyuruh Cantika. Jika Movic bukan bosnya mungkin dia akan mengeluarkan aksi favoritnya, gaplok orang.
Kring kring kring
Hp Cantika berbunyi dan itu adalah telpon dari tetangganya alias bosnya alias Movic.
"Woy cepet ke apartemen gue sekarang!!!!" Ucap Bossnya di seberang sana.
"Ngapain?" Tanya Cantika malas. "Bantu gue lah." Jawab Movic.
__ADS_1
"Bantu apaan sih?"
"Bantu yang gue suruh!!!"
"Ini kan bukan jam kerja pak boss, jadi ngapa...."
"Gue kasih lu bonus." Ucap Movic memotong ucapan Cantika.
Cantika melotot, dapet bonus kan lumayan tuh, pikirnya. Dia akan mendapat lebih banyak uang dari seharusnya.
"Berapa dulu bonusnya?"
"Seperempat dari gaji lu."
Cantika tersenyum lebar, seperempat dari gajinya itu kan lumayan besar. "hmmm, gimana yaa?"
"Setengah dari gaji lu deh."
"Gimana mau gak?" Ucapan Movic menyadarkan Cantika dari khayalannya tentang uang.
"Bantu doang kan? Ta...."
"Bonus lu sama dengan gaji lu perbulan! Lu nerima 2 kali lipat dari seharusnya!" Ucap Movic di sebrang sana memotong ucapan Cantika, namun membuat Cantika senang.
"Oke, deal! Gue otw kesana sekarang!" Ucap Cantika semangat. Bagaimana Cantika tidak semangat? Bonusnya sama dengan gajinya, otomatis dia akan cepat menghasilkan uang dan dia dapat dengan mudah membeli barang-barang limited edition yang selalu menjadi incaran dia dan tentunya para sahabatnya juga.
_________
__ADS_1
Cantika menekan bel Apartemen Movic, namun Movic tak kunjung membukanya dan sekitar delapan belas menit baru Movic membukanya.
"Buset lama amat sih bukanya! Gue lumutan diluar nunggu lu buka pintu doang!" Omel Cantika.
"Oh."
Cantika mengepalkan tangannya ingin sekali tangannya itu memberi pelajaran kepada Movic.
Movic masuk ke dalam Apartemennya yang pastinya diikuti Cantika.
Cantika terpana melihat apartemen Movic dan barang-barang mewah menghiasi ruang tamu Movic. Akuarium dengan berbagai macam ikan hias didalamnya terlihat megah bagaikan istana Mermaids?
"Ekhmm" deheman Movic menyadarkan Cantika dari kekagumannya terhadap apartemen Movic. Cantika pun segera melihat kearah Movic.
"Udah ngagumin apartemen mewah guenya?" Dengan polosnya Cantika menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Lu tau gak gu..."
"Enggak." Ucap Cantika memotong ucapan Movic.
Movic berdecak kesal, tangannya ia lipat didadanya, "Gue belum selesai ngomong." Ucapnya.
"Lanjutin ae lah, baperan banget sih." Pinta Cantika cuek.
Movic yang mendengar itu membulatkan matanya. "Berani lu nyuruh bos?!" Ucap Movic penuh penekanan.
"Kagak hehehe." Cengir Cantika.
__ADS_1
"Jadi pak boss mau nyuruh saya ngapain sih?" Tanya Cantika dengan senyum manisnya, sedangkan hatinya mengutuk bossnya itu.
"Gue mau nyuruh lu buat mandiin anak-anak gue."