Boss

Boss
Galau


__ADS_3

Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READING💜...


..............


Cantika masih terdiam disana bersama dengan Movic dan Rendy yang setia menatap Cantika, walaupun semua orang telah keluar dari ruangan itu termasuk si pemilik perusahan tersebut.


"Tik." Ucap Movic mencoba membangunkan Cantika dari pikirannya. Namun Cantika masih terdiam.


"Cantika." Panggil Movic lagi sambil menepuk pundak Cantika.


Cantika pun terkejut dan langsung menatap Movic.


"Ayo keluar, rapatnya sudah selesai." Ucap Movic.


"Oh iya." Ucap Cantika sambil berdiri.


Mereka pun berjalan, namun tiba-tiba Rendy memegang tangan Cantika.


"Cantika ada yang perlu kita bicarakan." Ucap Rendy dengan matanya yang memohon.


"Gak ada yang perlu kita omongin lagi Ren.” Ucap Cantika sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Rendy.


"Ada Tik, gue mohon." Mohon Rendy.


Namun Cantika masih terus berusaha melepaskan cengkraman tangan Rendy sebagai pertanda bahwa dia tak ingin berbicara dengan Rendy.


Movic yang melihat itu pun membantu Cantika untuk untuk melepaskan cengkraman tangan Rendy.


"Maaf bersikap profesional, disini kita mengurus urusan perusahaan bukan urusan pribadi dan sekretaris saya tidak ingin berurusan dengan Anda, permisi.” Pamit Movic sambil menggenggam tangan Cantika, lalu pergi dari sana, sedangkan Rendy hanya menatap mereka.


_______


Di sepanjang perjalanan mereka hanya berdiaman, Cantika hanya menatap ke depannya dengan pikiran kosongnya, sedangkan Movic hanya melirik-lirik ke arah Cantika lalu menghembuskan nafasnya pasrah, ia terlalu bingung harus berbuat apa.


Cantika keluar dari mobil Movic dan biasanya mereka akan bersama-sama pergi ke apartemen, namun sekarang Cantika berjalan terlebih dahulu meninggalkan Movic.


Movic hanya menatap Cantika dan percuma dia memanggil Cantika sekarang, karena Cantika tidak akan meresponnya.

__ADS_1


Sepertinya Movic harus memanggil para sahabatnya Cantika, karena perempuan akan mengerti satu sama lain bukan?


Movic pun segera mengirim pesan kepada Wendy.


💬 Movic


Tolong ke Apartemen Cantika sekarang, dia bertemu Rendy.


...Wendy POV...


Wendy yang sedang menonton tv segera mengambil hpnya yang bergetar karena ada pesan masuk.


📩 Movic Pacarnya Cantika


   Tolong ke Apartemen Cantika sekarang, dia bertemu Rendy.


"Rendy sialan kenapa dia datang lagi kesini sih!" umpat Wendy kesal.


Wendy pun segera menghubungi


Rose.


📱Wendy : Rose


📱Wendy : Ke apartemen Cantika, sekarang!


📲 Rose : Gua lagi kerja ya elah


📱Wendy : Ini gawat banget!!


📲Rose : kenapa emangnya?


📱Wendy : Gawat pokoknya!!


📲Rose : Yailah lu gak tau, boss Agus galaknya kek gimana kalo kerjaan gua belum beres?


📱Wendy : Ya tau sih, tapi Cantika lagi butuh kita!


📱Rose : Oke, gua bakalan coba izin dulu sama Boss gua, Karina udah dikasih tau belum?

__ADS_1


📱 "Ya Tuhan gua lupa! Gua telpon Karina dulu ya, bye!" Ucap Wendy sambil mematikan telponya dengan Rose.


Wendy pun segera menghubungi Karina.


📱Wendy : Karina!!


📲Karina : Kenapa?


📱Wendy : Ke Apartemen Cantika sekarang!"


📲 "Oke, otw!" Ucap Karina sambil memutuskan telponnya


"Harusnya kan dia panik atau apa kek, dasar Karina!” Omel Wendy sebentar.


"ASTAGA GUA LUPA! GUA JUGA KAN HARUS OTW APARTEMEN CANTIKA JUGA!" teriak Wendy kemudian.


...End Wendy POV...


...__________...


Mereka bertiga kini telah sampai di Apartemennya Cantika dan Cantika hanya tertidur dikamarnya setelah membukakan pintu apartemennya untuk mereka.


"Cantika beneran tidur kan?" Tanya Rose.


"Gak, gua yakin dia bakalan nangis.” Jawab Karina.  “Mau kita samperin gak?" Tanya Rose mulai khawatir.


"Jangan, dia butuh waktu sendiri. Entar kalo dia udah merasa baikan, dia bakalan nyamperin kita kok." Ucap Wendy mencegah Rose.


Mereka hanya menganggukkan kepala mereka mengerti dengan perintah Wendy dan tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka, itu Cantika yang keluar dari kamarnya.


"Gua lapar." Ucap Cantika singkat.


"Mau makan apa? Biar gua masak ya." Tawar Karina.


"Apa aja deh." Jawabnya malas.


"Oke." Ucap Karina.


Cantika hanya menganggukkan kepalanya dan lalu masuk kembali ke kamarnya. Wendy dan Rose hanya menghembuskan nafasnya pasrah.

__ADS_1


Karina? Dia hanya mengangkat bahunya acuh lalu pergi ke dapur untuk memasak.


"Efek dari Rendy emang besar ya." Ucap Rose tiba-tiba dan Wendy hanya menganggukkan kepalanya.


__ADS_2