
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
.............
"Sudah bermesraan nya?" Tanya Felix ketika Friska memasuki apartemen nya.
Friska pun hanya mendelik sinis ketika mendapati Felix sudah bersedekap di meja makan.
"Siapa lelaki tadi?" Tanya Felix lagi
Ternyata sedari tadi, Felix memperhatikan Friska dari kaca apartemen nya. "Bukan siapa-siapa" jawab Friska seadanya, dia sedang malas ribut dengan Felix.
"Jika bukan siapa-siapa, mengapa dia mengantar mu? Kau tak sebodoh itu kan untuk menerima ajakan orang asing?"
Friska menutup mata, mencoba meredam emosi nya. Pria ini tak bisa kah jika membiarkan Friska tenang sedetik pun?
"Memang nya apa urusan mu? Sudah lah aku mau memasak, menggangu saja" Felix membuka mulut nya lebar. Gadis ini, memang benar-benar menantang nya
__ADS_1
"Jika itu akan menjadi urusan ku bagaimana?"
Friska yang sedang memotong sayuran, seketika menghentikan aktivitas nya dan seketika Friska menatap Felix dongkol.
"Apa maksudmu?"
Friska tersentak saat sebuah tangan sudah melingkar manis di pinggang nya dan jantung nya kembali berpacu.
Felix memeluk nya dari belakang dan entah apa maksud pria berusia 23 tahun itu. Yang jelas sekarang, Felix tengah memeluk Friska dari belakang sambil menaruh dagu manis nya di bahu Friska.
"Felix Erina Davkaza!!! Menjauh dariku." peringat Friska ketika kesadaran nya sudah kembali.
Kurang ajar!
"Kau tau aku sedang memegang pisau bukan?" ancam Friska dan bukan nya takut akan ancaman Friska, Felix justru terkekeh.
“Aku suka ketika kau garang seperti ini Sayang, kau lebih terlihat seksi" bisik Felix tepat di telinga Friska.
Bulu kuduk Friska seketika meremang. Suara berat dan serak dari Felix membuat nya merinding.
__ADS_1
"Masaklah yang lezat. Aku ingin tahu, se-enak apa masakan calon istri ku kelak." goda Felix
Dan dengan santai nya, Felix meninggalkan Friska yang sedang mematung. Felix selalu tau, cara untuk menggoda Friska.
Tak lama, gadis manis itu kembali ke mode normal. Lalu nafas nya naik turun, muka nya memerah menahan amarah "Yak! Dasar kau Felix mes*m!"
________________
Setelah mendapat telepon dari bibi Dona, Friska segera bergegas pergi ke rumah bibi nya. Beruntung hari ini jadwal kelas Friska sebentar, jadi ia bisa santai berada di rumah bibi Dona.
Bibinya mengatakan ada yang harus ia bicarakan dengan Friska, ini menyangkut mendiang ayah nya. Makanya, ia segera bergegas pergi ke rumah bibi Dona setelah selesai kelas.
Tak membutuhkan waktu lama, Friska sampai di rumah bibi Dona.
"Permisi! Bibi. " panggil Friska sambil mengetuk pintu.
Tak lama sang pemilik rumah pun keluar, ia terkejut ketika mendapati Friska sudah tiba di rumah nya. Ia kira Friska akan datang nanti malam.
Tapi ternyata, gadis itu memilih menemui bibi nya di sore hari, setelah selesai kelas. “Bibi kira kamu akan datang malam." ucap bibi Friska sambil memeluk ponakan kesayangan nya itu
__ADS_1
"Bibi, aku merindukan mu makanya aku langsung berangkat selesai kelas. Maaf aku jarang mengunjungi bibi, aku sibuk akhir-akhir ini" jawab Friska sambil membalas pelukan bibi Dona yang sudah ia anggap seperti ibu nya sendiri.