Boss

Boss
Lu Harus Mencintai gua


__ADS_3

Movic memandang Cantika dengan khawatir, akhir-akhir ini Cantika selalu berwajah murung.


Sebenarnya Movic selalu mencoba untuk mengganggu Cantika, namun apa daya Cantika selalu tak merespon Movic.


Seperti sekarang, Cantika tengah melamun. Padahal Movic telah memanggil Cantika sebanyak 3 kali. Namun, Cantika masih memandang objek didepannya dengan pandangan kosong.


"Tik Can--- Tika" coba Movic lagi


"Tik"


"yuhuu"


"Cantik”


"Cantika Niara Putri!!"


"CANTIKA NIARA PUTRI" Panggilan Movic tak berefek apapun pada Cantika.


Terbukti dengan Cantika yang masih duduk dengan tatapan kosongnya dan akhirnya Movic pun menepuk pelan pundak Cantika. Dan hamdalah, Cantika pun tersadar.


"Ada apa pak Movic?" Tanya Cantika refleks sambil membungkukan badannya.


"Apaan dah Tik, jadi formal bet dah Lu kalo kaget." Ejek Movic.


"Namanya juga refleks Pak." Balas Cantika.


“Masuk ke ruangan gua Tik, ada yang mau gua omongin.” Ucap Movic sambil berlalu ke ruangannya.


"Ada apa ya? Jangan-jangan gua mau dipecat lagi? Atau enggak gaji gua dipotong? Kalo bukan itu juga, gua mau diusir kali ya?" Pikir Cantika yang ada di dalam otaknya. Cantika pun segera berlari kecil menyusul Movic ke ruangannya.


________

__ADS_1


Cantika memandang Movic sambil mengedip-ngedipkan matanya dia benar-benar berfikir bahwa dirinya akan dipecat.


Sedangkan Movic merasa heran, biasa Cantika akan dengan senang hati duduk di sofanya tanpa dipersilakan terlebih dahulu.


"Tumben gak langsung duduk." Ucap Movic dengan nada menyindir.


"Kan belum dikasih izin buat duduk." Jawab Cantika.


"Biasanya juga lu langsung duduk-duduk aja elah." Jawab Movic berpindah duduk ke sofa yang ada disana. Yang diikuti oleh Cantika dan Cantika pun duduk di samping Movic.


“Ada apa dah Vic?" Tanya Cantika.


"Kenapa akhir-akhir ini lu berubah? Dan sering murung?" Tanya Movic langsung ke inti.


Cantika hanya memandang Movic dengan tatapan sedihnya dan bayangan tentang Rendy menghantui pikiranya.


Ia ingin mengeluarkan suaranya, namun rasanya sangat sulit dan akhirnya Cantika menangis.


Movic yang melihat Cantika menangis langsung terkejut dan Ia tak menyangka pertanyaannya malah membuat Cantika menangis. Apakah Cantika murung karena dirinya?


Hati Movic sakit melihat gadis yang telah membuat tertarik menangis, ia merasakan sakitnya walaupun tak tau apa yang membuat gadisnya menangis itu dan yang ada dipikirannya hanya bagaimana cara agar gadisnya tak merasa sakit hati lagi.


Beberapa menit kemudian, Cantika mulai tenang. Ia pun melepaskan dekapan Movic dan segera menatap Movic, mengkuatkan tekadnya untuk bercerita tentang Rendy sekuat tenaga.


Dan akhirnya Cantika pun bercerita semua tentang Rendy kepada Movic.


_________


"Gimana udah tenang?" Tanya Movic.


"Udah kok.” Jawab Cantika dengan senyumya.

__ADS_1


"Kalo mau cerita lagi gua selalu ada ko buat lu." Ucap Movic yang berhasil membuat Cantika tersenyum dengan pipi yang memerah.


"Iya Vic, makasih ya udah mau dengerin curhatan gua tentang Rendy, gua keliatan cengeng banget kan ya?" Tanya Cantika sambil tertawa pelan.


"Gak kok, lu tuh kuat Tik. Sebenarnya wajar aja kalo lu kayak gitu. Bukannya dia pergi tanpa alasan yang jelas kan?" Tanya Movic kepada Cantika yang langsung dijawab anggukan dari Cantika.


"Gua selalu ngerasa sakit sampai sekarang kalo inget dia yang ninggalin gua tanpa alasan. Tapi apa daya, gua gak bisa berbuat apa-apa." Ucap Cantika lirih.


"Sebenarnya Tik menurut pandangan gua Rendy ninggalin Lu pasti punya alasannya dan mungkin dia ninggalin lu buat yang terbaik untuk masa depan lu. Lu tau? Tak semua keinginan kita akan terkabul bukan? Mungkin keinginan lu untuk bersama Rendy salah satunya yang tak terkabul. Dan bukankah masa depan lu sekarang lebih baik? Lu bekerja sekarang? Sedangkan dulu, lu malah bergalau ria bukan?" Ucap Movic panjang lebar.


"Iya sih Vic, tapi kan gua kerja juga supaya gua bisa move on dari dia Vic." Jawab Cantika.


"Ya bagus dong kalo gitu." Jawab Movic senang.


"Hah?"


"Lu kan kerja di gua, berarti lu move on-nya ke gua lah." Ucap Movic dengan senyum menawannya.


"Hah?" Ucap Cantika yang masih tak mengerti.


Movic memegang kedua pundak Cantika dan membuat Cantika memandang dirinya. Ia pun menarik nafas.


"Mulai sekarang lu harus lupain Rendy dan lu harus suka ah enggak lu harus mencintai gua sepenuh hati lu.” Ucap Movic tulus.


Jantung Cantika berdetak kencang seketika dan matanya membulat seketika karena kaget. "Ta....tapi ke....kenapa?" Tanya Cantika gugup.


"Karena gua tertarik sama Lu, Tik."


\=\=\=\=\=\=\=


Cieee Movic berani ngomong perasaannya😅

__ADS_1


...........


Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


__ADS_2