Boss

Boss
SEASONS 2 : Red velvet cake


__ADS_3

Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READINGđź’ś...


.............


"Hallo bibi, aku Friska. Senang bertemu dengan mu" sapa Friska ramah sambil membungkukan badan nya.


"Ya tuhan, benarkah kau putri Ujang?" Tanya wanita, yang Friska yakini usia nya pun sama seperti ibu nya.


"Ah iya bibi, aku putri Ujang Adiwangsa.” jawab Friska sopan tak lupa disertai senyum manisnya.


"Wah Friska, kau sudah besar sekarang tak kusangka kau sudah sebesar ini"


"Friska, ini istriku namanya Cantika Erina Putri dan dia juga salah satu sahabat mendiang ayah mu. " ujar Movic.


'Erina? Namanya mirip seperti si bantet, enggak mungkin kan mereka ortu si bantet.' Ucap Friska dalam hati yang sambil menggeleng pelan.


"Hallo bibi" sapa Friska lagi, kali ini ia menyalami punggung tangan Cantika.

__ADS_1


Friska memang sangat menghargai Perempuan yang diatas umur nya atau lebih tepat nya seumur ibu.


Friska akan memperlakukan semua perempuan itu sebagai ibu nya sendiri dan terlebih lagi Perempuan perempuan yang sudah paruh baya. Friska akan bersikap lembut dan semanis mungkin.


"Kau manis sekali Friska. Wajahmu sangat mirip dengan Ujang, bukan begitu Sayang?" Puji Cantika


"Iya, dia mirip sekali dengan Ujang. " jawab Movic membenarkan sang Istri.


Friska yang terus terusan dipuji pun hanya bisa tersenyum malu sambil menundukan wajah nya, ia juga bingung harus menjawab apa


"Friska apa kamu sudah sarapan sebelum kesini?" Tanya Cantika.


"Sudah bibi, sebelum berangkat aku sudah sarapan tadi" jawab Friska.


Friska pun diam, bingung harus menjawab apa dan bukan nya tidak mau mencoba justru ia sangat ingin mencoba nya.


Kue Red Velvet adalah kue favoritnya. Hanya saja, dia merasa tidak enak karena ya mungkin dia baru saja datang ke sini dan berkenalan dengan keluarga Movic.


"Bagaimana?” Tanya Cantika lagi

__ADS_1


"Em....Apa enggak ngerepotin bibi?"


"Tidak lah Friska, gimana mau ya nyobain?" Ucap Cantika yang menawarkan kue buatannya lagi.


"Boleh, a--aku akan mencoba nya."Ucap Friska ragu.


Cantika pun terkekeh, merasa lucu dengan Friska yang bertanya. Dia merasa Friska seperti anak kecil yang sedang meminta izin makan es krim kepada ibu nya


" Tentu Friska. bibi akan ambil Kue dan minumannya dan kita akan mengobrol, sambil memakan kue dan teh hangat bukan?" Tawar Cantika sambil merangkul Friska seolah dia adalah anak gadis nya.


Friska pun tersenyum senang dan entah mengapa perasaan Friska menghangat Saat itu juga.


Seperti yang Cantika katakan, akhirnya mereka pun duduk berbincang di halaman belakang sambil memakan Red Velvet Cake dan teh hangat buatan Cantika.


"Bagaimana Friska? Kau suka?” Tanya Cantika.


Friska pun mengangguk antusias. "Sangat enak! ini enak banget bibi! Rasanya pas, semua nya pas. Aku suka!”


Lagi dan lagi Cantika dibuat tertawa dengan tingkah Friska yang manis dan menggemaskan itu.

__ADS_1


"Sebenarnya ini adalah resep pertama ku, dan syukurlah jika kau menyukai nya" ucap Cantika lembut.


"Tapi ini Red velvet Cake terenak sepanjang masa bibi! Aku bersumpah, ini Red velvet Cake ternenak dari semua Red velvet cake yang pernah aku makan selama 21 tahun aku hidup!" Jawab Friska antusias.


__ADS_2