
...Hai Guys Author is back!!!!!...
Akhirnya Author dapat pencerahan alur Boss SEASONS 2 selama seminggu memikirkan alur ceritanya😁
Semoga kalian Suka ama SEASONS 2 ya, Perkenalan Cast SEASONS 2 Nanti aku bikinnya pas udah beberapa episode ya😊
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READING💜...
..............
Pagi ini Friska datang dengan lesu, di matanya tercetak kantung hitam seperti panda. Semalaman ia mengerjakan tugas karena beberapa hari yang lalu ia tidak masuk kuliah.
Friska mencoba membuka mata nya yang terasa berat dan badan nya lemas karena ia lupa sarapan.
Bugh!
Langkah Friska terhenti begitu ia sadar ia telah menabrak seseorang. Buku-buku yang ia bawa pun berjatuhan.
"Perhatikan jalan mu nona!" Bentak seseorang yang Friska tabrak.
Friska pun tidak mendengarkan ocehan pria di depan nya ini, ia hanya fokus memungut buku-bukunya yang berjatuhan.
"Bukannya minta maaf malah mengacuhkan ku!" Ujar pria itu. "Woy Kau tuli! Aku berbicara padamu!" Bentaknya lagi
Emosi Friska pun naik, sudah menabrak, tidak membantu dan seenak nya Saja dia membentak Friska di depan umum.
Friska pun mendongak dan melihat siapa pria kurang ajar ini.
"Aku berbicara padamu nona apa kau tuli?!" Ujar pria di depan Friska, namun kali ini suaranya agak pelan tapi tetap saja ia membentak Friska.
Friska tidak menjawab, ia hanya menatap tajam pria sombong di depan nya ini. Friska akui dia tampan, hanya saja sifat buruknya menutupi ketampanan nya.
__ADS_1
"Oh atau kau juga bisu?” Ujar pria itu sarkastik
Sudah cukup! Sudah cukup ia menghina Friska dan membentaknya seenak jidat.
"Jaga bicaramu tuan!" ujar Friska pelan namun penuh penekanan.
"Oh kau berani melawan ku? Kau gak tau siapa aku?" Tanya nya.
"Tidak tau dan aku tidak mau tau juga!" Ucap Friska pun mendorong bahu pria itu dan pergi melewatinya begitu saja.
"Urusan kita belum selesai nona!" Friska hanya mengacungkan jari tengah nya kepada pria itu.
______________
Friska masuk ke kelas dengan emosi yang menggebu, ia membanting tas nya keatas meja nya.
"Hei kau kenapa? Pagi-pagi sudah marah-marah tak jelas." tanya Sofia.
"Diamlah aku sedang tidak mood" ujar Friska sambil menenggelamkan kepalanya di atas meja.
"Aku dengar hari ini ia tidak masuk"
Mendengar ucapan Sofia, Friska langsung duduk tegak menghadap kearah Sofia. "Tidak masuk?"
Sofia hanya mengangguk kan kepalanya, "Aish dosen itu! Sudah semalaman aku mengerjakan tugas nya dan hari ini ia tidak masuk?!" Gerutu Friska
"Kau tau dia bagaimana Friska." timbal Sofia sambil terkekeh.
"Aish menyebalkan!" Friska langsung bangkit dari bangku nya dan hendak keluar. "Kau mau kemana?" Tanya Sofia.
"Kantin."
"Tunggu aku!" Sofia pun menyusul Friska yang sudah berjalan duluan.
__ADS_1
Di kantin
Friska dan sofia sudah mendapatkan bangku sejak tadi namun kedua nya tidak ada yang memesan makanan.
"Sampai kapan kau diam disini dan tidak memakan apapun Fris!" Ujar Sofia kesal.
"Jika kau ingin makan, makan saja aku sedang tidak nafsu"
Sedari tadi Friska hanya membaca novel yang ia bawa, bahkan ia lupa jika disini ada Sofia.
"Terserah lah! Jangan merengek padaku jika maag kau itu kambuh lagi" Sofia pun bangkit dari kursinya dan segera memesan makanan.
Sementara Friska, ia hanya fokus membaca novel nya yang belum ia tuntaskan.
Merasa tenggorokan nya kering, Friska pun memutuskan untung membeli Jus Jeruk untuk menyegarkan tenggorokan nya.
“Bibi aku ingin jus jeruk." ujar Friska kepada bibi kantin langganan nya.
"Boleh, kau ingin memesan berapa?"
"Satu saja, untuk ku" jawab Friska sambil tersenyum.
"Baiklah tunggu sebentar ya!" Friska pun kembali ke tempat duduknya. Tak lama Sofia datang sambil membawa semangkuk Bakmi kesukaan nya.
"Sudah selesai?" Tanya Sofia. "Ya, kau membeli apa?"
"Aku hanya membeli Jus Jeruk"
"Kau tidak akan makan?"
“Tidak aku sedang tidak nafsu."
"Ini orange juice pesanan mu" Ucap bibi kantin. "Ah terimakasih bi" Bibi itu pun hanya tersenyum.
__ADS_1
Sebelum kembali membaca novel nya, Friska sempat melirik kearah meja diujung kantin.
Disana terdapat 7 orang pria yang menurut Friska sepertinya para mahasiswa-mahasiswa yang nakal. Yang hanya datang ke kampus untuk nongkrong atau sekedar menggoda para wanita.