
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READINGđź’ś...
..................
"Aku Tidak Mau Felix Erina Davkaza." ucap Friska penuh penekanan.
Felix menusuk pipi kanan nya dengan lidah nya sambil terus menatap Friska.
"Ohh, kau tidak mau? Baiklah! Jangan salah kan aku jika aku bertindak lebih" Felix kembali mendekati Friska.
Friska yang sedikit ketakutan pun refleks memundurkan badan nya dan Felix semakin gencar mendekati nya. Hingga akhirnya tubuh Friska jatuh diatas sofa empuk milik Felix.
'Fu*k!' Ngumpat Friska dalam hati.
Felix yang melihat Friska terduduk segera memanfaatkan kesempatan nya. Ia menaruh kedua tangan nya diatas bahu sofa, mengungkung Friska yang terduduk dibawah nya.
Felix memiringkan sedikit kepalanya, menatap Friska yang kini juga menatap nya dengan tatapan yang sulit ia artikan.
"Kenapa Sayang? Kau takut ya?" Tanya Felix menyingkirkan anak rambut Friska yang menghalangi wajah Friska.
Friska menelan saliva nya, "A--apa? Apa y-yang kau katakan, huh?" Bantah Friska, walau sebenarnya terselip ketakutan di disana.
Felix sedikit menundukan kepalanya, kembali mensejajarkan wajah nya dengan Friska.
"Aku tawarkan sekali lagi. pilihan pertama kau Cium aku atau pilihan kedua kau habis oleh ku hingga besok pagi nanti sayang. pilih lah yang kamu ingin." ucap Felix yang lebih terdengar seperti sebuah bisikan.
__ADS_1
Friska terdiam. Oke, ia takut sekarang.
"Aku pilih nomor 3." Ucap Friska yang berusaha mendorong Felix.
"Aku tidak memberi pilihan lain, Friska. Maka dari itu jawab lah" ujar Felix lagi yang menjilat bibirnya.
Friska masih terdiam, sambil terus menatap Felix. Ia harus apa? Apa yang harus dia lakukan?
Berpikir Friska!
Berpikir!
"Jika kau tak segera menjawab sekarang juga. Aku akan mengambil pilihan kedua, sebagai jawaban mu, Friska" bisik Felix tepat di telinga Friska.
Seketika otak Friska berhenti bekerja. Jantung nya kembali berlomba, bahkan kini jauh lebih cepat.
Apa katanya? Pilihan kedua?
"Kau harus menjawab hingga hitungan ketiga. ” ujar Felix tiba-tiba.
"Satu..”
Friska, come on! Berpikirlah!
"Dua.."
Sial! Sial! Sial!
__ADS_1
"Ti..."
"Oke aku akan mencium mu Felix!" teriak Friska yang tidak punya pilihan.
Felix tersenyum penuh kemenangan, ia sedikit memundurkan wajah nya dari wajah Friska tapi tetep Felix mengkunci Friska.
"Kau yakin sayang? Tak mau ambil pilihan kedua saja? aku tidak keberatan kok kau akan mengubah nya?" Tawar Felix dengan tatapan mengoda nya.
"Tutup mulut mu, FELIX ERINA DAVKAZA!" geram Friska.
Felix terkekeh, “Baiklah-baiklah sayang! Ayo! Silakan ciumlah aku, Friska." titah Felix.
Friska menghirup nafas perlahan kemudian membuang nya. Mencoba menenangkan hati dan pikiran nya.
Ok Friska! Kau pasti bisa! Ini hanya cium, hanya! tidak lebih! Kau tak akan kehilangan apapun setelah ini! Dan berjanjilah, ini yang terakhir.
Friska menegakan sedikit badan nya dan mengontrol nafasnya, kemudian memajukan wajahnya perlahan.
Felix yang melihat Friska mendekat, berinisiatif memiringkan kepalanya kemudian ia menutup matanya.
Friska menelan saliva nya ketika wajahnya dan Felix hanya berjarak beberapa senti saja, bahkan hembusan nafas hangat Felix sudah terasa di permukaan bibir ranum Friska.
'Hayo Friska kamu pasti bisa, setelah ini kamu langsung pulang!!! kamu pasti bisa Friska!!!' Ucap Friska menyemangati dirinya sendiri. Setelah di rasa siap, Friska kembali memajukan wajahnya. Kini ia pun ikut memejamkan matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cieeeeeee Nungguin ya🤣
__ADS_1
Author Gantungi ah, biar kalian penasaran đź¤
Hehehehehe