Boss

Boss
SEASONS 2 : Edgar Namanya


__ADS_3

Felix mencari Friska di seluruh koridor, namun ia tak juga menemukan keberadaan gadis itu.


"Ck! Dimana kau gadis bar bar?!" Ujar Felix frustasi.


Ah sial! Mengapa Felix merasa khawatir seperti ini? Padahal sebelumnya ia sudah terbiasa, jika Friska menghilang disaat memergokinya sedang bercumbu dengan wanita lain.


Tapi entah kenapa, sekarang Felix justru merasa khawatir. Mendadak ia tak ingin kehilangan Friska......mungkin?


Felix pun mengacak rambut nya frustasi. Ah, dia benci perasaan ini.


Felix pun memutuskan untuk pergi ke rooftop, seperti nya rooftop pilihan terbaik saat ini. Ia sedang butuh ketenangan dan Felix rasa rooftop bukan pilihan yang buruk melainkan terbaik saat ini.


Ia sedang butuh ketenangan dan Felix rasa rooftop bukan pilihan yang buruk namun begitu ia sampai, bukan nya merasa tenang. Perasaan nya malah semakin campur aduk.


"Friska?” Panggil Felix.


Gadis berambut lebat itu pun menoleh dan sama seperti Felix, mendadak perasaan nya semakin tidak karuan.  "F--Felix"


Felix merapatkan mulutnya, kemudian jalan perlahan mengahampiri Friska, yang sedang duduk bersila sambil menatap kedepan.


"K-kau? S-sejak tadi kau disini?” Tanya Felix


Friska pun tersenyum canggung sambil menatap Felix. "lya."


Diam selama beberapa detik. Kemudian Felix mengambil tempat di sebelah Friska dan ikut menyilangkan kakinya.

__ADS_1


Keheningan menyelimuti kedua insan itu, keduanya sibuk dengan pikiran dan perasaan masing-masing. Entahlah mereka pun bingung akan perasaan mereka sendiri.


"Friska." panggil Felix tiba-tiba.


"Hm?" Jawab Friska tanpa menoleh.


"Kau tadi mau ngapain ke ruang kelasku?"


Deg!


Jantung Friska terasa berhenti berdetak. Sekelibat bayangan Felix sedang bercumbu dengan wanita tadi dan mendadak terlintas diotak nya, hati nya pun terasa sesak lagi.


"A-ah itu..." Jawab Friska terbata


"Itu apa? Kau membawa apa?" Tanya Felix, begitu ia sadar Friska tengan menggenggam sebuah bungkusan di tangan nya.


"Ini...tadi teman mu menitipkan ini padaku. Siapa namanya? Ed...? Edo?"


"Edgar namanya.” balas Felix cepat.


"Ah iya dia! Edgar. Dia menitipkan ini padaku, dan menyuruh ku memberikannya padamu. " jelas Friska.


Felix mengambil bungkusan itu kemudian tersenyum. "Terimakasih."


Friska pun membalas perkataan Felix dengan senyum manis nya dan hening terjadi lagi, Friska sibuk dengan pikiran nya. Sementara Felix sibuk dengan perasaan nya, "Friska.” panggil Felix lagi.

__ADS_1


"Iya?


"Pernikahan mu...dengan adik ku akan dilaksanakan minggu depan bukan?"


Deg!


Untuk kedua kalinya, Felix mampu membuat jantung Friska berhenti berdetak seketika dan Friska langsung menatap Felix, begitu pria itu bertanya kepadanya.


"Kau dan adik ku, akan segera menikah bukan?" Tanya Felix lagi


Entah mengapa Friska merasa ada sesuatu di balik pertanyaan Felix dan rasanya seperti.......


Entahlah, sedih dan ketidak relaan. Mungkin?


"A-ah, iya... Minggu depan adalah pernikahan ku dengan Farel. " ucap Friska.


Felix tersenyum, kemudian menunduk dan ia membuat pola abstrak pada lantai rooftop menggunakan sebuah kayu.


"Ah bocah itu! Tak terasa ia sudah dewasa." gumam Felix sambil terkekeh Friska diam namun memperhatikan.


“Ohiya, Friska” panggil Felix lagi


"Hm?" Jawab Friska sambil menoleh kearah Felix.


"Wanita yang kemarin di apartemen mu, dia siapa?" Tanya Felix. Friska terdiam sambil menatap Felix.

__ADS_1


“Apa...dia ibumu?" Tanya Felix lagi Friska memalingkan wajah nya. Friska melipat kaki nya setinggi dada dan kemudian menaruh kedua lengan nya diatas lutut Friska tersenyum masam, lalu berkata.


__ADS_2