
Aku mengambil ponsel gadis itu dan berniat mengembalikan nya. Namun baru saja aku sampai di depan pintu apartemen nya, aku sudah melihat Friska.
Tapi ia tak sendiri. Ia sedang berbicara dengan seorang wanita dan sepertinya wanita itu berusia sekitar 45 tahun, sama seperti ibuku.
Aku tak tahu apa yang mereka katakan. Namun dari raut wajah Friska, ia terlihat tidak nyaman dan tidak suka dan Friska seperti nya membenci wanita itu.
"Sayang, Ibu mohon."
Tunggu...apa? Ibu?
"Maafkan ibu, Friska. Ibu mohon Maafkan ibumu ini. Ibu menyesal sungguh dan ibu ingin memperbaiki segalanya sekarang. Ibu ingin bersama dengan putri ibu. Ibu menyayangi mu nak sangat sangat menyayangi mu."
Aku terkejut mendengar penuturan wanita itu. Jadi, wanita itu ibu Friska?
Tapi mengapa, Friska terlihat kecewa?
Bukan nya seharusnya ia senang bertemu dengan ibu nya?
"Ehhh Felix?"
Aku sedikit terkejut ketika Friska memanggil ku
"H-hai" sapaku kikuk
Friska melihat wanita itu sekilas kemudian menghampiriku. “Ada apa kau sampai naik?” Tanya Friska.
Aku merogoh saku celana ku. Kemudian memberikan ponsel nya kepada gadis itu. "Ponsel mu tertinggal, jadi ku kembalikan"
Friska sedikit terkejut, kemudian ia mengambil ponsel nya. “A-ah iya, terimakasih." ujar Friska gugup Aku melirik kearah dalam.
__ADS_1
Wanita itu masih memperhatikan aku dan Friska. Bisa aku lihat, ia menatap Friska dengan tatapan sendu, seolah ia ingin Friska memafaakan nya.
"Friska." panggil ku
"Hm kenapa?" Tanya Friska.
"W-wanita itu...apa dia ibumu?" Friska terdiam. Ia terkejut mendengar ucapan ku
Aku tidak berniat mencampuri urusan nya, hanya saja rasa penasaran ku sangat tinggi saat ini.
"Felix Erina Davkaza, I-ini sudah sangat malam dan Sebaiknya kau pulang. Sampai bertemu besok. Selamat malam."
Belum sempat aku menjawab, Friska sudah masuk terlebih dahulu dan segera menutup pintu apartemen nya
Friska Kamila Adiwangsa. Sebenarnya, kau ini kenapa?
...End FELIX POV...
Pria bersurai hitam itu menggeliat diatas kasurnya. Cahaya matahari seolah memaksanya untuk membuka mata dan segera memulai aktivitas nya.
Felix bangun dari kasurnya dan segera bersiap untuk pergi ke kampus, setelah menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam. Felix memasuki lorong Kampusnya, "Sayang"
Felix terkejut ketika seorang wanita menggelayut manja di tangan nya, begitu ia sampai ke dalam kelas.
"I miss you" ujar wanita itu manja sambil menyenderkan kepala nya di lengan Felix.
Felix tersenyum miring ketika tahu siapa wanita yang sedang menggoda nya ini.
Wanita itu menatap Felix menggoda dan Felix yang senang dengan pancingan seperti itupun merasa diuntungkan.
__ADS_1
"Kau tidak merindukan ku, hm?"
Wanita itu menggerakan jarinya perlahan. Mulai dari tulang rahang Felix, lalu turun ke bahu Felix, kemudian turun dan berhenti di dada pria itu.
Felix tersenyum senang, ketika wanita itu mengelus dada Felix dengan se*sual.
“Yura." panggil Felix.
Wanita bernama Yura itu pun menatap Felix sayu dan seolah menggoda Felix untuk segera menyerang nya.
"Hm?" Ucao Yura membuat pola abstrak di dada Felix.
Dan itu sukses membuat darah Felix berdesir dan beruntung kelas masih sepi. Belum ada yang datang.
Felix sengaja datang lebih pagi, karena ada urusan bersama Edgar.
"Kau tau apa yang kau lakukan, hm?" Felix menge*up bibir Yura.
Yura tersenyum senang. Kemudian berbisik sensual. "Aku merindukan mu Sayang."
Kemudian wanita berpakaian minim itu, menci*m bibi* Felix. Felix yang merasa mendapatkan untung, segera membalas ci*man itu lebih agresif.
Semakin sini, c*uman mereka terasa lebih menutut. Felix mendorong Yura hingga menempel pada tembok. Kemudian, meraup bi*ir wanita itu rakus. Seolah bi*ir itu adalah sarapan paginya.
Yura juga tidak tinggal diam, ia menyelipkan jari jarinya ke rambut hitam Felix. Yura menjabak rambut Felix sens*al ketika ciu*an Felix mulai turun ke leher.
Felix mulai membuka satu persatu kancing kemeja ketat Yura, namun saat ia hendak melahap kedua gundukan itu sebuah suara segera menghentikan aktivitas nya.
"Ups! Maaf menganggu!"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayoooooo Siapa itu.............