
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READINGš...
.............
"Kau Friska Kamila Adiwangsa?ā Tanya perempuan itu.
"Iya benar, saya Friska Kamila Adiwangsa."
"Ah akhirnya kamu datang juga, tuan Movic sudah menunggu anda nona. Mari saya antar masuk kedalam."
"Ah, Terimakasih banyak bu." ujar Friska sopan.
Friska pun mengikuti perempuan berumur tersebut dari belakang dan sambil sesekali mengedarkan pandangan nya pada seisi rumah ini mewah.
Bangunan dan interior nya pun terlihat sangat elegan. Nuansa putih bersih, sangat menambah kesan mewah pada rumah ini dan belum lagi beberapa koleksi yang terbuat dari emas.
Friska hanya bisa mendecak kagum, ini bisa menjadi salah satu referensi rumah impian nya.
__ADS_1
"Tuan, nona Friska sudah datang" ujar perempuan berumur itu yang berpakaian serba hitam tadi.
"Ah Iya! Terimakasih. Kau bisa kembali."
"Terimakasih tuan, kalo begitu saya kembali. Permisi" Ucap perempuan itu yang membungkuk hormat lalu pergi dengan perlahan.
perempuan berumur itu pun pergi dan meninggalkan Friska bersama pria yang ia yakini adalah Movic
āFriska kemarilah" Friska pun menurut, ia pun membungkuk sopan ketika sudah berada di depan Movic.
"Hallo Om, aku Friska Kamila Adiwangsa. Senang bertemu dengan mu" ujar Friska ramah.
Movic terkekeh melihat tingkah Friska, gadis ini sangat ramah dan sama persis seperti ayah nya.
Friska pun hanya tersenyum manis sebagai jawaban. "Oh iya, silahkan duduk Friska. Santai saja jika bersama ku."
"Ah iya Om, terimakasih" Jawab Friska sopan.
Friska pun segera mendudukan bokong nya di sebuah sofa yang Friska yakini harga nya cukup untuk biaya hidup Friska selama 1 tahun, bahkan lebih.
__ADS_1
Ah! Mengapa ia terus memikirkan semua biaya yang berada di rumah ini sih?
"Jadi, bagaimana kabar mu?" Tanya Movic yang mulai membuka obrolan.
"Aku baik Om, sangat baik! Om sendiri bagaimana kabar nya?" Tanya Friska sambil sesekali menatap keindahan rumah Movic.
"Ah.. Akupun baik. Seperti yang kau lihat" jawab Movic ramah. Friska pun terkekeh.
Ternyata Movic ini humoris juga, ia sama seperti mendiang ayah nya. Sikap nya yang hangat dan penyayang, mampu membuat siapa saja yang berada di dekat nya merasa nyaman.
"Sebelumnya, aku turut berduka cita atas kepergian ayah mu. Maaf karena aku tak sempat datang ke pemakaman ayahmu waktu itu. Saat itu aku ada meeting penting di Swiss, dan aku tidak bisa membatalkan nya. Sekali lagi aku mohon maaf ya Friska." Ucap Movic dengan wajah sedu.
"Tidak apa-apa Om, kau tak perlu meminta maaf. Lagipula aku sudah tau alasan mengapa Om tidak datang ke pemakaman ayahku waktu ituā ujar Friska sambil tersenyum.
"Kau gadis yang baik Friska. Ujang tak salah mendidik mu dan sikap mu sama sepertinya, baik hati, Humoris, sopan dan juga ramah" puji Movic.
Friska pun hanya menunduk malu sambil tersenyum, āEhhh ada tamu rupanya"
Friska yang sedang menunduk pun langsung menoleh ke samping dan disana berdirilah seorang wanita yang memakai pakaian santai khas ibu-ibu rumahan.
__ADS_1
"Sayang, perkenalkan ini Friska Kamila Adiwangsa, putri nya Ujang kau ingat enggak?"
"Hallo bibi, aku Friska. Senang bertemu dengan mu" sapa Friska ramah sambil membungkukan badan nya.