
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READINGđ...
.............
Tak lama sang pemilik rumah pun keluar, ia terkejut ketika mendapati Friska sudah tiba di rumah nya. Ia kira Friska akan datang nanti malam.
Tapi ternyata, gadis itu memilih menemui bibi nya di sore hari, setelah selesai kelas. âBibi kira kamu akan datang malam." ucap bibi Friska sambil memeluk ponakan kesayangan nya itu
"Bibi, aku merindukan mu makanya aku langsung berangkat selesai kelas. Maaf aku jarang mengunjungi bibi, aku sibuk akhir-akhir ini" jawab Friska sambil membalas pelukan bibi Dona yang sudah ia anggap seperti ibu nya sendiri
"Iya tak apa, ayo masuk. Kau pasti belum makan siang bukan?" Tanya bibi Dona sambil menarik Friska masuk ke dalam rumah.
Friska hanya tersenyum menjawab pertanyaan bibi Dona
"Kebetulan bibi baru saja selesai memasak, Ayo kita makan bersama" ajak bibi Dona
__ADS_1
Friska pun menurut, ia pun mengikuti bibi Dona duduk di kursi ruang makan.
"Kau ingin makan apa heum? biar bibi ambilkanâ Tawar bibi Dona
"Enggak usah bi, Aku bisa mengambil nya sendiri kok."
"Kau sudah dewasa ya sekarang" canda bibi Dona
"Aku pun bisa tumbuh bibi" rajuk Friska.
Bibi Dona pun tertawa. Memang sejak kecil, Friska sering bersama bibi Dona dan bahkan ia sering menginap di rumah bibi Dona. Bibi Dona sudah menganggap Friska sebagai anak nya sendiri.
Namun bibi Dona tidak menyerah, ia yakin. Suatu hari nanti ia pasti memiliki anak. Selama hampir beberapa tahun bibi Dona 'kosongâ ia selalu merawat Friska.
Ia menganggap Friska seperti putrinya sendiri. Dan bibi Dona yakin, jika ia merawat Friska itu bisa menjadi âpancinganâ agar ia bisa cepat memiliki anak dan benar, tak lama bibi Dona pun hamil.
Walaupun kehamilan nya sangat rentan, tapi bibi Dona tetap bisa menjaga kandungan nya. Hingga pada saat Friska berusia 3 tahun, seorang bayi laki-laki terlahir dari rahim bibi Dona
__ADS_1
Bayi itu bernama Reza Herwindo. Reza dan Friska tumbuh bersama, bahkan mereka sudah seperti saudara kandung.
"Bibi,kemana Reza?" Tanya Friska.
"Dia sedang latihan basket bersama teman nya. Sebentar lagi sekolah nya akan mengikuti turnamen" jawab bibi Dona
"Woah, bocah tengil itu memiliki bakat juga ternyataâ ujar Friska sambil menyuapi makanan kedalam mulut nya
"Siapa yang kau sebut bocah tengil, huh?" Protes Reza yang baru saja tiba.
"Eoh, kau sudah pulangâ ujar bibi Dona sambil berjalan kearah anak semata wayang nya itu
Reza pun menyalami tangan ibunya dan memeluk ibu nya itu, "Bagaimana latihan mu? Apakah semakin baik?" Tanya bibi Dona
"Baik Ibu, aku semakin jago tentunya"
"Cih! Anak bego seperti mu mana mungkin jago seperti ituâ cibir Friska.
__ADS_1
"Setidak nya badan ku tumbuh keatas ya Mbak, tidak seperti dirimu dan aku bingung mengapa kampus mu mau menerima bocah pendek seperti kau ya Mbak? Dibanding kan anak perempuan di kelas ku, mereka jauh lebih tinggi dari mu" balas Reza.