
Mohon maaf kalo jarang Update🙏 soalnya Alhamdulillah Saya sudah mulai berkerja jadi agak gak ada waktu nulis, Tapi ku usahakan Update seminggu 2X atau lebih kalo Author libur kerja😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Felix mendekatkan bibirnya kearah telinga Friska kemudian berbisik, "Hanya akan melalukan satu macam"
Badan Friska semakin menegang mendengar bisikan Felix, Felix mengeluarkan smirk nya dan itu sukses membuat nafas Friska naik turun dengan sangat cepat.
Felix senang menggoda gadis pemberani di depan nya ini dan sebenarnya mata nya sudah berkeliaran nakal sejak tadi, ia sempat melirik leher Friska yang mulus dan juga bagian dada Friska.
Bukan sengaja Felix melakukan nya, hanya saja jarak mereka begitu dekat sekarang dan Felix tepat berada 5 centi di depan Friska.
Felix mulai memiringkan wajahnya dan semakin memajukan wajahnya, kini nafas mint Felix sudah terasa di wajah Friska. Felix mulai memejamkan mata nya, tinggal sedikit lagi dan......
.
BUG!
Friska sukses menyikut 'Adik kecil' Felix dengan lutut nya, "Akhhh!" Ringis Felix sambil memegang ‘sesuatu' di bawahnya.
"Rasakan itu pria mesum!" Friska pun berhasil keluar dari kungkungan Felix, ia sudah berjalan beberapa langkah dan tiba-tiba berhenti.
Ia kembali menengok kearah Felix yang sedang menyender sambil sesekali meringis dan Friska kembali menghampiri Felix, Felix sempat tertegun melihat Friska kembali.
__ADS_1
Ia tersenyum miring, walau sebenarnya di bawah sana sedang sakit luar biasa. "Kau kembali lagi? Sudah ku bilang kan tidak ada yang bisa menolak pesona ku"
"Aku melupakan sesuatu" ujar Friska
"Apa?"
"Ini"
Plak!
Friska sukses menampar pipi mulus Felix, hingga Felix menghadap kearah kiri. Felix menganga tak percaya
"Selamat sore tuan Felix!" Ujar Friska kemudian pergi meninggalkan Felix.
___________
Ia masih diam tak mau menjawab, katanya dia akan menjawab nya jika sudah sampai di apartemen Edgar.
Zaiman membantu memapah Felix, karena sejujurnya rasa sakit itu belum hilang sehingga ia tak bisa berjalan.
Ting tong!
Zaiman pun memencet bel, tak lama Edgar keluar bersama Lutfi. "Eoh Felix, Lu kenapa?" Tanya Edgar.
__ADS_1
"Bisa kah gue masuk dulu Bang, gue kesakitan nih." pinta Felix. "Oh oke oke silahkan" Edgar pun memberi ruang agar Zaiman dan Felix bisa masuk.
Edgar menatap Zaiman seolah bertanya 'kenapa?' Dan Zaiman pun hanya menggeleng.
Felix pun duduk di sofa dengan perlahan, kakinya ia lebarkan agar rasa sakit nya menghilang.
Tiba-tiba Rusydi datang dan memukul paha atas Felix, "Hai Felix kemana saja Lu?"
"Akhhh!" Teriak Felix.
Semua nya terkejut mendengar jeritan Felix, bahkan Wahyu yang sedang tertidur pun sampai terbangun.
"Ada apa?" Tanya Edgar
"Ah sakit! Lu gila Rus?!" bentak Felix kepada Rusydi
“gue tidak melakukan apapun, gue hanya memukul paha lu! Lagian memang gue sering seperti itu kan?" Jawab Rusydi.
"Lu ini sebenarnya kenapa?" Tanya Zaiman, "Dan lagi, kenapa duduk mu seperti itu?” Tambah Lutfi.
Semuanya menatap Felix dengan penuh tanda tanya dan Felix pun menghela nafas nya. Mau tidak mau, ia harus menjelas kan nya bukan?
"Oke akan gue jelaskan. Tapi berjanjilah kalian tidak akan mengeluarkan ekspresi berlebihan dan terlebih lagi menertawakan gue"
__ADS_1
"Memangnya Lu kenapa?" Tanya Pandji.
"Pandji, lu tau kan gadis yang menabrak gue tadi pagi?" Ujar Felix memulai ceritanya. "Gadis yang mana?" tanya Pandji.