Boss

Boss
Pulang Ke Vietnam


__ADS_3

Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READINGđź’ś...


..............


Movic menarik dua koper besar ditangannya, Movic dan Cantika telah mendarat di Vietnam.


Untuk menemui orang tua Cantik dan untuk berjalan-jalan tentunya, Sebenarnya kedua belah pihak telah setuju dengan lamaran Movic.


Karena Cantika telah mengenalkan Movic kepada keluarganya sejak mereka berpacaran dan begitupun sebaliknya.


ketika orang tua Movic mendengar anaknya melamar Cantika, dia sangat senang dan ya karena pada akhirnya Movic akan menikah dan tentunya akan segera memberikan cucu untuknya.


sebenarnya orang tua Movic ingin sekali menemani anaknya itu untuk bertemu dengan calon mertuanya.


Namun apa daya Darius Davkaza ayah dari Movic sangatlah sibuk dengan pekerjaannya dan Ibunya Gitasya Kurniati juga sibuk dengan segala persiapan untuk pernikahan Movic dan Cantika.


"Movic Davkaza cepatlah.” Perintah Cantika, Cantika kesal karena Movic tertinggal di belakangnya karena jalan pria itu yang sangatlah lambat.


"Ya! aku menarik dua koper dan kopermu ini sangatlah besar, jadi jangan marah-marah jika jalanku lambat!" Dumel Movic.


"Kau kan laki-laki seharusnya kau mempunyai tenaga yang besar sangat besar! Percuma kau punya Otot lenganmu itu" Dumel Cantika balik.


“Terserah, perempuan selalu benar." Ucap Movic pelan.


__________


Mereka telah sampai di rumah orang tua Cantika dan mereka disambut dengan meriah di kampung halamannya Cantika.


Maklum, karena Cantika satu satunya anak dari keluarga Erina, jadi yaa mereka selalu berlebihan jika mengenai gadis itu.


"Aigoo, calon menantuku telah tiba." Ucap sang Mommy, ia pun memberikan pelukan yang hangat untuk Movic.


"Mom! Aku anakmu bukan dia loh!" Teriak Cantika, karena Mommy nya memeluk Movic terlebih dahulu dan mengabaikan dirinya yang ada disampingnya.


"Iya Mommy tahu." Jawab Mommynya.


"Dad! lihat Mommy, dia lebih menyambut Movic dibanding diriku yang anaknya sendiri!" Ucap Cantika pura pura tak terima, sang Daddy pun hanya tersenyum.


"Karena Movic akan menjadi bagian dari keluarga kita, makanya kita lebih memilih menyambut Movic." Ucap sang Mommy yang dibalas tawaan dari mereka terkecuali Cantika.


Cantika? Semakin jengkel.


"Sudah-sudah, sekarang Cantika kau antarlah calon suamimu itu Ke kamar tamu." Ucap sang Daddy yang berhasil membuat pipinya memerah.


Cantika masih saja malu, jika mengingat Movic akan menjadi suaminya. HeHehe

__ADS_1


Cantika pun memberikan isyarat agar Movic mengikutinya dan Movic yang mengerti hal itu segera mengikuti Cantika dengan membawa dua koper.


Untung Movic mah strong:)


________


Acara lamaran pun berjalan lancar, sudah ditetapkan mereka akan menikah 2 bulan lagi. Tempatnya tentu saja di Indonesia.


Kenapa di Indonesia? Karena teman-teman mereka kebanyakan disana, rekan bisnis Movic pun.


Lagian kalo nikahan mereka di Vietnam kan sayang duit, mereka harus bayar biaya penerbangan teman-teman mereka.


Secara teman-teman mereka tim hemat hemat club, tim traktir traktir club juga dan itulah salah satu alasan yang diutarakan Cantika.


Karena pastinya mereka tak mau mengeluarkan uang hanya untuk menghadiri pernikahan Cantika dan Movic di Vietnam.


Jahat memang, tapi itu realita. Wkwkwkwk


Sekarang Movic dan Cantika sedang menikmati waktu mereka dengan berkencan, memanfaatkan sisa waktu mereka di Vietnam dengan menghabiskan waktu berdua. Termasuk kegiatan di kamar:v


Maksudnya tidur kok. hahahaha


"Mas Movic, ikan ini sangat enak.” Ucap Cantika senang.


Ya, mereka sedang makan di salah satu restoran terkenal di Vietnam. Movic pun mencoba ikan itu dan sedetik kemudian matanya melotot.


“Kau menyukai ikan itu Mas?" Tanya Cantika.


"Ya, sangat.” Jawab Movic.


“Makanan Vietnam memang sangat enak, sayang sekali kau baru mencoba. Hidupmu selama ini sangat sangat disayangkan tak pernah mencoba ini." Ucap Cantika dengan nada di dramatiskan.


"Ya memang sayang sekali, tapi selama sisa hidupku akan dipenuhi dengan masakan Vietnam yang dibuatkan oleh istriku yang tentunya udah dari kecil di Vietnam.” Ucap Movic yang berhasil membuat pipi Cantika memerah lagi.


Movic memang pintar mengombal orang.


*Apalagi gombal Cantika, udah jadi jagonya.


Karena Cantika istimewa, di dalam dunia dirinya*.


Karena hatinya telah diambil oleh Cantika Erina Putri.


_________


Setelah berjalan-jalan, mengelilingi restoran disana dan membeli berbagai barang.


Menikmati indahnya bulan, menikmati dunia mereka dan mereka pun akhirnya terbaring lelah di kasur mereka.

__ADS_1


"Movic, kau sudah tidur?" Tanya Cantika.


"Belum." Jawab Movic.


"Rasanya sulit sekali untuk tidur." Adu Cantika.


Movic pun segera memiringkan badannya ke arah Cantika dan lalu menariknya ke dalam dekapannya.


Cantika dengan sigap melingkarkan tangannya di pinggang sang kekasih.


"Mas Movic mau berapa anak yang kau inginkan?" Tanya Cantika tiba-tiba.


"Kenapa kau bertanya itu tiba-tiba? Kau ingin membuatnya dari sekarang? Ayo!" Ucap Movic bersemangat.


"Ya! Dasar mes*m!" Ucap Cantika sambil mencubit pinggang Movic.


"Aww! Itu sakit sekali!"


"Lagian aku bertanya serius tau!" Ucap Cantika sebal.


"Dan aku juga menjawab dengan serius Nyonya Movic Davkaza!" Balas Movic.


"Ihhhh nyebelin banget sih_-"


"Baikalah akan ku jawab, aku ingin memiliki banyak anak? Bagaimana kalo 5?" Tanya Movic dengan polosnya. "Terlalu banyak Mas!"


"Ya udah kalo gitu 6?" Tanya Movic, "Ya!"


"7 Gimana?"


"Mengapa malah menambah? Bukannya berkurang" protes Cantika.


"Kau ingin 8?"


Cantika menggelengkan kepalanya. "9?" Cantika menatap tajam Movic.


"Apa kau ingin 10 anak? Baiklah aku sanggup kok sayang." Ucap Movic dengan senyumnya yang menggoda Cantika.


"YA! sekalian saja bikin kesebelasan kayak Tim Sepak Bola!!" Omel Cantika.


"Woahhhh ide yang bagus tuh dan ayo kita bikin dari sekarang!" Ucap Movic semangat. Sambil terus mendekakan dirinya ke arah Cantika.


"Ya!!!"


"Ayolah Sayang, semakin kita membuatnya dari sekarang dan semakin cepat kita mendapatkan anak-anak." Ucap Movic dengan smirk diwajahnya.


"YAAAAAAA! MOVIC DAVKAZA! MENJAUH DARIKU!"

__ADS_1


__ADS_2