
Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.
...HAPPY READINGđź’ś...
..............
"Yang tadi pagi gue tunjukin pada lu" Pandji menatap ke atas mengingat-ngingat siapa yang Felix maksud.
"Oh gadis itu! Dia mahasiswi musik Semester 1 kan" ujar Pandji.
"Lalu apa hubungan nya antara lu dan gadis itu apaan?” Tanya Lutfi.
Felix menghela nafas kasar sebelum ceritanya, "Jadi tadi dia memergoki gue saat gue berduaan dengan seorang mahasiswi dan gue lupa namanya yang jelas dia mahasiswi jurusan tata busana"
Wisnu memukul kepala Felix dengan majalah yang sedang ia baca tadi. "Akh sakit Bang!" Ringis Felix sambil mengusap puncak kepala nya.
"Kebiasaan lu itu! Sampai kapan lu akan bermesum di ruang dance?" Tanya Wisnu yang memang sudah hatam dengan kelakuan sahabat nya yang satu ini.
"Gue hanya melakukan nya jika gue sedang nafsu saja bang"
"Dan nafsu mu itu setiap saat, lama-lama gue bilang bapak lu." ujar Edgar malas
__ADS_1
"Aish mengapa jadi bahas nafsu gue sih? gue lanjutkan atau tidak nih?"
"Lanjutkan bang." ujar Pandji
"Sebenarnya aku ingin memberi gadis itu sedikit pelajaran, agar ia tak melaporkan nya pada siapapun."
"Pelajaran apa yang kau maksud?" Tanya Zaiman. "Hanya sedikit bermain-main, tadinya aku ingin menggoda nya dengan menci*m nya"
"Lu gila Felix Erina Davkaza!" Ujar Wisnu sambil melenggang pergi ke dapur
"Tapi Bang, setahu ku dia itu gadis yang galak dan juga dingin. Tapi tidak terlalu dingin juga, ia hanya akan dingin terhadap orang yang ia tak kenal. Jika sudah kenal maka ia akan menjadi orang dengan pribadi yang hangat" jelas Pandji.
"Kenapa Lu bisa tau?" Tanya Rusydi.
"Memang dasarnya Felix nya saja yang mes*m" celetuk Edgar.
"Bang! Gue tidak seperti itu" bantah Felix, "Lalu apa kabar semua blue film di laptop dan beberapa koleksi video di handphone Kau itu?" Tambah Zaiman.
"Aish kalian ini menyebalkan sekali!"
"Lu kebanyakan bergaul ama Om Afdan, jadi kotor pikiran lu njir." Ucap Rusydi, "Lah kok bawa-bawa bapak gue? emang felix nya aja yang san..gean, jadi nyalahin bapak gue. Bapak gw alim ye." Ucap Pandji yang gak terima bapaknya di fitnah.
__ADS_1
^^^*Author :Eleh Para Readers pun tau gimana kelakuan Afdan? Afdan Alim?^^^
“Lalu apa hubungan nya antara Lu dan gadis itu sehingga Lu seperti ini?” Tanya Lutfi yang penasaran
"Apa jangan jangan dia?—" Ujar Zaiman yang menggantungkan perkataan nya.
"Buang pikiran kotor lu itu jauh jauh Bang, dia tidak melakukan itu pada gue"
"Lalu apa?" Tanya Edgar
Felix menghela nafas nya kasar, ia ragu mengatakan nya. "Cepat katakan Felix gue penasaran." paksa Lutfi.
"Jadi tadi pada saat aku akan menci*m nya, dia..."
"Dia apa?” Desak Pandji.
"Dia..."
"Njir Felix jangan membuat gue penasaran!" Desak Zaiman.
"Pada saat gue akan menci*m nya dia—dia....dia malah menendang gue" ujar Felix pelan. "Maksud Lu menendang?" Tanya Edgar
__ADS_1
"Aish! Dia—dia menendang adiku, kau mengerti kan?" Kesal Felix.