Boss

Boss
SEASONS 2 : Sahabat


__ADS_3

Jika menyukai Novel ini silahkan tinggalkan Like, komentar dan Favoritkan. Boleh juga Vote dan kasih gift ke Author biar semangat Author menulisnya.


...HAPPY READING💜...


................


"...Maka, akan ku pastikan kau akan berteriak nikmat dibawah ku setiap malam nya Friska kamila." bisik Felix sens*al.


Glek!


Sungguh! badan Friska mendadak kaku setelah mendengar bisikan Felix yang terakhir dan ia mencoba menelan ludah nya sendiri, entah kenapa tenggorokan nya mendadak kering.


Felix berdiri, kemudian melihat Friska yang mematung. Senyum miring, tercetak di wajah tampan nya. Suruh siapa, bermain-bermain dengan seorang Felix Erina Davkaza?


Felix mengambil jaket nya yang berada di belakang pintu, kemudian bergegas keluar.


Namun sebelum keluar, ia sempat berbicara. "Aku tunggu kau di kampus sayang. Dan jangan lupa dengan perkataan ku tadi. Aku pergi!" Felix menutup apartemen cukup keras. Dan itu sukses membangungkan Friska dari pikiran alam bawah sadar nya dan tak butuh waktu lama, kesadaran nya pun kembali.

__ADS_1


"KURANG AJAR KAU FELIX!"


_______


Friska menyenderkan kepalanya ke tembok kantin sambil menutup kedua mata nya. Entahlah, rasanya hari ini ia begitu lelah.


"Friska, apa kau sudah menyiapkan sesuatu untuk acara kelulusan angkatan tahun ini?" Tanya Sofia yang memulai percakapan.


"Menyiapkan apa maksud mu?" Tanya Friska yang masih setia memejamkan matanya.


"Apa kau lupa? Di akhir bulan ini kan setiap angkatan harus menampilkan sesuatu untuk di persembahkan saat acara wisuda nanti" jelas Sofia.


Padahal acara itu sangat lah penting bagi Friska, karena acara itu juga menjadi nilai penentu akhir semester nya nanti.


Sepertinya Friska memang membutuhkan istirahat, kinerja otak nya sudah mulai melambat sepertinya.


"Ah iya, aku lupa." lirih Friska.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padamu? Tak biasa nya kau melupakan hal seperti ini.” tanya Sofia.


"Sorry, aku hanya sedikit lelah saja Sofia." ujar Friska sambil menahan kening nya dengan telapak tangan sebagai tumpuan.


“Kau ada masalah? Ingin bercerita?" Tawar Sofia. Friska hanya diam, ia hanya menghela nafas kasar.


"Tak apa jika kau tak ingin bercerita, aku tak kan memaksa" ujar Sofia lembut. Memang hanya Sofia yang mengerti dirinya dan Sofia adalah orang kedua, setelah bibinya yang sangat mengenal Friska.


Mereka memang baru berteman sejak masa pengenalan kampus dulu. Namun entah mengapa, perasaan mereka langsung terikat seperti sahabat yang memang sudah mengenal sejak lama.


Friska, si keras kepala yang emosian dan Sofia si lembut yang pengertian. Mereka berdua saling melengkapi, walau terkadang ada Saja pertengkaran yang terjadi diantara mereka.


Tapi mereka selalu bisa menyelesaikannya, dengan pikiran dan cara yang sudah mulai dewasa.  "Kau benar Sofia" ujar Friska tiba-tiba


"Maksud mu?" Tanya Sofia bingung. Friska sengaja menjeda perkataan nya dan sebenarnya Friska tak ingin menceritakan ini pada siapapun.


Karena jika ia bercerita kepada Sofia, Friska takut ceritanya malah menjadi beban untuk Sofia.

__ADS_1


Tapi, ia juga tak kuat menahan ini sendirian dan semua masalah yang belakangan ini ia hadapi, tak kuasa ia tahan sendiri.


Ia juga butuh seseorang untuk bersandar, ia juga butuh seseorang untuk mendukung nya disisi nya dan hanya Sofia lah yang bisa Friska jadikan tempat untuk mengadu Saat ini.


__ADS_2