Boss

Boss
SEASONS 2 : Mulai Bercerita


__ADS_3

"Kau tau mengenai sekolah musik yang ayah ku bangun, bukan?"Tanya Friska.


"Aku tau, bahkan kau sampai bekerja menjadi guru dan bekerja paruh waktu agar sekolah itu tetap berdiri, kan?” Ujar Sofia. Friska mengangguk, ia membenarkan perkataan Sofia dan memang selama ini Friska bekerja menjadi guru musik di sebuah playgroup dan juga bekerja paruh waktu, di sebuah cafe bernuansa musik.


Dan gaji yang ia dapat, sebagian untuk dirinya dan sebagian lagi ia gunakan untuk keperluan sekolah musik yang menjadi warisan satu-satu nya dari ayah nya.


Sebenarnya Friska juga selalu menerima uang dari ibu kandung nya setiap bulan nya. Namun, Friska tak bisa hanya bergantung pada uang pemberian ibu nya bukan?


Bagaimana jika ada sesuatu atau keperluan yang mendesak dan pada saat itu uang yang Friska punya tidak mencukupi untuk keperluan itu?


Biasanya, Friska bekerja di hari Rabu dan Sabtu. Karena memang, Rabu, Sabtu dan Minggu Friska libur kuliah.


Di hari Rabu Friska bekerja sebagai guru, di hari sabtu Friska bekerja dari pagi hingga siang hari di cafe milik teman sekelas nya dan di sore hari nya, ia mengajar di sekolah musik nya.

__ADS_1


Sayang nya waktu nya menjadi sulit diatur setelah ia terlibat perjanjian bodoh itu dan semenjak Friska menjadi asisten Felix, waktu untuk bekerja dan mengajar nya menjadi tak teratur.


Bahkan di minggu-minggu ini dan Friska sudah 2 kali tak masuk kerja, padahal biasanya Friska selalu masuk.


Mungkin ia harus membicarakan ini dengan Felix nanti dan tak mungkin, ia harus berhenti bekerja hanya karena pria menyebalkan itu bukan?


"Hai! Friska!" panggil Sofia yang menjentik kan jari nya di depan wajah Friska.


"Kau belum melanjutkan ceritamu." ujar Sofia.  "Ah iya, Maaf. Tadi aku melamun"


"Jadi, memang nya ada masalah apa dengan sekolah mu?"


"Beberapa minggu yang lalu, ada yang membeli tanah di sekitar lahan sekolah ku dan bibi Dona bilang....kami harus pindah." ujar Friska lirih.

__ADS_1


Mata Sofia terbuka lebar begitu mendengar perkataan Friska.  “Apa?! Kenapa bisa?! Dan kenapa harus pindah? Bukan kah kau selalu tepat waktu membayar sewa?" Tanya Sofia menggebu, pasal nya ia juga terkejut karena setahu nya Friska memang tak pernah tak membayar uang sewa.


"Bukan itu masalah nya. Istri Pak herman sedang sakit parah dan dia sangat membutuhkan banyak uang. Kebetulan, ada sebuah perusahaan yang ingin membeli seluruh lahan tanah di sekitar sekolah ku. Dan terpaksa, tuan Herman harus menjual tanah nya untuk biaya pengobatan istrinya." jelas Friska.


"Really? Lantas bagaimana nasib sekolah mu?" Tanya Sofia.


"Kau tau bukan, sekolah itu adalah harta paling berharga untuk ku, bahkan lebih berharga dari diriku sendiri?"


"Ya, sekolah itu adalah jantung mu Friska." ujar Sofia sambil tersenyum. Ia tau siapa gadis di depan nya ini.


Ia akan mempertahankan hak dan apapun yang sudah menjadi kesayangan nya, apapun yang dia cintai. Dia akan mengobarkan apapun demi sekolah musik itu, sekalipun nyawa nya.


"Setelah mendapat berita itu, aku langsung mendatangi kantor perusahaan yang membeli lahan tersebut. Aku menemui CEO dari perusahaan itu, kebetulan bibi Dona mempunyai kartu nama perusahaan nya, jadi aku tidak terlalu kesulitan mencari nya." jelas Friska lagi.

__ADS_1


__ADS_2