Buanglah Mantan Pada Tempatnya !

Buanglah Mantan Pada Tempatnya !
Ep.11


__ADS_3

" Bi...Bibi...Bi Odah..." Teriak Dara menuruni tangga.


" Iya neng...saya neng.." Bi Odah menjawab dari dapur.


" Bi..tolong sarapan aku masukin di kotak bekel ya..nanti aku makannya di kantor. " Dara duduk di meja makan menyuruput teh hangatnya.


" Ya Ampun sayang, rambut kamu kok acak-acakan begitu, nak ? " Mama yang baru keluar dari kamar membelai ramput Dara.


" Iya Ma, Dara lagi buru-buru. Tadi sore Bu Yanti baru ngasih kabar kalo hari ini mau ada rapat sama Pak Seno tentang peralihan tugas kerjanya. Dan aku belum selesai bikin laporannya. " Dara duduk dengan rambut yang sedang dirapikan oleh Mama.


" Dah..kalo rapi beginikan anak Mama cantik. " Mama selesai merapikan rambut kuncir kudanya Dara.


" Doain Dara ya Ma, soalnya nanti akan dinilai juga hasil laporannya. Yang hasilnya bagus akan direkomendasikan sebagai penggantinya Pak Seno di kantor pusat. Kalau aku berhasil, aku bisa tunjukin ke Papa dan Pakde Wawan kalau aku bisa ke tahap posisi itu tanpa harus mengandalkan koneksi orang dalam. Karena aku melakukannya dengan kemampuanku. " Dara mengepalkan tangannya tanda semangat.


" Iya sayang, doa terbaik selalu Mama panjatkan untuk anak-anak Mama. Semangat ya sayang. " Mama mengecup kening Dara.


" Terima kasih Mama. " Dara memeluk Mamanya.


" Ini neng, bekalnya sudah siap. " Bi Odah menaruh kotak bekalnya di depan Dara.


" Makasih, Bi..Aku berangkat dulu ya..Daahh.." Dara berdiri dari duduknya dan memasukan kotak bekalnya ke dalam tas punggunya.


Dara berlari ke arah garasi untuk mengambil motor metiknya. Tetapi, salah satu ban motornya kempes.


Dug! Dara menedang ban motornya.


" Aduh..kenapa kempes segala sih..orang lagi buru-buru juga. " Dara menggerutu.

__ADS_1


" Mau saya anter pake mobil neng ? " Tanya Pak Yogi salah satu supir di rumah Dara.


" Gak deh pak..nanti malah kejebak macet..jadi telat deh. " Dara cemberut. " Aku panggil ojek online aja deh. " Dara langsung mengambil HPnya dan memesan ojek online. Tak berapa lama ojek online yang dipesannya sudah datang. Dara langsung duduk dibelakang pengemudi sambil mengenakan helmnya.


Motor ojek online yang ditumpanginya membelah jalan raya ibukota yang mulai dipenuhi dengan pengendara yang lain. Akhirnya Dara pun sampai dikantornya. Kurang lima menit dari jadwal jam kerjanya.


" Akhirnya nyampe juga. " Dara membanting pantatnya ke kursi kerjanya. Dengan nafas yang masih tersengal-sengal dia menyalakan komputernya.


" Mepet amat lu datengnya. Yang lain udah mulai ketak-ketik dari tadi nyiapin laporannya. Lu emang gak mau dapet rekomendasi jadi Manager di kantor pusat ? " Kata Novi yang baru keluar dari dapur kantor membawa secangkir kopi.


" Ya maulah..tadi tiba-tiba ban motornya kempes jadi nunggu ojol dulu. " Dara mulai membuka file-file yang ia perlukan.


" Yudah kalo gitu..good luck ya..semoga berhasil.." Novi menepuk bahu Dara.


" Thank you say.." Dara mulai memainkan jarinya diatas keyboard. Dengan sesekali memakan bekal nasi goreng yang sudah disiapkan oleh Bi Odah tadi.


Setelah mendengarkan pemberitahuan itu Dara kembali pada komputernya. Dengan jari yang menari diatas keyboard dan mata yang bergantian melihat ke layar komputer dan file yang ada disampingnya.


Tululut..Tululut..! Tululut..Tululut..! Telpon interkom kantor berdering. Novi mengangkat telponnya.


" Halo....iya saya sendiri......baik saya akan kesana..Terima kasih..selamat siang.." Novi langsung meninggalkan meja kerjanya setelah menutup telpon itu.


" Aggghh..!! Akhirnya sedikit lagi selesai.." Dara meregangkan badannya dengan mengangkat kedua tangannya. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan. " Kemana si Novi ? " Dia mengangkat bahunya untuk menjawab pertanyaannya sendiri lalu melanjutkan lagi kerjanya.


Novi datang dengan secangkir kopinya. Dia berjalan sambil meniup-niup kopi panasnya. Lalu tiba-tiba..Byur ! kopi yang ada digelas muncrat ke arah baju kemejanya Dara.


" Auu! Panas.." Dara mencoba melihat apa yang sedang terjadi. Bahu kirinya terkena percikan kopi hitamnya Novi.

__ADS_1


" Sorry, Ra...Sorry..gak sengaja.." Novi segera menaruh cangkir kopinya di atas meja kerjanya. Lalu mengambil beberapa lembar tisu dari dalam tasnya.


" Sini, Ra..gue bantu bersihin.." Novi mencoba mengelapnya dengan tisu. Tetapi justru tisunya menambah noda dikemejanya Dara.


" Udah Nov..udah..ini tisunya yang makin kemana-mana..udah gue ke kamar mandi aja wat ngebersihinnya.." Dara berlalu menuju kamar mandi.


Novi mematung. Merasa bersalah sama Dara.


Di dalam kamar mandi, Dara menyalakan air kran di westafel. Mengambil sedikit air dengan tangan kanannya, lalu diusap-usapkan ke bahu kirinya yang terkena noda kopinya Novi.


" Hmm..gak bisa hilang semua nih nodanya. Tapi lumayan ada bau kopinya. Nyamarin bau keteklah..Hehehe.." Dara menertawakan diri sendiri. Setelah selesai dia kembali ke meja kerjanya. Mencetak hasil laporan yang telah dibuat. Dan dia memasukkannya dalam map merah.


" Ra,sebagai permintaan maaf gue traktir lu ya..Yuk kita makan mie ayam ditempat biasa.. " Ajak Novi.


" Gah ah Nov...setelah makan siang kan mau penilaian sama Manager kantor pusat. " Dara menggelengkan kepalanya, menolak ajakan Novi. Akhirnya mereka makan di kantin kantor. Karena merasa gugup Dara tidak menghabiskan makanannya.


Mereka kembali keruang kerja mereka. Beberapa karyawan yang sudah menyelesaikan istirahat makan siangnya langsung menuju ruang rapat dengan membawa map ditangannya. Dara pun dengan setengah berlari dia menuju ke meja kerjanya untuk mengambil map yang berisi file laporan yang telah dibuat. Tetapi tiba-tiba....Brak! Kaki Dara menabrak sekat pembatas meja kerja.


" Auu! Sakit..sakit..sakit.." Dara langsung duduk dikursi kerjanya dan melepas sepatunya lalu mengusap-usap jari kakinya yang sakit.


" Hati-hati dong say.." Novi mengambil sembarang map yang ada di meja lalu menjadikannya kipas untuk mengurangi rasa sakit di jari kaki Dara.


" Udah Nov..udah..gak apa-apa gue.." Dara menghentikan Novi agar tidak mengipasinya lagi.


" Ya ampun Ra, sory...gue asal ngambil mapnya dan sekarang udah lecek kertas laporannya. " Novi memasang tampang sedih.


" Gak apa-apa,Nov..gue tinggal cetak ulang ajah..filenya masih ada kok..udah gue simpen. " Dara membalikan badannya ke depan komputer. Dia mulai mencari file laporan yang sudah disimpan sebelumnya. Seketika raut muka Dara berubah panik.

__ADS_1


" Kok filenya gak ada...tadi gue udah simpen dan taruh difolder dokument. Tapi kenapa ini gak ada ? Gue cari pake sistem pencari juga gak ketemu. Mana katanya harus ada softcopynya juga lagi. Haduh gimana nih ? " Dara cemas dan bingung.


__ADS_2