
Dara baru saja keluar dari kamar mandi. Mengeringkan rambutnya dengan handuk yang masih basah. Dia di kamar itu bersama Novi dan dua teman perempuan lainnya. Yaitu Eka dan Irma.
" Ra, kayaknya ada yang nyariin lu dah. " Kata Novi yang sedang duduk ditepi ranjang sembari mengunyah kripik kentang.
" Siapa ? "
" Anak lu..tuh dengar gak suaranya ? " Kata Novi menghentikan senam mulutnya.
Dan memang sayup-sayup terdengar suara anak kecil yang sedang berteriak memanggil nama Dara.
" Tante Dara..Tante Dara..where are you ? " teriak Putri
" Uncle, where is tante Dara ? " Putri bertanya dengan salah satu orang yang ditemuinya di paviliun itu.
" Mungkin ada di kamarnya. Itu kamarnya paling ujung. " Jawab orang itu.
" Thank you, uncle. " Putri pun langsung berlari menuju kamar yang ditunjukan oleh orang itu.
Tok ! Tok ! Tok ! Suara orang mengetuk pintu kamar.
" Tuh, benerkan..itu anaknya dateng. " Timpal Novi.
" Apa sih lu Nov ? Kalau Bu Yanti sampe denger kan gak enak. "
" Tapi kan emang bener Ra. Dia lebih deket sama lu ketimbang sama emaknya. Dan bukan gue dong yang ngeliat. Semua orang yang dikantor juga ngerasain kok. Bener gak fren ? " Novi meminta persetujuan sama kedua teman perempuannya yang lain.
" Iya bener kok Ra. Kelihatan banget di muka si Putri. Kalau lagi deket sama lu wajahnya langsung ceria, matanya langsung berbinar-binar. Beda kalau lagi sama Momynya. Mukanya ditekuk mulu. " Eka membenarkan kata-kata Novi.
" Udah-udah..ngobrolnya nanti lagi..kasihan Putrinya nungguin di depan pintu. " Kata Dara yang langsung menuju pintu dan membukanya.
" Halo my princess..kamu kenapa ada disini ? " Dara menyapanya lalu menggandeng tangannya masuk ke kamar.
" I'm looking for you my queen..I'm bored..I want playing with you. " Putri memasang muka sedih.
" Smile plis..my princess gak cantik kalau lagi cemberut. " Dara menggodanya.
" Betul, Princess itu harus senyum biar beautiful kaya aku. " Novi senyum menampakkan giginya.
" No! You are not beautiful. You are funny as a clown. Ha..ha..ha.." Putri tertawa.
__ADS_1
" Putri.." Dara membawanya duduk di tepi ranjang dekat Novi.
" Jangan seperti itu sayang. Itu tidak baik. Kamu tidak boleh menertawakan orang seperti itu. Memang Putri mau ditertawakan oleh orang ? "
Putri menundukkan wajahnya lalu menggeleng.
" Sekarang tante tanya lagi. Kalau Putri diejek sama orang perasaannya bagaimana ? Sedih tidak ? "
Dengan wajah yang masih menunduk Putri mengangguk.
Cup ! Dara mencium kepala Putri.
" Ini baru my princess..Sekarang minta maaf ya sama tante Novi. "
Putri mengangkat kepalanya lalu mengulurkan tangannya ke Novi.
" Aunty, I'm sorry.."
" Iya gak apa-apa " Novi memasang muka sedih.
" Ok ! Now we are friends ! Ayo tante eka..tante irma gabung..Sekarang kita semua teman. " Dara memanggil kedua temannya yang lain. Dan mereka berlima berpelukan.
" Putri, speak bahasa plis. No more english. Ok ? " Kata Dara sambil tersenyum.
" But, if momy hears me not speaking english she will be mad at me. " Putri memelas.
" My Princess..Kita ini teman Putri. Kalau Momy marah kita semua akan bantu Putri. " Dara meyakinkan Putri. " Kita boleh belajar bahasa dari negara yang lain. Apalagi bahasa Inggris bahasa internasional. Tetapi bukan berarti kita melupakan bahasa negara kita, Indonesia. Ok sayang ? " Lanjut Dara.
" Ok ! Tante Dara. I..em sorry..I mean..ehh..maksudnya aku akan coba. "
Dara langsung memeluknya. Dia tahu sebenarnya anak ini tidak nyaman dengan selalu berbicara bahasa inggris. Tetapi, dia terus melakukannya karena paksaan dari Momynya, yaitu Bu Yanti.
Akhirnya Dara dan Novi mengajak Putri main di taman depan. Padahal masih banyak orang yang berlalu lalang disana sedang menyiapkan pesta yang beberapa jam lagi akan dimulai.
" Putri, kita jangan main disini ya..Disini banyak orang yang lagi kerja. Kita tidak boleh mengganggu mereka. Bagaimana kalau kita main di taman belakang saja ? Kita main petak umpet disana. Mau ya sayang ? " Kata Dara sembari mengusap-usap kepala Putri
" No ! Aku gak mau main dibelakang. Aku mau main disini tante. Plis.... " Putri mengatupkan kedua tangannya memohon.
" Tapi disini banyak orang sayang, kalau nanti ketabrak mereka bagaimana ? Nanti.." Perkataan Dara dipotong Novi.
__ADS_1
" Sudah gak apa-apa, Ra. Lagian kalau dilihat bentar lagi mereka selesai. Kita mainnya disekitar sini saja. Jangan sampai kesana-sana. Kita petak umpatnya sekitar sini aja. " Timpal Novi.
" That's right aunty Novi ! Kita mainnya disini saja. Jadi tidak mengganggu mereka juga. " Putri menyetujui ide Novi. Dan sekarang mereka mengacung-acungkan jari jempolnya ke atas.
Dara hanya menggeleng dan tersenyum melihat tingkah mereka. Dan permainan petak umpet pun di mulai. Ternyata Dara yang jaga, Novi dan Putri bersembunyi.
" 1..2..3..4..5..6..7..8..9..10..Sudah belum ? " Dara menutup matanya menghadap pohon.
" Beluuum.." Jawab Novi dan Putri kompak, sembari mereka mencari tempat persembunyian.
" Sudah belum ? " Tanya Dara lagi.
" Sudaahh.." Jawab mereka kompak.
" Ok ! Bersiaplah ! Aku akan cari kalian. " Dara berjalan menyusuri taman mencari mereka.
Dara mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman. Mencari keberadaan Novi dan Putri. Kemudian tiba-tiba dia mendengar ada suara seseorang sedang ngobrol. Siapa itu ? Seperti suara Putri dengan...?
" Hai Princess.. What are you doing here ? " kata Ardi yang menemukan Putri sedang duduk dibelakang pot bunga yang sangat besar.
" Sssstt.. I'm playing hide and seek with my queen. " Jawab Putri berbisik dengan satu jari ditempelkan dibibirnya.
" Ups! Sorry ! " Ardi ikut berbisik dan sekarang ikut jongkok disamping Putri. " Your queen ? But I just met your Momy there. " Lanjut Ardi
" She is not my queen. Momy is momy not my queen.." Putri menjelaskan.
" Putri ketemu! " Dara menemukan Putri yang sedang duduk dibelakang pot bunga besar.
Tiba-tiba tinggkahnya langsung berubah ketika dia melihat Putri bersama dengan Ardi. Ternyata yang dari tadi ngobrol sama Putri adalah Ardi. Ini sudah menjawab pertanyaannya tadi.
" She is my queen. " Putri melanjutkan obrolannya tadi yang terpotong karena Dara. Kemudian Putri berdiri dan memeluk Dara.
" Your queen is beautiful. " Ardi berbisik pada Putri.
Tetapi karena mereka sangat dekat maka Dara pun mendengar kata-kata yang dibisikan oleh Ardi ke Putri. Dara langsung mengalihkan pandangannya seolah-olah dia tidak mendengarnya.
" Ayo, Putri..sekarang kita cari tante Novi..Kasihan dia pasti nungguin kita. " Dara menggandeng Putri berjalan menjauhi Ardi.
Ardi masih berdiri ditempatnya. Menatap punggung Dara yang berjalan semakin menjauh.
__ADS_1