
Pesta telah usai. Semua orang kembali ke kamar dan paviliunnya masing-masing.
Dara berjalan sendirian menuju paviliunnya. Entah kemana ketiga teman sekamarnya. Dia melihat teman-teman yang lain masih bercengkrama diruang tamu paviliun itu dan dia hanya menyapa mereka.
Dara langsung menuju kamarnya yang berada diujung. Ternyata ketiga temannya sudah ada di dalan kamar. Mereka sudah menunggunya dari tadi dan sangat tidak sabar menunggu penjelasan darinya.
" Ra, lu berhutang penjelasan ke kita. " Kata Novi ketika Dara baru saja menutup pintu kamar.
" Apa sih Nov ? Kaya dia ngelakuin kesalahan besar aja deh..itu kan privasinya dia..terserah dia mau cerita atau gak. Itu hak dia. " Bela Irma.
" Habisnya tadi pas diajakin buat nyamperin anak band itu dia males-malesan..terus tiba-tiba dapet lagu spesial dari dramernya. Kan berasa munafik banget jadinya. " Terang Novi.
" Terus sekarang lu mau diam aja ? gak ngomong apa-apa ? "
" Lu kalau lagi ngomel cantik deh Nov. " Dara menggandeng tangan Novi dan mereka duduk ditepi ranjang.
" Kalian berdua juga duduk disini. " Dara menepuk bagian ranjang yang lain sehingga mereka berempat sekarang duduk di ranjang yang sama.
" Jadi ? " Novi membuka pembicaraan.
" Jadi...sebenarnya...dia itu....mantan pacar gue..."
" Apa ? Mantan pacar ? " Novi kaget. Karena dia merasa jatuh hati dengan dramer itu.
" Kenapa lu bisa putus sama dia ? " Tanya Eka.
" Kenapa ? Ya karena udah gak cocok aja. " Jawab Dara enteng.
" Gak mungkin kalau hanya sekedar gak cocok. Pasti ada hal yang lain. Iya kan ? " Eka penasaran.
Novi menatap Dara. Apa yang ingin diucapkan oleh Dara, dia memperhatikannya dengan lekat.
" Ya gue merasa dia seperti parasit. Gue merasa terkekang dengan sifat posesifnya. Dan juga...dia hampir melakukan hal yang tidak senonoh dengan dalih wujud rasa cinta. " Dara menundukan kepalanya karena merasa malu.
" Gue..gue gak tahu kalau dia ada disini. Gue baru tahu tadi pas mereka lagi istirahat dan dia tiba-tiba nyamperin pas gue lagi berdiri diteras depan. " Lanjut Dara dengan menahan tangis.
" Ya sudah Ra, ini kan privasi lu. Kalau memang gak nyaman buat diceritain gak usah dipaksain. Toh ! masing-masing orang pasti punya masalah yang tidak semua orang boleh tahu. " Irma mengusap lengan Dara.
" Thank you Ir. "
Entah. Novi merasa tidak bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Dara. Dia merasa itu dibuat-buat. Dia hanya memberi senyuman tipis untuk menanggapi cerita Dara.
Flashback on
Drrtt...Drrtt.. Panggilan masuk di HP Dara.
__ADS_1
" Ra, kamu dimana ? Kok aku ke kosan kamu gak ada ? Kamu dimana sekarang ? " Tanya Fandy di telpon.
" Oh iya..maaf sayang aku lupa ngabarin kamu. Ini aku lagi sama Tika mau nganterin dia beli belanja bulanan di ITC. Sekalian aku juga mau beli sabun mandi dan odol juga. Ini sekarang aku lagi diangkot. "
" Kok kamu gitu sih...Kan kamu tahu hari ini aku libur kenapa gak minta antar sama aku ? Kenapa kamu malah pergi sama temen mu itu ? Memang dia lebih penting dari aku yah ? " Nada bicara Fandy mulai meninggi.
" Bukan begitu sayang....aku hanya tidak ingin membuatmu repot. Aku pikir lebih baik kamu menggunakan waktu liburmu untuk istirahat. Jadi aku pergi dengan Tika. "
" Udah cepetan kamu pulang sekarang ! Aku tunggu didepan kosan. "
" Baru juga nyampe di ITC yang..aku pergi cuma bentar kok. Gak lama. Selesai belanja bulanan dan beli makan siang aku langsung pulang kok. Janji ! "
" Ok ! " Nada bicara Fandy mulai normal.
" Aku kasih kamu waktu satu jam. Maksimal dua jam. Aku pergi ke rumah Alan dulu. Nanti kamu langsung kabarin aku kalau udah selesai. "
" Siap sayang ! Love you.."
" Jangan nakal ! Love you too. "
.
.
Malam minggu adalah malam yang sangat dinanti oleh sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Ini adalah waktu untuk mereka memadu kasih dengan cara berjalan-jalan ke taman kota atau sekedar makan berdua.
Mereka sudah memesan satu porsi nasi goreng untuk Fandy dan mie goreng untuk Dara. Sambil menunggu pesanan datang mereka asik mengobrol dan bercanda.
Pesanan sudah diantarkan ke meja mereka. Fandy mengambilkan sendok dan garpu untuk dirinya sendiri dan juga Dara.
" Ini sayang. " Fandi menaruh sendok dan garpu yang sudah dibersihkan dengan tisu di atas piring Dara.
" Terima kasih yang. " Dara menjawab denga tersenyum manis.
Huuuufftt ! Huuuuufftt ! Dara meniup mie gorengnya yang masih mengeluarkan asapnya. Kemudian dia menyendoknya dengan garpu dan menyuap kedalam mulutnya.
" Aww ! Panas ! " Dara langsung membanting garpunya ke piring. Dia mengibas-ngibas lidahnya dengan tangannya.
" Hati-hati dong sayang. " Fandy mengambil garpu yang ada dipiring Dara dan menyendok mie gorengnya. Dia meniupnya beberapa saat lalu menyuapkan mie goreng itu ke Dara.
" Buka mulutnya. A..! "
Nyam ! Dara menerima suapan dari Fandy. Dara pun tidak mau kalah. Dia menyendok nasi goreng Fandy dan juga menyuapinya.
Tak berapa lama mereka pun selesai menyantap makan malam mereka.
__ADS_1
" Pak, sudah selesai pak..mau bayar. " Fandy memanggil tukang nasi gorengnya.
" Yang, kamu dulu ya yang bayar aku belum sempet ngambil uang tadi. "
" Iya, gak apa-apa kok sayang. " Dara mengeluarkan dompetnya.
" Jadi semua berapa Pak ? "
" Nasi goreng kambingnya satu, mie gorengnya satu, minum es teh manisnya dua..Jadi dua puluh sama lima belas sama enam jadi totalnya empat puluh satu ribu neng. " Kata tukang nasi goreng.
" Ini Pak, uangnya lima puluh ribu. "
" Sebentar ya neng, saya ambil kembalian dulu. "
" Yang..udah mulai musim dukuh palembang tahu. Tadi pas jalan kesini aku lihat ada yang jualan disana. Nanti kita beli yuk buat cemilan di kosan. " Kata Fandy
" Oiyah ? aku tadi gak perhatiin. Iyah nanti kita beli."
" Tapi pake uang kamu dulu ya sayang. "
" Iya sayang..gak apa-apa..santai aja deh.."
" Ini Neng, kembaliannya sembilan ribu. " Bapak tukang nasi goreng memberikan pecahan uang lima ribu dan empat buah koin seribuan.
" Ok! Makasih Pak. " Fandy menerimanya.
" Buat bayar parkir. " Fandy menoleh kearah Dara.
Dara menjawabnya dengan senyuman.
Fandy menyalakan motornya dan Dara memboncengnya di belakang. Sebelum meninggalkan area parkir warung tenda itu Fandy memberikan satu koin uang seribuan pada tukang parkir.
Sebelum mereka pulang ke kosan. Mereka mampir ke penjual buah dukuh seperti yang Fandy bilang tadi.
Setelah sampai di kosan Fandy dan Dara duduk di ruang tamu depan. Karena cowok dilarang masuk kamar maka mereka yang punya pacar menghabiskan waktunya disini. Mengobrol dan nonton televisi. Seperti yang mereka lakukan sekarang.
" Yang, kamu tadi pas bonceng ngerasa gak kalau motorku mulai gak enak ? "
" Aku kan gak ngerti masalah begitu sayang..mana aku ngeh. " Jawab Dara sembari menikmati buah dukuh yang baru dibelinya tadi.
" Udah lama belum servis tahu yang..harus ganti oli..bannya juga udah mulai tipis..terus shockbreakernya juga kurang mantul padahal baru diganti bulan lalu. Kayaknya aku ketipu deh. "
" Yudah beberapa hari lagi kan aku gajian..Nanti kamu servis motornya. Terus selesai itu kita jalan-jalan deh. "
" Bener nih sayang ? Tapi aku gak enak ah..masa pake uang kamu sih.."
__ADS_1
" Gak apa-apa sayang. Kalau selama aku ada kenapa gak ? "
" Terima kasih sayang. " Fandy memeluk bahu Dara.