Buanglah Mantan Pada Tempatnya !

Buanglah Mantan Pada Tempatnya !
Ep.32


__ADS_3

Dara kembali ke paviliun menuju kamarnya. Dia ingin segera membersihkan diri karena tidak nyaman dengan sisa keringat yang menempel ditubuhnya.


Ceklek !


" Queen kenapa ? Kok murung..Princess udah pulang ya makanya queen sedih ? " Eka menyapa Dara yang baru memasuki kamar.


Dara hanya menjawab dengan senyuman.


" Kenapa, Ra ? Emang si Putri diapain sama Bu Yanti ? " Novi ikut penasaran.


" Gak apa-apa dan gak kenapa-kenapa juga. Bu Yanti baik kok malah perhatian sama Putri. " Jawab Dara pada akhirnya.


" Kita semua tahu kali, Ra. Bagaimana sikap sebenarnya Bu Yanti ke anak itu. Lu gak usah nutup-nutupin deh. " Kata Novi lagi.


" Beneran ! Tadi aja Putri diambilin es krim sama Momynya terus dia juga bantuin Putri ngebersihin bekas makan yang ada dimulutnya. Pokoknya Bu Yanti perhatian banget deh sama anaknya. " Terang Dara.


" Ah ! Gak percaya gue sama nenek lampir itu. Dia pasti bertingkah seperti itu karena di depan Pak Seno. Dan Putri juga udah deket sama Pak Seno. Makanya dia begitu. Kalau gak ya gak bakalan begitu lah. "


" Lu inget gak waktu kejadian itu gimana Bu Yanti marah ke Putri sampe teriak dan kedengeran sampe keluar ruangannya. Ingat gak lu, Ra ? " Novi mengingatkan Dara tentang kejadian beberapa waktu lalu yang membuatnya menjadi dekat dengan Putri.


Flashback on


Masih segar diingatan Dara. Terjadi sekitar satu tahun yang lalu. Ketika Dara baru saja kembali dari dapur kantor mengambil teh manisnya. Dia mendengar Bu Yanti meneriakan nama seseorang.


" Putri ! Kamu itu jadi anak yang nurut sama Momy ! Momy bilang don't speak bahasa ! Don't speak bahasa ! Do you understand ? "


Teriakan Bu Yanti terdengar hingga keluar ruangan. Dara tidak habis pikir hanya karena berbicara bahasa Indonesia Putri, anak semata wayangnya dimarahi sampai seisi kantor tahu.


Tak berapa lama setelah teriakan itu tidak terdengar lagi suara dari ruangan Bu Yanti. Sesaat kemudian Putri keluar digandeng baby sitter.


" Muka Putri sembab pasti dia habis nangis di dalam. " batin Dara.


Dara mengambil permen dari dalam laci meja kerjanya. Kemudian dia menghampiri Putri. Lalu dia pura-pura jatuh didepannya.


" Auw ! Sakit.." Dara memegangi kakinya.


" Aunty, what happen with you ? "


" Ah ! Kamu ngomong apa ? aku gak ngerti. Kamu bisa tolong aku gak ? Kakiku sakit nih.." Dara merengek.


" Ok ! sebentar ya. " Putri meminta tasnya sama baby sitter. Dia mengelurkan plester luka yang cantik bergambar karakter putri negeri dongeng.


" Yang mana yang sakit ? "


" Yang ini ! " Dara menunjuk lututnya.

__ADS_1


" Tapi ini tertutup dengan celana, bagaimana aku mengobatinya ? "


" Tidak apa ! Tempel saja. Aku yakin obatnya akan tetap bisa masuk dan aku akan segera sembuh. "


" Baiklah ! " Putri menempelkan plester itu di lutut Dara yang terhalang oleh celana bahannya.


" Terima kasih...Mmm..siapa nama peri cantik yang sudah menolongku ? "


" Namaku Putri. Kamu siapa ? "


" Hai Putri, nama yang cantik seperti orangnya. Namaku Dara. Salam kenal. " Dara mengulurkan tanggannya.


" Hai aunty Dara ! "


" Bukan aunty tapi tante. Panggil aku dengan tante Dara. "


" Sebagai ungkapan terima kasih aku akan memberikan Putri sesuatu. Tarraaaa...ini dia.." Dara mengeluarkan permen dari saku celananya.


" Terima kasih, Tante Dara. "


Semenjak saat itu Putri dan Dara menjadi dekat. Dia orang yang paling pertama dicari Putri ketika sampai di kantor.


Flashback off


" Hah ! " Dara menghela nafasnya.


" Kenapa tidak ? Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Apalagi kesempatan itu digunakan untuk menjadi lebih baik. " Timpal Irma.


" Betul itu ! " Dara tersenyum.


" Yasudah, gih sana lu mandi dulu. Kita laper mau makan. Nanti susulin kita ya. " Kata Novi yang beranjak dari duduknya menuju pintu.


" Ok ! " Dara mengacungkan jempolnya.


Ketiga teman Dara pun keluar dari kamar meninggalkan dirinya sendiri. Dara masih memikirkan tentang Putri, dia yakin tadi Putri ingin mengatakan sesuatu tapi tidak sempat diutarakan. Terlebih lagi tadi Rina datang dan mengalihkan pikirannya.


" Ah! Itu pasti hanya pikiranku saja. Putri tidak apa-apa. Dia baik-baik saja. Dia pasti tadi hanya masih ingin bermain disini tetapi Bu Yanti ada keperluan mendadak lainnya. Iya! Ini pasti seperti itu. Lagiankan Putri bersama Momynya. Pasti semua baik-baik saja. " batin Dara.


Dia pun mengambil handuknya dan berlalu ke kamar mandi. Dia membersihkan dirinya dengan air segar pegunungan. Tubuhnya menjadi merasa lebih berenergi setelah diguyur oleh air dari mata air pegunungan.


Dara mengeringkan badannya dengan handuk. Dia pun mengambil baju ganti dari dalam tasnya.


Tok ! Tok ! Tok !


" Iya! Tunggu sebentar. " Dara bergegas mengenakan pakaiannya. Dia mengenakan kaos berwarna biru dengan celana jeans warna senada.

__ADS_1


Dengan handuk diatas kepalanya, Dara membuka pintu kamar.


" Iya, siapa ? "


" Ini aku Ra..Rizal. "


" Mas Rizal ? Ngapain kesini ? " Dara menengok kanan dan kiri di sekitar kamarnya, takut ada yang melihat Dara dengan Rizal.


" Bukannya Mas udah pulang sama Pakde semalam ?"


" Gak ! aku gak ikut. Lagian papa mau pergi ke kota S. Dan semalem juga Doni telpon katanya aku disuruh jagain kamu. Dan nanti kamu pulang sama aku. Jangan bantah ! Itu perintah dari Doni. "


" Iiihh..gak ah! Aku mau naik bis aja sama yang lain. Lagian kan gak enak ini acara kantor. Masa pulang sendiri-sendiri. " Dara merengek.


" Dara ku yang manja kembali. " batin Rizal.


" Kalau gak mau yaudah nanti aku telpon Doni kalau adiknya mau pulang sama temen-temennya aja. "


" Jangan ! Iya aku pulang sama Mas Rizal. "


" Hehehe " Rizal terkekeh, ancamannya berhasil.


" Yudah beres-beres dulu gih, bentar lagi kita berangkat. Soalnya aku nyetir sendiri dan gak mau kena macet. Aku pamitan dulu ke Pak Seno. "


" Iyah ! " Jawab Dara kesal.


Setelah Rizal pergi dia melanjutkan mengeringkan rambutnya dengan handuk lalu menyisirnya. Kemudian dia merapikan baju-bajunya dan dimasukannya kedalam tas.


Dara keluar dari pavilliun dengan membawa tas travelnya juga tas kantornya. Di jalan setapak penghubung ke villa utama Dara berpapasan dengan Fandy.


" Kamu mau kemana, Ra ? Kok bawa tas segala ? "


" Aku ada keperluan mendadak, jadi aku harus pulang sekarang. " Jawab Dara asal.


" Terus kamu pulang sama siapa ? Mau aku anter ? Kebetulan juga sebentar lagi anak band mau pada pulang. "


" Gak usah ! Terima kasih. Kebetulan Pak Managerku juga mau pulang jadi aku nebeng sama dia. " Dara beralasn lagi.


" Oh! Ok! Hati-hati di jalan ya. Oh iya...." Fandy mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya.


" Ini..sebagai tanda kalau kita berteman sekarang. "


" Wah..gelang kayu yang cantik. ukirannya juga bagus banget. "


" Sini, aku pakein. " Fandy menarik lengan kiri Dara dan memasangkan gelang itu.

__ADS_1


" Cantik Fan, makasih ya..Aku mau pamitan dulu sama yang lain..Daaahh.."


" Jaga baik-baik jangan samape rusak ya. Daahh.. "


__ADS_2