Buanglah Mantan Pada Tempatnya !

Buanglah Mantan Pada Tempatnya !
Ep.26


__ADS_3

Rina masih terkekeh dengan pikirannya sendiri.


" By the way..kok kalian berdua kaya canggung gitu sih..kenapa ? lagi berantem ya...? " Rina menggoda Ardi dan Dara.


" Oh iya , Di..Nih jam tangan kamu yang ketinggalan diapartemenku semalem. " Rina mengeluarkannya dari tas kecil yang ditentengnya sedari tadi.


" Thank's udah repot-repot kesini buat ngembaliin. " Jawab Ardi menerima jam tangannya.


" Seharusnya aku yang makasih sama kamu. Kemarin malem kamu udah ngekhawatirin aku dan kamu juga perhatian banget sama aku. Thank you ya, Di. " Rina bergelayut dilengan kiri Ardi.


Deg ! Snut ! Ada rasa sakit di dalam dada Dara.


" Jadi kemarin malem, setelah rapat kandidat itu selesai mereka bersama. Apa yang mereka lakukan di apartemen Rina sampai jam tangan kak Ardi tertinggal disana ? Merek tidak melakukan hal yang tidak-tidakkan ? Aku yakin kak Ardi tidak akan naik ke ranjang Rina. Ini hanya pikiran bodoh ku saja. " batin Dara.


Ardi sangat menikmati perubahan raut muka Dara. Dia mencuri pandang berkali-kali.


" Oh iya Di, aku ingin ngobrol berdua saja sama kamu bisa ? " Rina memasang muka memelas dengan tangannya masih bergelayut dilengan kiri Ardi.


" Oh ! Kalau begitu aku permisi dulu ya.." Dara undur diri meninggalkan mereka.


Sebenarnya Dara ingin melakukannya dari tadi. Tapi rasa tidak enak membuatnya bertahan untuk melihat Rina bersikap manja pada Ardi.


" Kenapa aku harus marah ? Toh! Aku dengan kak Ardi belum ada apa-apa. Kemarin dia sebatas mengutarakan niatnya. Dan aku juga belum menjawabnya. Belum ada ikatan pasti diantara kita. Aku gak boleh besar kepala. Ya..walau kemarin dia mengutarakan hal itu. Benar kata Eka janur kuning belum melengkung. Berarti apapun bisa terjadi. " gumam Dara sambil berjalan keluar ruangan.


" Haaahh ! " Dara menghela nafas.


Dara berdiri di teras dengan menyandarkan bahu kanannya ke pilar kayu. Matanya menatap jauh ke langit. Tiba-tiba ada yang menepuk bahu kirinya. Dan Dara pun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang ada disamping kirinya.


" Dara ! Sudah aku duga ! Gadis kuncir kudaku yang telah lama menghilang. Ini benar-benar kamu. Kamu ada di depan ku sekarang. Sudah lama aku mencarimu kemana-mana. Berkali-kali aku bertanya pada teman-teman lamamu di kantor yang lama. Tapi mereka semua tidak ada yang tahu dimana kamu berada. Dan sekarang ketika aku sudah mulai memantapkan diri untuk melupakan, kamu malah muncul dihadapanku. " Kata lelaki itu, yang ternyata dia adalah lelaki dari masa lalu Dara.


" Fandy ? Ka..kamu ngapain disini ? " Dara terbata.


" Aku ? Seharusnya aku yang bertanya kemana saja kamu selama ini ? Kamu sembunyi dimana ? " Fandy mencecar Dara.

__ADS_1


" Aku ! Aku pindah ke kantor yang lebih dekat dengan rumahku. Aku ingin dekat dengan kedua orang tua ku bukan dengan parasit sepertimu. "


" Kamu bilang aku parasit ? Setidaknya parasit ini pernah menduduki tempat teristimewa di hatimu. " Fandy menyeringai.


" Seseorang ku mohon. Bawa aku pergi dari hadapan dia. " Dara berdoa dalam hati.


" Sejak terakhir kita ketemu, kamu tidak berubah sama sekali. Tatanan rambut yang sama, mode baju yang sama. Tapi hanya satu yang berbeda. Tatapan matamu tidak lagi sama seperti dulu. "


Dara mematung.


" Hey ! Sudah jangan menatapku seperti itu. Sudahlah jangan diungkit lagi yang sudah lama berlalu. Aku mau move on. Anggap saja yang kemarin tidak terjadi apa-apa. Kita buka lembaran baru. Sebagai teman. Ok ? " Fandy mengulurkan tangannya.


Sementara itu didalam ruang pesta Ardi tidak mendengarkan sedikitpun apa yang dikatakan oleh Rina. Yang dia tahu sekarang Rina mencoba menggodanya lagi. Dan dia tidak tertarik sama sekali.


Ardi mengedarkan matanya keseluruh penjuru ruang pesta mencari keberadaan Dara. Tetapi nihil. Dia hanya menemukan ketiga temannya yang asik ngobrol dengan para pemain band.


Ardi berjalan meninggalkan Rina yang masih terus saja bicara. Dia tidak menghiraukan Rina yang memanggil-manggil namanya dengan manja. Ardi terus berjalan mencari Dara tanpa menengok kebelakang.


" Sepertinya ada orang di teras. Mungkin salah satunya Dara." gumam Ardi.


Ardi mendengar jika Fandy ingin memulai lagi hubungan mereka dari awal. Dari pertemanan. Tetapi yang dia lihat dari ekspresi raut muka Dara itu mengisyaratkan lain. Tanpa berpikir panjang Ardi langsung berjalan dan menjabat tangan Fandy.


" Kak Ardi ! " Kata Dara lirih.


" Hey bro ! Apa kabar ? Lu disini juga ? Wah..wah..wah..Dunia kayaknya kecil banget ya..Kenapa setiap ada Dara pasti ada lu ? " Fandy langsung melepaskan jabatan tangannya.


" Ini pesta gue ! Gue yang punya acara disini. " Jawab Ardi


" Owh..jadi ini pesta punya lu.."


" Lu ngapain disini ? "


" Gue ? Gue yang ngisi acara barusan. Gue salah satu personil Jaksel band. Gue dramernya. " Jelas Fandy

__ADS_1


" Sejak kapan kamu ngeband ? " Tanya Dara.


" Sejak kamu ninggalin aku. " Jawab Fandy senyum.


" Udah-udah...kok jadi kaya gini sih..tatapan kalian berdua bikin risih tahu gak ?..Ra, aku beneran mau mulai dari awal lagi sama kamu. Aku pengen hubungan kita baik lagi kaya dulu. Ya walau tidak menjadi seorang kekasih, paling tidak kita bisa menjadi teman. "


" Tidak percaya ! " Ardi tertawa sinis.


" Ra, gue janji. Gak lebih dari sekedar teman. " Fandy mengangkat kedua jarinya.


" Nih..Dia yang jadi saksi.." Fandy menujuk ke arah Ardi.


" Kalau aku bohong, kamu mau apain aku juga boleh kok, Ra ! " Fandy meyakinkan Dara.


" Jangan percaya tipu muslihatnya, Ra ! " Kata Ardi lirih kepada Dara.


" Tetapi, setiap orang boleh mendapatkan kesempatan yang kedua. " Jawab Dara.


" Aku tidak yakin dia pantas diberi kesempatan yang kedua. "


" Setiap orang pantas mendapatkannya untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik. "


" Bagaimana ? Sudah selesai diskusinya ? " Tanya Fandy.


" Baiklah..kita teman.. Mari kita lupakan yang telah lalu dan mari kita buka lembara baru. " Dara mengulurkan tangannya.


" Ok ! Deal " Fandy menyambut tangan Dara.


Ardi sangat tidak senang dengan keputusan Dara. Dia langsung saja pergi dengan muka masamnya meninggalkan mereka berdua diteras. Dia kembali masuk menemui para tamunya.


Para pemain band pun kembali keatas panggung melanjutkan aksi mereka.


" Ok! Para hadirin semua sekarang saya akan membawakan sebuah lagu dari Ungu dengan Cinta Gila. Yang direquest oleh dramer kita untuk nona Dara. Selamat menikmati. " Prakata dari sang vokalis.

__ADS_1


Suara ruang pesta menjadi riuh. Mereka bersorak dan bertepuk tangan. Ketiga teman Dara langsung menjejalinya dengan banyak pertanyaan.


" Aku akan menjawabnya nanti. Tapi bukan disini. Aku akan jelasin semua dikamar. Setelah pesta ini selesai. " Jawab Dara.


__ADS_2