Buanglah Mantan Pada Tempatnya !

Buanglah Mantan Pada Tempatnya !
Ep.20


__ADS_3

" Aarrrgghh.." Ardi bangun dari tidurnya. Dicarinya jam tangan diatas nakasnya tetapi tidak ada. Lalu diambilnya HP yang ada di meja rias yang menyatu dengan lemari.


" Jam sembilan empat puluh sembilan menit. Lama juga aku tidur. " Diletakan kembali HPnya lalu dia pergi ke kamar mandi.


Sraaasshh ! Suara sower menyala. Dia mengguyur seluruh badannya dari kepala sampai kaki agar rasa kantuknya segera hilang. Tidak berapa lama Ardi selesai dan keluar dari kamar mandi di dalam kamarnya dengan handuk putih yang melingkar di pinggangnya. Ardi lantas membuka lemari bajunya memilih apa yang akan dikenakan sekarang.


Biasanya Ardi adalah tipe cowok yang cuek. Dia akan mengenakan pakaian apa pun asalkan pantas dan rapi. Tetapi kali ini dia masih mematung di depan lemari yang kedua pintunya terbuka lebar. Bingung. Entah dia akan memilih yang mana.


" Untuk sekarang...ini aja deh.." Ardi akhirnya memilih kaos hitam polos dengan celana jeans hitam lalu luarannya dia mengenakan blazer warna biru dongker. Dan dia memasukan beberapa baju lainnya ke dalam koper.


Ardi menuju ke taman belakang. Dia berpamitan dengan kedua orang tuanya yang sedang santai di akhir pekan ini.Sebelum memasuki mobilnya, Ardi menelpon Iqbal untuk melmastikan bis yang akan menjemput Dara dan teman-temannya sudah siap.


Ardi langsung mengarahkan mobilnya ke daerah puncak. Setelah menyetir sekitar dua jam lebih akhirnya dia sampai di tujuan. Tempat parkir masih kosong. Hanya mobilnya yang terparkir disana.


Sesampainya di villa, Ardi disambut dengan suasana yang hiruk pikuk karena para pelayan sedang mempersiapkan untuk acara nanti malam. Ardi meninggalkan mereka dan pergi ke lantai dua. Dia menuju kamarnya untuk meletakkan koper dan ber istirahat sejenak.


Ardi membuka blezernya dan melemparkannya di sofa. Dia lalu berjalan menuju ranjang direbahkan tubuhnya yang letih itu. Dengan kedua kaki yang menggantung ditepi ranjang, Ardi menutup matanya dengan lengan tangan kanannya.


Rrrr! Rrrr! HP Ardi bergetar. Matanya sudah berat dan rasanya sangat malas meraih HP yang tergeletak diatas meja. HP Ardi masih terus bergetar, akhirnya dengan langkah yang berat dia mengambil HP itu dan menjawab telponnya.


" Nomer baru.." gumam Ardi.


" Halo...siapa ini ? " Ardi menjawab telponnya.


" Hai Ardi, ini aku Rina. Untuk yang tadi malam terima kasih ya..kebaikan mu pasti akan aku balas nanti. "


" Iya, tak masalah..bagaimana keadaanmu sekarang ? " Ardi duduk tepi ranjangnya.


" Aku ? Baik-baik saja..hanya merasa seperti habis dipukuli oleh orang..kamu tahukan maksudku ? "


" Katanya baik-baik saja..kenapa sekarang merasa seperti dipukuli orang ? " Nada bicara Ardi mulai berubah, intonasinya mulai sedikit naik.


" Yy..ya..maksudku baik-baik saja..tidak ada masalah atau cedera yang serius..hanya badanku merasa sakit dan pegel setelah bangun pagi tadi. " Rina terbata-bata menjelaskan ke Ardi.

__ADS_1


" Oh.. Ok! Jangan lupa obatnya diminum dan segera ganti kerusakan mobilku. "


" Baik, Di..akan ku jalankan perintahmu. "


" Ya sudah, kalau tidak ada urusan yang lain aku tutup telponnya. "


" Eh! Tunggu sebentar...aku menelpon karena ingin mengembalikan sesuatu. Jam tanganmu tertinggal di apartemenku semalam. "


" Pantas tadi pagi dicari gak ketemu. Baiklah nanti akan aku ambil jika ada waktu. " Ardi berusaha menyudahi obrolan basa-basi ini.


Rina tidak bergeming,dia tetap ingin bertemu dengan Ardi.


" Ayolah Di, aku akan traktir kamu makan..kamu makan direstoran mana ? "


" Tidak perlu ! Terima kasih. "


" Ayolah Di, kita sudah lama tidak bertemu. Aku hanya ingin mengembalikan jam tanganmu dan berterima kasih itu aja. " Rina meyakinkan Ardi.


" Tidak ! Terima kasih. Lagi pula aku sedang tidak ada di rumah. " Sekali lagi Ardi menolak.


"......" Ardi diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Halo..Di..Ardi ? Kamu masih disana ? "


" Baiklah ! Nanti aku akan beritahu tempatnya. Tetapi ada syaratnya. " Ardi merencanakan sesuatu.


" Ok! Thank you Di... Aku tunggu info selanjutnya ya..Bye.. "


Tut ! Ardi menutup telponnya. Ardi langsung share location dan mengetik informasi yang dimaksudkan oleh Rina. Setelah itu Ardi turun ke bawah, ingin melihat sampai dimana persiapan untuk acara nanti malam.


Ardi memperhatikan satu persatu area yang sedang ditata oleh para pelayannya. Set prasmanan ok! Tinggal menunggu catering datang. Set meja tamu ok! Kemudian Ardi melihat set panggung.


" Set panggung ? dengan alat musik ? siapa yang akan memainkannya ? " Ardi heran.

__ADS_1


Dia mengambil HP dari dalam saku celananya. Mencari nomer HP seseorang lalu menelponnya.


" Halo..Iqbal..Kenapa ada alat musik di panggung ? memangnya siapa yang kamu undang ? " Ardi langsung menanyainya setelah telpon dijawab.


" Hhh..Halo... hhh...Halo.. Pp..pak.. Pp..pak.. Nanti.....kan......cara....band....lagi....... " Iqbal menjawab dengan suara terputus-putus.


" Halo Iqbal ! Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan. Halo Iqbal..halo.." Ardi sedikit berteriak, dan berjalan keluar villa mencari sinyal yang bagus.


" Hhh..Halo.. Ii..ya pak..Iiya. Saya meng..mengundang band bb..buat mengisi acara pak. Biar suasananya tidak kaku dan ss..santai pak.." Iqbal menjawab dengan sedikit terbata karena sinyal.


" Baiklah! Kamu urus yang benar ya.."


" Baik pak ! "


Ardi mengakhiri pembicaraannya lalu menyimpan kembali HPnya di saku celananya. Ardi melihat ada beberapa orang yang sudah mulai datang. Yaitu ada orang HRD dan juga para manager lain dari kantor pusat. Juga mantan direkturnya, yaitu Pak Wawan.


Ardi menyalami mereka dan mengantarnya masuk kedalam. Dan ketika sedang mengantarkan mereka kedalam Ardi pun melihat Bu Yanti dan Rizal datang bersamaan. Tentunya ada gadis kecil yang menggandeng tangan Bu Yanti. Ardi pun menyambut mereka dan menyapa gadis kecil yang bermuka indo itu.


" Hai..boleh tahu siapa ini ? " Ardi mengulurkan tangannya.


" Shake hand plis. " Bu Yanti berkata pada putri kecilnya.


" Hai uncle..my name is putri. " Putri menjabat tangan Ardi.


" That's beautifull name..as like you princess. " Ardi tersenyum pada gadis kecil itu.


" Thank you uncle " Putri pun membalas senyuman Ardi.


" Let's go..come in.." Ardi menggandeng tangan putri masuk ke dalam villa.


Semua tamu undangan sudah diantar ke kamarnya masing-masing. Rombongan karyawan dari kantor pusatpun sudah berdatangan. Merekapun memasuki paviliun yang sudah disediakan untuk mereka. Tak berapa lama rombongan karyawan dari kantor cabang juga sampai.


Ardi mengamati dari jendela kamarnya. Dia mencari seseorang diantara para karyawan kantor cabang yang baru datang. Itu dia ! Yang dicari sudah ketemu. Gadis dengan kucir kuda mengenakan jaket jeans belel sedang asik ngobrol dengan temannya. Entah apa yang dibicarakan oleh mereka. Tetapi dari raut muka lawan bicaranya seperti dia sedang menggoda temannya. Ketawanya manis sekali.

__ADS_1


" Sudah empat hari, Ra ! Apakah kamu sudah punya jawabannya ? " Ardi berkata lirih.


__ADS_2