Buanglah Mantan Pada Tempatnya !

Buanglah Mantan Pada Tempatnya !
Ep. 30


__ADS_3

Hosh ! Hosh ! Hosh ! Ardi tampak kelelahan. Dara merasa kasihan. Ingin rasanya dia menyeka kringat Ardi dengan lengan sweaternya. Tapi dia ragu melakukannya karena disini ada teman-temannya.


" Masih kuat jalan, Pak ? " Dara menggodanya dan masih menahan tawanya.


" Hah ! Ini belum seberapa. Aku masih kuat berlari sepuluh kilometer lagi. " Jawab Ardi dengan nafas yang mulai teratur.


" Ternyata gengsi kak Ardi besar juga. " batin Dara.


" Ra...ayo sini ! Ada burung elang terbang. Ayo cepetan kesini sama Pak Seno juga ! " Teriak Novi yang kegirangan baru melihat burung elang di habitat aslinya.


" Fan, kalo lu pasti dah sering lihat burung elang begini dong ? "


" Ya kalo lagi pas naik gunung pasti lihat laahh.." Jawab Fandy yang sekarang sedang duduk ditepi jurang memandang bukit hijau yang berbaris.


" Ra, sini deh..kamu duduk sini..asli pemandangannya bagus banget kamu pasti suka. "


Dara berjalan mendekati Fandy lalu duduk tepat disebelah kanannya. Mata Dara merasa dimanjakan. Pemandangannya sangat indah.


" Gimana ? Bagus kan ? " Tanya Fandy


" Masya Allah..bagus banget..indah banget Fan. Thank you ya udah ngajakin kita-kita kesini. " Jawab Dara.


" Pak Seno, sini duduk..kasihan kakinya capek. "


" Gak usah, terima kasih aku masih kuat kok. " Jawab Ardi sedikit ketus.


Sebenarnya ada rasa yang ingin meledak dari dalam diri Ardi. Tapi dia menahannya. Rasany dia ingin menyeret Dara agar tidak duduk dekat Fandy.


Tiba-tiba ada yang mendorong bahu Ardi dari belakang.


" Duduk dulu disini Pak biar gak capek. " Kata Irma sambil menekan bahu Ardi.


Dan sekarang Ardi duduk persis disebelah kanan Dara. Sebenarnya sepanjang perjalanan di hutan bambu tadi Ardi mencoba mengorek informasi tentang Dara dari Irma. Tetapi nihil. Karena Irma berkata kalau dia baru dekat dengan Dara sekarang pas di villa ini. Sebelumnya tidak, hanya sekedar basa-basi atau say hello saja ketika dikantor.


" Nah, pasti capek kan dan pada haus. Nih gue bawa lima botol air mineral buat kalian semua. Bagi-bagi ya..yang akur..jangan berebut. " Fandy membuka resleting tas ranselnya.


" Ini botol pertama buat Pak Bos kita. Silahkan Pak Bos. "


" Gak, Terima Kasih. Gue gak haus. " Tolak Ardi.


" Yaudah kalo gak mau. Nih, buat kamu aja Ra. "


" Thank you, Fan. " Novi menyerobot dari belakang punggung Dara.


" Gue duluan ya Ra..capek plus haus banget gue. "


" Iya, Nov. Minum aja. Hati-hati keselek. " Celetuk Dara.


" Nih Ra, kamu minum punya ku. " Fandy menyodorkan botol minum yang baru ia teguk.

__ADS_1


" Thanks, Fan. " Ardi menyerobot.


" Eh si Pak Bos...katanya gak haus...sekarang malah nyerobot air minum orang. " Kata Fandy ketus.


" Tadi belum. Sekarang haus. " Jawab Ardi.


" Nih Ra, kamu minum juga. "


" Makasih Pak, nanti saya minum dari botol teman saya aja. "


" Yah Ra, air minumnya tumpah barusan. " Kata Novi memasang muka sedih.


" Maaf...."


" Air kita dah habis, Ra. Barusan tegukan terakhir sudah Aku minum. " Jawab Eka.


Pluk ! Ardi menaruh botol minumnya dipangkuan Dara. Dara pun akhirnya memutar tutup botol itu lalu meminum airnya.


Gluk ! Gluk ! Gluk ! Rasanya segar sekali tenggorokan Dara yang telah basah.


" Ups ! " Dara baru menyadari sesuatu.


" Ini kan barusan botolnya dipake minum sama kak Ardi. Berarti tandanya secara tidak langsung aku berciuman dengan kak Ardi. " batin Dara.


" Eh, sebelum pulang kita selfi dulu yuuukk..sangat sayang untuk dilewatkan. Pemandangannya asli bagus banget ini. " Kata Eka yang sudah memegang ponsel di tangan kanannya.


" Aku juga ikutan dong. " Fandy gak kalah heboh.


" Iya sebentar. " Dara bangun dari posisi duduk. Tapi tiba-tiba kakinya sedikit tergelincir.


" Ah ! "


Hap ! Ardi dengan cekatan menangkap bahu Dara.


" Awas Ra ! "


" Dara ! "


" Hati-hati ! " Teriak ketiga temannya.


" Kamu gak apa-apa ? " Tanya Ardi dan membantunya berdiri dengan hati-hati.


Deg ! Deg ! Deg ! Deg ! Jantung Dara berdebar kencang. Lagi ! Dara jatuh dipelukan Ardi.


" I..iya..saya gak apa-apa Pak. Terima kasih. "


Dara dan Ardi langsung berjalan menjauhi tepi tebing itu.


" Ya ampun, Ra. Kaget banget gue. Deg-degan tahu ngelihatnya. Lu gak apa-apa kan ? Kaki lu yang keseleo gimana ? Gak sakit kan ? " Novi memeluk sahabatnya cemas.

__ADS_1


" Gak apa-apa, Nov. Gue baik-baik aja. Tadi cuma kepleset dikit. Gue juga deg-degan tahu. Rasanya jantung mau copot. " Kata Dara melepaskan pelukan Novi lalu menempelkan tangannya ke dada.


" Ra, lu deg-degan karna takut jatuh ke jurang atau takut jatuh cinta ke Pak Seno ? Hehehe.. " bisik Novi sambil terkekeh


" Apaan sih lu Nov. Ada orangnya. Gak enak kalo dia denger. "


Eka dan Irma datang menghampiri Dara dan memeluk sahabat barunya itu.


" Ya ampun..ini girls squad so sweet banget siihh...berasa teletubies deh..berpelukaaan. " Kata Fandy menirukan suara empat kakak beradik boneka tubi.


" Aku juga mau donk peluk Dara. Kan udah lama gak peluk Dara. Aku kangen dipeluk Dara. " Fandy sok imut.


" Itu masa lalu, Fan. "


" Dan ini masa depan. " Irma menepuk bahu Ardi.


" Betul itu ! " Timpal Eka


" Pak Seno adalah masa depan dari Dara..Mereka aja udah punya panggilan mesra..Queen and King..Dan coba lihat baju yang mereka berdua pake..kompak pake warna abu-abu. Udah pasti bener ini jodohnya ! "


Blush ! Muka Ardi dan Dara mendadak memerah.


" Ayo, Pak Seno. aku mendukung mu untuk mendapatkan hati Dara. " Novi bersemangat.


" Hei ! Kalian bertiga apaan sih. " Fandy menyela.


" Pak Seno itu udah punya pacar. Kalian tahu cewek yang semalem pake baju warna merah di pesta ? Yang nempel-nempel dia terus...Nah, itu pacarnya dia. "


" Baru pacar, bukan istri. Janur kuning belum melengkung. Artinya masih bisa ditikung. Hahaha " Timpal Eka.


" Dara sama Pak Bos itu gak ada apa-apa. Mereka cuma temenan. "


" Mereka sahabatan dari lama.Gak mungkin ada apa-apa diantara mereka. " Terang Fandy.


" What ? " Novi kaget.


Sepertinya Novi menyadari ada sesuatu dibalik perkataan Fandy.


" Kenapa, Fan ? Lu cemburu ya.. Halah ngaku aja pasti lu masih ada rasa kan sama Dara ? " Ledek Eka.


" Ya adalah. " Jawab Fandy.


" Rasa sayang yang sangat besar sebagai seorang teman. "


" Yakin, tidak lebik ? Kalau gue rasa sih..Masih ada perasaan yang dulu pernah ada dihatinya. Cuma malu aja ngakunya. " Lagi ! Eka meledek Fandy.


" Udah ah ! apa-apaan sih ? Katanya mo selfi tapi malah ngobrolin yang gak jelas. Hayuk kita foto-foto dulu sebelum pulang. " Dara menarik tangan Eka.


Empat sekawan cewek cantik ini pun akhirnya berselfi ria. Fandy dan anak bandnya pun ikut berfoto layaknya pemotretan band terkenal.

__ADS_1


__ADS_2