Buanglah Mantan Pada Tempatnya !

Buanglah Mantan Pada Tempatnya !
Ep.12


__ADS_3

Kruukk..! Kruukk! Perut Ardi mulai berbunyi.


" Hmm..Laper juga ternyata." Ardi membereskan file-filenya dan juga laptop. Sebelum keluar dari kamar menuju ruang makan dia memasukan HP dikantong celananya.


Setelah sampai di meja makan Ardi membuka tudung saji. Mengambil piring dan menaruh nasi diatasnya. Lalu dia pun mengguyur nasi itu dengan sayur sop yang sudah disiapkan oleh ibunya. Ketika sudah menyantap beberapa suap, tiba-tiba Ardi teringat sesuatu lalu menelpon asistennya, Iqbal. Dia menelponnya untuk melakukan satu atau dua lain hal. Ardi melihat jam yang ada di layar HPnya, sudah jam sebelas siang dia harus segera bersiap-siap. Diletakkannya piring dan gelas bekas makannya di atas wastafel dapur yang dekat meja makan.


Ardi bergegas kembali ke kamarnya. Berdandan, mengganti baju dengan kemeja dan juga jasnya. Tak lupa memakai sabu,dasi dan juga sepatunya. Dia juga memakaikan sedikit gel pada rambutnya agar lebih terkesan rapi. Mengoleskan lipbalm pada bibirnya supaya tetap lembab dan tidak kering. Entah apa yang ada dipikiran Ardi, kenapa dia berdandan serapi dan setampan itu ? Padahal dia hanya akan bertemu dengan para karyawan dari kantor cabang, bukan mengesankan para kliennya.


Ardi menatap bayangannya yang ada dicermin. Merapikan jas dan dasinya. Lalu dia memakai jam tangan yang diambilnya dari atas nakas samping tempat tidurnya. Tidak ketinggalan juga dia menyemprotkan parfum dibeberapa titik tubuhnya seperti leher, ketiak dan juga di kedua pergelangan tangannya.


Ardi memasukan file-file dan juga laptop ke dalam tas kerjanya. Dia melirik sudah hampir jam dua belas siang. Menuruni anak tangga, keluar rumah dan mengambil mobil dibagasinya. Sebelum berangkat Ardi melihat ibunya sedang menyiram tanaman ditaman depan. Sang anak keluar dari dalam mobil dan menghampiri ibunya.


" Bu, Aku mau berangkat dulu ya..Mau ke kantor cabang buat yang terakhir kalinya..Ini bisa dibilang meeting perpisahan..Minta doanya semoga rapatnya lancar ya bu.." Ardi mencium tangan ibunya.


" Iya sayang..Aamiin..hati-hati di jalan ya.." Jawab ibu seraya tersenyum.


Ardi berjalan lagi menuju mobilnya. Melajukan mobilnya menuju kantor cabang tanpa didampingi oleh supir. Memasang earphone bluetooth pada telinganya, Ardi menelpon Iqbal untuk menanyakan tentang rapat hari ini.


" Halo..bal..gimana ? sudah siap semua ? apa ada kendala ?" Ardi menanyakan persiapan rapat untuk hari ini.


" Iya pak, semua sudah beres..Pak Ardi bisa langsung datang kesini. " Suara Iqbal dari sebrang telpon.


" Ok! Thank you." Ardi menutup telponnya.


Setelah hampir menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhirnya Ardi sampai. Dia disambut oleh Iqbal yang sudah menunggunya di depan pintu kantor. Ardi menyapanya dan mereka masuk ke dalam kantor itu dan berjalanan ke arah resepsionis untuk memberitahukan Bu Yanti atau Pak Rizal bahwa merekq sudah datang.

__ADS_1


Pak Rizal keluar dan menyambut mereka di depan meja resepsionis. Ardi memasang muka yang datar tapi tidak disadari oleh Pak Rizal. Mereka bertiga pun langsung pergi keruang meeting dimana itu masih sepi,karena karyawan lain masih istirahat.


Iqbal mengeluarkan laptop dan beberpa file dari tas kerja milik Ardi. Menyalakan laptop dan menyambungkannya dengan proyektor. Dua OB masuk keruangan itu menata air mineral dimeja disetiap tempat duduk.


" Pak Seno, mari saya antar ke ruang Bu Yanti. " Ajak Pak Rizal.


" Baik, Pak..mari.." Ardi jalan mengikuti di belakang Pak Rizal. Ketika diambang pintu Ardi membalikkan badannya untuk berbicara dengan Iqbal. " Bal, tolong siapkan dengan baik dan teliti ya..tanpa ada terkecuali..saya keluar sebentar. "


" Baik, Pak. " Iqbal mengangguk.


Tok! Tok! Tok! Pak Rizal mengetuk pintu ruangan Bu Yanti.


" Silahkan masuk. " Bu Yanti menjawab ketukan pintu.


" Siang,Bu..ini ada Pak Seno." Kata Pak Rizal setelah membuka pintu.


" Maaf,Pak Seno. Karena saya tahu bahwa bapak mau kesini jadi saya makan siang didalam ruangan saja. Biar gampang kita ketemunya. Pak Seno sudah makan siang ? Atau kita mau makan siang dulu diluar ? Atau mau ngopi di cafe dulu sebentar ?" Kata Bu Yanti sambil berjalan ke arah sofa tamu dimana Pak Rizal dan Ardi sudah duduk disana.


" Tidak apa-apa Bu, Terima kasih " Ardi menjawab singkat dengan senyuman.


" Kalau gak, habis rapat aja gimana ? Makan malam bersama ? Ya..hitung-hitung salam perpisahan begitu. " Bu Yanti duduk di sofa menyilangkan kakinya.


" Nanti saya pertimbangkan. " Jawab Ardi datar.


" Baiklah Pak Seno,saya tunggu kabarnya ya.." Bu Yanti tersenyum. " Jadi sekarang bagaimana Pak ? Apakah anda sudah mendapat kandidatnya dari tiga hari ini ? Waktunya bisa dibilang sangat pendek untuk menentukan mana yang layak menjadi pengganti Pak Seno di kantor pusat. Apakah ini tidak terlalu buru-buru Pak ? " Lanjut Bu Yanti.

__ADS_1


" Untuk keputusan tetap kembali pada bagian HRD pusat dan juga Pak Dirut. Saya hanya merekomendasikan karyawan mana yang menurut saya handal dalam beberapa hari ini. " Ardi menjawab enteng dengan menyandarkan punggungnya disofa.


" Maaf,saya ikut bicara. Saya pribadi punya beberapa penilaian tentang karyawan-karyawan ini. Boleh saya mengutarakannya, Pak Seno ? " Pak Rizal meminta izin.


" Silahkan, Pak " Ardi mengangkat tangannya memberikan izin.


" Jadi, menurut saya untuk karyawan....."


Prang! Ada sesuatu yang jatuh diluar ruangan Bu Yanti. Bu Yanti langsung beranjak keluar ruangannya. Memeriksa apa yang sedang terjadi. Ada OB disana sedang membereskan pecahan gelas cangkir.


" Ada apa ini ? " Tanya Bu Yanti dari ambang pintu.


" Maaf Bu, ini tadi saya menginjak tali sepatu saya sendiri, Jadi saya kesrimpet dan jatuh cangkir kopi ini. " Kata OB dengan mengambil serpihan gelas yang terakhir.


" Yudah lain kali harus lebih hati-hati ya pak."


" Baik Bu. " OB berdiri lalu meninggalkan tempat kejadian.


Bu Yanti kembali masuk kedalam ruangannya tak lupa iya menutup kembali pintunya.


" Ada Apa bu ? " Pak Rizal bertanya.


" Bukan apa-apa hanya OB yang tidak sengaja menjatuhkan cangkir minuman untuk kita. Ayo silahkan dilanjut lagi obrolannya. Bagaimana Pak Rizal dengan tanggapannya ? " Bu Yanti berjalan kembali ke tempat duduknya.


" Iya Pak Seno saya mempunyai penilaian tersendiri untuk karyawan yang sedang mengambil beberapa tugas peralihan bapak beberapa hari ini. Saya kira bahwa karyawan yang bernama Dara Amelia yang menangani divisi makanan, dia adalah kandidat terkuat untuk menjadi pengganti Anda di kantor pusat. Bagaimana menurut anda, Pak ? " Pak Rizal memandang ke arah kiri dan kanan. Melihat ke arah Bu Yanti dan Pak Seno, ingin tahu apakah pendapat pribadinya sesuai dengan pendapat mereka ? Pak Rizal mencoba mempengaruhi Ardi agar bisa membuat Dara menjadi penggantinya di kantor pusat.

__ADS_1


" Saya rasa dia yang paling tepat menjadi pengganti, Pak Seno. Saya bisa bilang begini karena saya ikut membaca hasil laporan Dara. Yang dikerjakannya dengan teliti dan rapi. Dan dia anaknya pekerja keras, pantang menyerah dan juga sangat cerdas Pak. " Pak Rizal melanjutkan.


__ADS_2