Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)
S2 : Akibat Memancing


__ADS_3

Alunan musik dangdut mengalun ria saat Skala dan kawan-kawan memasuki kawasan danau kecil buatan yang disulap menjadi festival lomba memancing. Pak Rhoma langsung berjoget ria sambil memegang alat pancing kebanggaannya, ia sama lupa dengan status dan tumpukan beban perusahaan di pundaknya.


Suami Bu Erin itu seolah berhalusinasi bahwa pancing dalam genggamannya adalah lengan wanita seksi yang ia ajak berjoged. Begitulah mata orang lain melihat kelakuan nyeleneh bapak paruh baya itu.


Di tengah-tengah danau, ada panggung besar dan lima biduan yang menghibur dengan cara bernyanyi bergantian. Suasana tampak ramai dipadati aneka bapak-bapak, dari pedagang, tukang ojek, bahkan anak muda pun ada yang ikut meramaikan festival lomba memancing yang jarang diadakan itu, mungkin hanya setahun sekali.


"Kita cari yang di bawah pohon saja," seru pak Dewan selaku pemimpin jalan. Sementara Skala dan dua bodyguardnya hanya mengikuti dari belakang seperti orang bodoh. Karena memancing memang bukan bakat mereka bertiga. Skala cuma iseng-iseng penasaran, ia sama sekali tidak hobi memancing seperti ketiga bapak itu. Apalagi duo bodyguardnya, mereka sama sekali tidak tertarik dan hanya mengikuti kemana pun bossnya pergi.


Ditemani biduan dangdut, semua peserta mulai bersiap-siap melempar kail yang sudah di isi umpan enak dan bergizi untuk ikan. Ada banyak jenis ikan yang ditabur di kolam itu. Dari lele, gurame, mujair, hingga ikan emas pun ada.


Tidak hanya di temani biduan, acara festival lomba memancing itu pun tak tanggung-tanggung dalam memberikan hadiah. Total hadiah mencapai lima ratus juta rupiah untuk mereka yang berhasil mendapatkan ikan berhologram khusus. Di mana ada nominal yang sudah di tentukan di setiap ikan bertanda khusus itu. Sepuluh juta untuk ikan bertali pita emas, lima juta untuk tali perak, dan dua juta untuk tali hitam. Semuanya dibayar tunai untuk yang mendapatkan hadiahnya.


Sebuah senapan api diarahkan ke atas. Ditembakkan ke udara hingga asap-asapnya mengepul panjang seperti roket. Lalu menjauh bersamaan dengan teriakan para peserta lomba yang siap melempar kail. Semuanya bergembira, festival lomba itu resmi di mulai.


"Yuhuuuu!" Pak Dewan berseru seraya melempar kailnya. Skala juga ikut melakukan hal yang sama walau ia tidak yakin apakan akan mendapatkan ikan di acara lomba ini, lagipula ia hanya memakai pancing cadangan dari Pak Rhoma yang sudah tentu kuwalitasnya kurang baik.


Dua bodyguard Skala juga ikut dipinjami alat pancing oleh Pak Rhoma, mereka juga ikut larut seperti tuannya sekarang, meskipun di sana juga disediakan penyewaan alat pancing beserta pakan ikannya. Namun, Pak Rhoma meminta mereka memakai miliknya saja.


Sungguh rasanya acara itu bagai surganya bapak-bapak. Kecuali Skala dan dua bodyguardnya yang ikut ke sana hanya karena iseng.


***


Detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam pun berada di titik sore hari. Tak terasa sudah seharian mereka bersenang-senang di sana. Skala begitu terhibur meski tidak mendapat hadiah apapun. Ia mendapatkan dua ikan emas dan satu ikan lele. Mendapati hasil pancingannya laki-laki itu tertawa geli mengingat istilah lele masuk empang yang pernah disebutkan Bianca.


Semua hasil pancingan mereka bisa langsung dibakar di tempat, dan Skala juga sudah membawakan ikan bakar hasil pancingannya untuk Bianca. Sengaja untuk bukti agar istrinya tidak marah ketika ia pulang.


Mobil melaju dengan kecepatan normal menuju arah pulang, di mana pak Rhoma yang mengemudi di depan.


"Cepat Rhoma, istriku sudah menghubungiku terus nih," ucap Pak Dewan panik. Skala yang merasa tidak membawa ponsel hanya bisa diam, dalam hatinya ia juga mulai takut.

__ADS_1


Parahnya yang Skala tidah tahu, bapak-bapak blok kamboja itu hanya mengajaknya bergabung dengan iming-iming solidaritas sesama anggota geng, tanpa menjelaskan kepadanya bahwa pergi seharian kemungkinan dapat menyebabkan perang dunia ke tiga.


"Wah, istriku juga menelpon!" Pak Hamish menatap layar ponselnya panik. Sementara yang lainnya juga mulai ketar-ketir, kecuali Skala si anggota baru Wolf geng, ia masih saja bersikap sok cool.


"Tidak usah diangkat, lebih baik lajukan mobilnya lebih cepat! Pasti istrimu sudah pulang duluan," ujar Pak Hamish ke sang adik ipar.


Tidak lama kemudian, mobil berhenti tepat di depan gerbang rumah Pak Dewan. Skala dan Pak Dewan pun turun dan mengucapkan terima kasih pada anggota geng. Pak Dewan buru-buru masuk ke dalam rumah dan dengan semangat, Skala membuka pintu gerbang diikuti Simon dan Dodi. Ia berjalan riang sambil menenteng kantung berisi ikan bakar pancingannya. Namun, tiba-tiba Skala menghentikan langkah karena kaget.


"Apa itu?" Ia melipat dahi heran saat ada bantal dan selimut yang diletakkan di depan pintu rumah. Cucu kesayangan Prawira itu mendekat, lalu melihat ada sepucuk surat di atas selimut itu. Skala mengambil dan mulai membacanya pelan-pelan.


Dear Papa peanut tersayang,


Bagaimana harimu tanpa aku? Senang bukan? pergi memancing seharian di temani oleh biduan?


Bantal dan selimut ini adalah hadiah dariku untukmu. Tidurlah di luar bersama ikan hasil pancinganmu, jika tidak dapat ikan kamu bisa tidur dengan nyamuk-nyamuk nakal, atau minta tolonglah pada anggota geng barumu untuk menampung dirimu.


Salam hangat,


Seketika Skala mlongo dan menjatuhkan lututnya secara dramatis hingga membentur lantai. Harapannya bermanja-manja dengan Bianca setelah pulang sirna sudah. Sekarang ia harus berusaha masuk ke dalam rumah. Tentunya tidak mudah karena ia harus meluluhkan hati banteng betina yang sudah menunjukkan tanduknya.


"Ca... buka pintu!" teriak Skala.


Kedua bodyguard nya terlihat menahan tawa, karena waktu shift mereka sudah selesai Simon dan Dodi langsung meminta izin pulang, tapi sorot mata Skala membuat mereka terdiam seketika.


"Tidak boleh! pokoknya kalian harus menemani aku dan boleh pulang saat aku bisa masuk ke dalam," titahnya.



__ADS_1














_


Reader :


__ADS_1


Otor : makasih ya, ku masih kejar kreji up sampai tanggal 3, jangan lupa LIKE KOMEN VOTE yang banyak juga, lope lope se antariksa pokoknya


__ADS_2