Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)
S2 : Awal dan Akhir Hubungan


__ADS_3

Malam itu Bianca sampai tak tidur, ia memilih membaca diary sang mama sampai hari menjelang pagi. Membuka mata dari mimpi malamnya, Skala benar-benar terkejut mendapati sang istri masih berada di posisi seperti sebelum ia tidur semalam.


“Ca,” panggil Skala ke Bianca.


Melihat ekspresi wajah belahan jiwanya yang benar-benar layu dan sedih, Skala langsung bangun dan menghambur mendekat ke arah sofa dimana Bianca terjaga semalaman. Ia rapikan rambut istrinya yang terlihat sedikit berantakan.


Memandang wajah suaminya yang berdiri di dekatnya, mata Bianca terlihat berkaca-kaca. “Billy ... Ska, dia ternyata menyukai- tidak - dia mencintai mama.” Suara Bianca tercekat, jelas ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia baca.


“Mungkinkah –“ Skala juga bingung, air mukanya setengah menduga.


Bianca menganggukkan kepala. “ Nuna, dia pasti sudah membacanya.”


“Dari semalam aku terus berpikir dari mana Nuna mendapatkannya.” Skala duduk di samping Bianca, diraihnya kepala gadis itu agar bisa bersandar di pundaknya.


“Haruskah aku bertanya padanya?” Bianca menggenggam erat tangan suaminya, seolah mencari kekuatan. Jelas ia takut dengan kebenaran yang ia yakini akan segera terungkap.


“Billy, aku harus bertemu dengan Billy,” ucap ibunda Rain itu.


Sementara itu selang beberapa jam di lokasi yang berbeda, Diana tengah duduk di depan meja riasnya. Sesekali ia pandangi sang suami yang tengah mengancingkan kemeja di depan lemari bajunya dari pantulan cermin.


Memberanikan diri, wanita itu mengeluarkan sesuatu yang sudah tiga hari ini dia simpan di dalam laci mejanya. Perlahan Diana mendekat ke arah Billy. Suaminya itu terlihat heran.


Mencoba menyelami mata laki-laki yang sudah memberikannya seorang puteri itu, Diana jelas tidak melihat lagi sedikitpun cinta untuknya. Sampai detik itu, Ia seolah masih tidak ingin percaya bahwa suaminya mencintai wanita lain


“Mari kita bercerai!” ucapnya sambil menyodorkan sebuah amplop ke Billy. “Aku tidak ingin menuntut apapun darimu, aku hanya ingin hak asuh Nuna.”


Setelah mengucapkan apa yang mengganjal di hatinya dan memastikan Billy menerima amplop yang dia berikan, Diana pun memilih keluar kamar. Sekarang ia hanya perlu berdoa agar proses perceraiannya lancar dan apa yang dia inginkan bisa dikabulkan dengan mudah oleh Billy.

__ADS_1


***


Radit mendengkus kesal, layaknya sebuah barang Prawira dengan senang hati meminjamkan dirinya kepada Nuna. Sore itu, Nuna memintanya menemani menonton sebuah film di bioskop.


“Mau popcorn?” tanya Nuna ke Radit yang berdiri di belakangnya.


Pandangan semua orang sedari tadi tertuju kepada dua mahkluk itu, bagaimana tidak? wajah Radit jauh lebih tua dari Nuna. Beberapa mengganggap Radit adalah ayah gadis itu dan beberapa menganggap laki-laki itu adalah seorang sugar daddy, atau sebut saja om-om girang.


“Kak Radit, Nuna tanya kok diam aja? Kakak mau popcorn ga?” Nuna kembali bertanya dengan nada yang dibuat-buat. Kelakuan gadis itu sukses membuat beberapa orang tersenyum gemas.


“Boleh … boleh.” Radit terlihat salah tingkah, beberapa orang kembali memandang ke arahnya.


Sadar akan kemungkinan yang dipikirkan oleh orang-orang, Radit menepis tangan kanan Nuna yang terlihat mengulurkan dua lembar uang untuk membayar.


“Biar aku saja!” ucap Radit yang tanpa sadar ternyata menggenggam erat pergelangan tangan gadis itu dengan tangan kirinya.


“Terima Kasih.” Nuna tertawa senang, setidaknya ia bisa berhemat beberapa ratus ribu karena Radit mentraktirnya.


“Ambil!” perintah Radit.


Nuna lantas menaikkan tangan kanannya ke muka sekretaris sekaligus bodyguard Prawira itu. “Kakak memborgol tanganku,” celoteh Nuna yang langsung tersenyum imut.


Seketika Radit menghempaskan tangan gadis itu dan meminta maaf. Ia pun berjalan cepat dan meninggalkan Nuna di belakang.


“Wah … dia lucu sekali, tapi sayang terlalu tua untukku, aku tidak mau menikah dengan om-om.” Nuna tertawa lalu sedikit menunduk sambil terus berjalan dan tanpa sengaja -


BRUK

__ADS_1


Gadis itu membentur punggung seorang cowok, parahnya cowok itu kaget dan langsung berbalik ke arahnya. Tangannya tanpa sengaja menyenggol popcorn size large yang berada di tangan Nuna sampai terlempar ke belakang.


Berondong jagung itu pun jatuh berserakan dan mengotori lantai bioskop. Sementara Nuna berbalik memandangi tumpahan makanannya, cowok itu malah terbengong melihat muka Nuna dari samping.


Cowok itu tak sempat mengucapkan permintaan maaf karena temannya sudah menarik tangannya untuk segera keluar dari sana. Entah apa yang mereka kejar sampai terburu-buru seperti itu. Saat Nuna berbalik ia hanya bisa melihat punggung cowok yang menabraknya tadi. Gadis itu pun mengumpat.


“Sial! Aku sumpahi kamu jatuh cinta sama aku!”


Nuna kemudian membungkuk meminta maaf ke petugas kebersihan bioskop yang terlihat bergegas membersihkan tumpahan makanannya. Sementara cowok itu tampak berbalik untuk melihat Nuna sekali lagi.


“Ale … ayo!” teriak salah seorang temannya.


-


-


-


-


-


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...

__ADS_1


...Maaf kemarin ga update karena masuk penyelesaian konflik aku agak pening. Otakku lagi ga mau diminta mikir yang berat-berat. Silahkan ambil kuliah di Novel Na satunya kalau kalian lama nungguin update BKP. Judulnya SORRY Mr CEO : I am not Cinderella...


...makasih...


__ADS_2