
“Kalau aku benar anak Tuan Nataniel, berarti aku adalah kakak Bianca, bukan begitu?” Tama menaik turunkan alias matanya menatap adik sepupunya.
“Tidak akan ada yang berubah meskipun kamu adalah kakaknya,” ketus Skala.
“Jelas ada, aku bisa merebut Neil Fashion darinya!”
Bianca langsung melotot, ia tak suka mendengar ada yang ingin merebut perusahaan yang dibesarkannya dengan susah payah. Ekspresinya sukses membuat Tama dan Felisya tertawa geli.
“Aku sudah menghubungi Nuna, dia akan melakukan apa yang kamu mau. Bayarannya dua juta,” ucap Bianca santai.
“What? Dua juta?” Manik mata Tama melebar tak percaya. “Dua juta hanya untuk mencuri sebuah sikat gigi bekas?”
“Dia bilang resikonya besar.”
Bianca terlihat santai, meskipun di dalam hatinya ia juga sangat terkejut membaca surat dari Viona yang memberi tahu Tama bahwa ayah kandungnya adalah Nataniel, yang berarti mereka memiliki hubungan darah.
“Resiko apa?” Felisya yang sedari tadi diam pun menjadi ikut penasaran dengan perbincangan itu.
“Nuna bilang jika katahuan, dia butuh memikirkan alasan yang tepat untuk dikatakan, jadi dia minta bayaran tak hanya sekedar mencuri sikat gigi, tapi juga karena menggunakan otaknya untuk berpikir,” terang Bianca sambil mengganggu Skala yang sedang makan, diambilnya makanan sang suami yang terlihat lebih menggiurkan dari pada pesanannya.
Tama pun mencebik kesal, “ Bisa aja tu bocah!”
“Calon keponakan kamu tuh,” cibir Skala sambil bercanda menyingkirkan sendok sang istri dari atas piringnya.
***
Menikmati deburan ombak di tepi pantai setelah makan, Bianca menggenggam erat tangan Skala. Sebenarnya ia masih tak percaya dengan surat Viona untuk Tama tadi. Meskipun tahu bahwa Nataniel memang seorang Casanova, tapi Bianca masih tidak percaya kalau Tama kemungkinan besar adalah kakaknya.
“Ska, aku tidak pernah menanyakan hal ini tapi sepertinya aku harus menanyakannya?” Bianca menghentikan langkah kakinya, genggamannya semakin erat ke tangan Skala.
__ADS_1
“Apa?”
“Seharusnya kamu sudah tahu bahwa mamaku hamil di luar nikah, maka bukankah itu berarti aku anak haram?’
“Ca ….”
“Semua orang mungkin terlihat baik di depanku, tapi mungkin mereka mencibir di belakang.”
“Ca, sejak kapan kamu memikirkan hal tidak penting seperti itu?” Skala merasa iba, menatap istrinya dengan raut tak percaya.
“Sejak aku kecil.” Bianca menutup kalimatnya dengan senyum kesedihan.
***
Sementara itu, setelah mendapatkan pekerjaan dari sang tante, Nuna melancarkan taktik mencuri sikat gigi opanya. Tepat setelah pulang sekolah, gadis itu mulai mengendap-ngendap bak maling jemuran. Sayang, tingkahnya terpantau oleh mata Salma.
Nuna perlahan masuk ke dalam kamar Nataniel yang memang tidak pernah dikunci, ia berjalan ke dalam kamar mandi. Gadis itu tertegun, mencoba memilih mana sikat gigi sang kakek. Ia sedang berada dalam kebimbangan, saat Salma tiba-tiba mengagetkannya dari depan pintu.
Nuna adalah seorang profesional, keahliannya dalam mengelabuhi orang sudah tidak perlu diragukan lagi. Gadis itu menoleh, menatap sang oma dengan mimik biasa saja.
“Oma, mana sikat gigi opa?”
“Memang kenapa? mau apa?” tanya Salma curiga.
“Oma ga gaul sih, oma ga main Tok Tik kan? Sekarang sedang viral oma, memamerkan barang-barang sepele seolah rakyat jelata, setelah itu boom …. memamerkan sesuatu yang fantastik,” cerocos puteri lady Day itu.
“Lalu apa yang akan kamu lakukan?”
“Pamer donk oma, apalagi? Ini sikat gigi opa aku, harganya cuma dua puluh ribu, tapi habis itu dor …. Nuna pamerin koleksi mobil Opa di garasi,” cicitnya menggebu-gebu, tak perlu waktu lama diambilnya sikat gigi Nataniel yang ditunjuk Salma dari tempatnya.
__ADS_1
“Lalu oma tahu nanti judulnya apa?” anak itu tersenyum dalam hati mendapati Salma tak curiga sama sekali.
“Apa?” Istri pertama Nataniel itu malah penasaran dengan tingkah cucunya itu.
“Punya Opa kaya check!” serunya menirukan gaya orang-orang yang bermain Tok Tik sambil berjalan santai keluar kamar mandi.
Salma hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan cucunya itu. Nuna lantas mengirimkan foto hasil curiannya ke Bianca setelah masuk dan mengunci kamarnya, tak lupa ia meminta bayaran langsung ke sang tante seperti yang dijanjikan tadi.
-
-
-
-
-
-
Otor : Ya beginilah, kadang produktif kadang malas nulis, kalian harus maklum ya guys. Aku kan Mahkluk biasa, bukan Mahkluk halus.
...jarinya digoyang ya buat...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE di NicNa aja ya...
__ADS_1
...Love you bala2 Mesumable kuhhhh...