Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)
S2 : Nasip


__ADS_3

Mengganti baju tidur lalu berbaring bersisian di atas ranjang setelah seharian beraktifitas, Bianca dan Skala sama-sama memandangi langit-langit markas. Malam itu untuk kali pertama Rain tidur di kamar terpisah. Bianca sebagai Ibu merasa cemas, sementara Skala terlihat bahagia. Bibirnya tersenyum sedari tadi, sesekali Ia lirik Bianca yang berada sangat dekat dengannya. 


"Kenapa?" Skala yang mendapati kecemasan di wajah istrinya langsung memeluk Bianca. 


"Apa Rain akan baik-baik saja, bagaimana kalau dia bangun dan mencari kita?"


"Dia sudah tiga tahun, kamu harus mulai membiasakannya, lagi pula ini saatnya kita fokus untuk memberi Rain adik."


Skala mulai memiringkan badannya, Ia lantas mencurukkan wajahnya ke bukit Bianca, mencari kenyamanan di sana, sambil mulai mengusap-usap punggung istrinya. 


"Skala!"


"Aku cuma mau uyel-uyel aja kok." Elak Skala yang masih melanjutkan aksinya.


"Aku ga mau kalau cuma gini." Bianca mulai tergoda, tangannya pun meraba mencari mahkluk amazon kesayangannya.


"Kan, aku tahu pasti kamu juga ingin." goda Skala.


"Siapa yang tak tergoda dengan lelaki tampan seperti 'mu?"


Skala bangun dan menyandarkan punggungnya, meminta Bianca untuk naik ke atas pangkuannya. "Sini, kita main menunggang kuda!"


Bianca tertawa, suaminya itu memang luar biasa. Meskipun kadang masih kekanak-kanakan dan kurang dewasa.


"Ska, pernahkah kamu menyesal mengenal 'ku?"


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? aku tidak pernah sekalipun menyesal, em ... tapi Ca, ada satu hal yang hampir lima tahun ini aku sembunyikan dari 'mu?"


Bianca terlihat khawatir, ekspresi wajahnya berubah. Pikiran aneh mulai menjalari otaknya, mulai dari Skala yang memiliki anak dari perempuan lain sampai wanita simpanan.


"Apa itu?"

__ADS_1


"Harga sebenarnya rumah kita!"


"Aku sudah tahu." Bianca menepuk dada Skala gemas, Ia lega bahwa yang disembunyikan oleh suaminya itu harga rumah, bukan perempuan lain.


"Wah ... benarkah? sepertinya tidak ada yang bisa aku sembunyikan dari 'mu." Skala membelai pipi Bianca, lantas meraih tangan wanitanya itu. Ia ciumi punggung tangan ibu dari anaknya itu mesra. "Lalu kenapa kamu diam selama ini?"


"Duit-duit 'mu juga."


Skala terbahak, Ia seolah lupa bahwa istrinya itu memang matre. Ia tangkup pipi Bianca, diciuminya bibir yang rasanya selalu manis saat dikecapnya itu. Tangannya mulai menjelajah mengusap dua bukit dari balik piyama Bianca, menciuminya lantas meminta sang empunya untuk membuka.


Bianca mendorong bibir Skala dengan bibirnya, sambil membuka kancing piyamanya Ia melumaat bahkan menyesap bibir suaminya itu penuh gairah. Seperti tak ada yang akan bisa menghentikan mereka kecuali Rain yang mungkin saja terbangun dari tidurnya.


Pagutan bibir mereka semakin liar, bahkan Bianca dibuat bergerak erotis karena Skala memainkan bukit miliknya. Anaconda semakin meronta, dan dengan sekali tumbuk melesat masuk ke dalam mulut piranha. Beberapa menit setelah penyatuan yang sempurna, keringat mulai membasahi kening keduanya. Bianca terus bergerak memegang kendali permainan. Skala yang tak mau kalah, ikut menghentakkan pinggangnya. Sesuatu sudah ingin meledak di bawah sana, tapi tiba-tiba-


"Mama-Mama ... "


Suara Rain terdengar memanggil Bianca yang saat itu masih memacu Skala, mendengar suara sang putra, Bianca pun kehilangan irama dan seketika menghentikan gerakannya memompa suaminya.


"Mama ... " suara tangisan Rain semakin terdengar.


Bianca pun langsung berdiri melepaskan anaconda malang dengan pemilik yang patah hati. Ia sambar bajunya dan segera dikenakannya kembali.


"TIDAK!" Skala berteriak frustrasi. Bianca langsung mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuh Skala.


"Iya sayang, mama datang!" Bianca bergegas membuka pintu dan Rain ternyata sudah berdiri di depan kamarnya.


"Uhh ... sayang."


Bianca gendong Rain kembali menuju kamarnya, sementara itu di balik selimut Skala menatap anaconda nya yang masih tegak berdiri. "Nasip 'ku!'


_

__ADS_1


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Ada yang masih nungguin cerita SkaBi ga ya?


Like


Komen


kalau mau VOTE di novel terbaru Na aja ya Judulnya Pernikahan Simbiosis


Cek profil Na 😘 Makasih

__ADS_1


__ADS_2