Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)
S2 : Memikirkan


__ADS_3

"Apa kamu tidak jadi menemui Billy?"


Skala mengusap pipi Bianca yang mengantarnya sampai halaman depan saat dirinya akan berangkat ke kantor pagi itu. Fakta bahwa Nuna mendapatkan diary sang mama tanpa sengaja, bagaikan anugerah juga musibah bagi direktur Neil Fashion itu.


"Aku harus memikirkannya dulu," jawab Bianca sedikit ragu.


***


Beberapa hari sebelumnya


"Nun, kamu tahu kan onty sayang banget sama kamu?"


Nuna menunduk, gadis itu sadar bahwa tidak mungkin bisa lari lagi dari tantenya, atau pun menyembunyikan luka hatinya lebih lama. Air mata menetes membasahi pipi gadis belia yang mulai beranjak remaja itu. Sementara bagi Bianca, dia tahu apa yang Nuna rasakan sekarang.


Sebanyak apapun materi yang dilimpahkan orang tua, jelas hidup dalam keluarga yang tidak harmonis sangat lah menyakitkan. Apalagi mendapati orangtua yang dikasihi tidak saling mencintai lagi.


Selama ini ternyata jiwa rapuh gadis itu menyimpan lara sendiri. Tak ada seorang pun yang tahu, di balik senyuman hangat dan keceriaannya, Nuna menyimpan rasa sakit dan kecewa yang mendalam.


"Nuna, sejak kapan kamu tahu papa sama mama kamu sudah tidak akur?" Bianca kembali bertanya, netra ibunda Rain itu sudah berkaca-kaca. Melihat sang keponakan yang masih saja terus terdiam sambil menangis dada Bianca pun terasa ngilu.


"Nuna — kenapa kamu tidak pernah cerita sama onty sih?"


Bianca berdiri kemudian duduk di sebelah Nuna, ia peluk keponakannya itu yang langsung menangis terisak. Pundak anak kesayangan Diana itu bergetar hebat. Ia meledakkan semua perasaan sakit di hatinya.


"Mama sama papa akan bercerai onty," lirihnya.


Bianca terdiam, ia mencoba mencerna keadaan, dan sekarang ia baru sadar maksud ucapan Diana di malam syukuran kelahiran Rain.


Aku tidak bisa bertindak gegabah, aku tidak ingin sampai Nuna terguncang seperti saat aku kehilangan mama.


Bianca mengusap punggung keponakannya. Sekarang kecurigaanya mengarah ke Billy, kemungkinan Billy juga bisa menjadi orang yang membuat mamanya meninggal. Jika iya, jelas Nuna akan semakin terguncang dengan keadaan itu.

__ADS_1


***


Menyanggah kepalanya sambil berbaring di atas ranjang, Skala seolah tak bosan memandangi wajah istrinya yang sedang mengASIhi Rain.


"Jangan lihat! nanti kamu kepingin." canda Bianca, sambil mengarahkan telapak tangan kanannya ke mata suaminya.


"Ish ... aku sudah biasa, aku sudah mulai rela berbagi asupan nutrisi dengan Rain, iya kan Rain?" Skala tunjuk-tunjuk pipi bayinya yang asyik menyusu. Tiba-tiba ia menekuk bibirnya seolah heran.


"Apa?" Bianca yang melihat perubahan wajah suaminya seketika penasaran.


"Ca — bukankah Rain itu anak 'ku? tapi kenapa wajahnya mirip Dewa?"


"Masa sih?"


"Iya, lihat lah! Mirip Jungkook BTS KW."


Bianca menepuk pipi Skala gemas, suaminya itu memang suka mengada-ada. Alih-alih berhenti membahasnya, Skala malah kembali mengoceh.


"Ngaco!" Bianca melepaskan asetnya yang sudah tidak dihisap oleh Rain. Menggeser badannya perlahan. Gadis itu memilih bangin dan berpindah berbaring di samping Skala.


Memeluk erat suaminya dari belakang, Bianca mulai meminta pendapat dan bercerita tentang kondisi Nuna juga rumah tangga kakaknya.


"Jadi menurutmu —?" Skala tak melanjutkan kalimatnya, karena Bianca dengan cepat menganggukkan kepala.


"Menurut 'ku dan ini mungkin Ska—, mungkin saja Billy juga bisa menjadi tersangka jika benar mama meninggal tidak karena bunuh diri."


"Nuna, apa dia baik-baik saja?"


"Tidak, sepertinya dia sedang terguncang," ucap Bianca, nada bicaranya terdengar sangat sedih.


_

__ADS_1


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...Dikit dulu, ntar lagi 😅...


...Udin kubilang masuk penyelesaian konflik Markonah pening...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...Beri HADIAH Na biar semangat KULIAH nya...


...Eh... maaf Salah lapak 🤣...

__ADS_1


__ADS_2