
Bu Erin
[ Kalian tahu kan? aku dari dulu memang memasang banyak mata-mata di salon plus plus karena takut si Rhoma macam-macam, Eh aku barusan malah dikirimin foto sama mata-mata aku, katanya lucu ada dua laki-laki pukul-pukulan, dikira mereka homo, pas aku lihat bener-bener ternyata salah satunya Skala ]
"Seketek, berani-beraninya!" Bianca meremas sprei ranjang. Ia lantas menelpon Skala dan menanyakan sedang berada dimana suaminya itu sekarang.
"Aku sudah on the way pulang Ca, tenang saja aku siap begadang menjaga Rain malam ini."
***
Mengendap bak maling, entah kenapa Skala merasa ada yang tidak beres. Namun, Ia lega saat melihat Bianca tengah menyusui Rain di markas.
"Hei, papa pulang," ucap Skala yang langsung mendekat ke dua mahkluk kesayangannya.
"No, cuci tangan atau mandi dulu sana!" Bianca memiringkan badannya, mencegah Skala mencolek pipi anaknya.
Merasakan ada yang aneh, Skala memilih mengerjakan apa yang istrinya perintahkan.
"Ca, apa kamu tidak memasak makan malam untukku?"
Pertanyaan Skala membuat Bianca tersulut emosi. "Aku sudah sibuk menjaga Rain seharian, masa kamu suruh aku masak? lagian kamu bisa pesan makanan siap antar."
Jelas ada yang salah, Skala mulai sedikit gusar. Biasanya Bianca tanpa Ia tanya dengan senang hati membuatkan makanan untuknya.
"Apa masih belum ada pengasuh yang cocok untuk Rain? lagipula kenapa kamu selalu menolak kita memiliki pembantu."
"Aku tidak mau ada wanita lain di rumah ini selain aku," jawab Bianca ketus.
"Astaga Ca, kamu kenapa sih? aku salah apa?" Skala mulai sadar sesuatu pasti telah terjadi.
Bianca meletakkan Rain yang sudah terlelap, ia berdiri dan langsung menarik pergelangan tangan Skala keluar markas. Ia memilih kamar tamu untuk meluapkan emosinya.
"Kamu pergi ke salon plus plus kan? iya kan? kamu ngapain? ha? ngapain?" dipukulnya dada Skala dengan tangan yang Ia kepal berkali-kali.
Skala jelas kebingungan mendapat perlakuan seperti itu dari Bianca, apalagi istrinya itu terlihat sangat marah. "Dari mana kamu tahu?"
__ADS_1
"Kamu ga perlu tahu, aku hanya butuh kamu jawab iya atau ga? kamu kesana ngapain Skala?" Bianca menangis, Ia berpikir suaminya sudah jajan sembarangan.
"Ya ampun Ca, semua itu gara-gara Sabeni. Sumpah demi warga Amazon, aku hanya ingin perawatan wajah, aku memintanya mencari salon dan dia malah membawaku ke salon plus plus."
"Memang kenapa dengan wajahmu?" Bianca menyeka air matanya, Ia pandangi dalam-dalam wajah suaminya.
"Lihat Ca, aku punya kantung mata dan kerutan." Skala menunjukkan bagian yang dia maksud ke Bianca.
***
Bianca benar-benar merasa bersalah, Ia menyesal sudah berburuk sangka ke suaminya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam saat Rain bangun dan meminta ASI, setelah kenyang bayi mungil itu masih tak mau kembali tidur sampai Skala harus berdiri dan menimangnya.
"Sini biar aku yang gendong Rain, kamu istirahat aja Ska, seharian kamu udah kerja." Bianca membuka tangannya, tapi Skala menggeleng.
"Tidurlah! kamu seharian pasti tidak bisa istirahat menjaganya!"
Bianca bergeming, Ia memilih ikut berdiri. Disandarkan kepalanya ke pundak Skala. Ia berbisik lembut. "Ska, maaf ya!"
"Maaf untuk apa?"
"Maaf juga udah bikin kamu mewek." Skala tertawa, Ia sadar Bianca pasti begitu sangat mencintainya sampai menangis karena hal konyol seperti itu.
"Rain udah pules kan? ayo kita main salon-salonan," ajak Bianca.
Skala mengernyitkan dahi, Ia begitu penasaran dengan ucapan sang istri kepadanya.
Bianca memasangkan masker wajah ke muka Skala yang tengah berbaring dan menggunakan pahanya sebagai bantal, sesekali ia menepuk lembut seolah memberi pijatan ke muka suaminya.
"Ca.... "
"Hem... "
"Salonnya plus plus donk," ucap Skala menggoda. "Pijatnya atas bawah."
"Mesum banget sih Ska." Bianca tersenyum sambil terus menepuk lembut masker yang menempel di muka suaminya.
__ADS_1
"Aku masih harus nunggu dua minggu lagi kan Ca?aku takut anaconda ku jadi lumutan."
"Sabar ya, ntar kalau udah selesai kita bisa praktik gaya menunggang kuda lagi." Gaya tempe penyet juga boleh.
"Sekarang cium dulu aja ya?" tawar Bianca.
Skala menggeleng dan itu tandanya Ia tak menerima tawaran sang istri. "Please Ca, berikan sentuhanmu agar anacondaku bahagia."
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
...LIKE...
...KOMEN yang banyak...
...Love you ❤❤...
__ADS_1