Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)
S2 : Zumba Petaka Bag 2


__ADS_3

Bianca menutupi mukanya dengan handuk layaknya memakai masker. Bak kepiting, Ia berjalan miring merapat ke tembok saat masuk ke dalam markasnya.


Skala yang tengah berada di kamar bermain Rain pun tak menyadari bahwa istrinya sudah pulang ke rumah, laki-laki itu asik menonton televisi dan mengobrol dengan anaknya yang terlihat mulai bisa mengoceh.


"Ampun!" Bianca memandangi wajahnya dari pantulan cermin, pipinya terlihat sedikit lebam. Ia coba menyentuhnya, tapi urung.


"Ish ... dasar ibu-ibu gila," gerutunya.


Mendapati sang suami tidak berada di dalam markas, Bianca berniat untuk mandi dan menutupi bagian lebam di pipinya dengan concealer. Namun, belum sempat Ia menjalankan rencananya pintu markas terbuka. Belahan jiwanya terlihat masuk sambil menggendong sang putra. Bibir Skala yang tersenyum manis seketika berubah menjadi masam melihat warna keunguan di pipi sang istri.


"Kamu pakai blush on warna apa itu di pipimu?"


Bianca mengembuskan napasnya, bagaimana bisa Skala menganggap memar ungu di pipinya sebagai blush on.


"Ini memar Ska," lirihnya.


"Apa? Kenapa bisa pipimu memar?" Skala menaikkan alis matanya - tajam, wajahnya berubah kesal, Ia berjalan mendekat sambil memelototi Bianca.


"A—ku ... I—ni." Bianca yang biasanya pemberani tiba-tiba mengkerut ketakutan.


"Aku habis tawuran."


***


Satu jam yang lalu


"Jangan berani-berani menyentuh adik iparku! Kamu mau mati?" Mata Felisya melotot. Dijambaknya rambut wanita yang hampir saja melayangkan tangannya ke pipi sang adik ipar.

__ADS_1


Perlakuan istri Tama itu sukses membuat ibu-ibu tukang ghibah murka. Secara membabi buta terjadilah mala petaka di area Zumba itu.


Bak anak baru gede para wanita itu terlibat adegan saling hajar, bahkan sang ZIn sampai kuwalahan, instruktur Zumba itu berteriak dan melerai melalui headset yang dikenakannya.


Bu Dewan dan Bu Hana yang dituakan mencoba untuk tetap bepikiran jernih. Keduanya terus berusaha melerai perkelahian. Bu Erin dan saudara kembarnya juga sudah ikut baku hantam, bahkan Bu Eli terlihat saling jambak dan cakar dengan salah seorang wanita.


"Ingat umur ibu-ibu, nyebut! nyebut!" Bu Hana mencoba mengingatkan. Mulutnya malah komat-kamit merapal doa, meniup sebentar wanita itu lalu meraupkan telapak tangannya ke muka Bu Erin.


"Bu Hana apa-apa'an? Saya kan ga kesurupan!" Bu Erin tak peduli dan kembali saling cubit dan tampar dengan lawannya.


PLAKK


Satu gamparan mengenai pipi Bianca. Mata istri Skala Prawira itu membeliak lebar. Tangannya terangkat tinggi dan hampir mengenai muka lawannya. Sayang sekali, seorang petugas mencegahnya. Pria-pria berpakaian serba hitam itu langsung menggelandang mereka ke pos keamanan.


***


...Layaknya anak SMA, sekumpulan ibu-ibu mengamuk di sebuah acara Zumba. Tak hanya saling memaki, mereka juga saling pukul dan tampar karena hanya sebuah kesalah pahaman belaka....


"Ngapain juga sampai adu jotos seperti itu? Ish ... Ish ... Ish dasar ke kanak-kanakan." Gumamnya lagi.


Baru saja mengucapkan kalimat seperti itu, Tama tiba-tiba dikejutkan dengan dering ponselnya. Ternyata sang sepupu yang menelponnya.


Sambil memelototi Bianca yang tengah duduk bak tersangka, Skala menanyakan keberadaan Felisya ke Tama.


"Feli? untuk apa kamu mencari istriku? bukankah kamu tahu para ibu-ibu itu tengah pergi Zumba?" Tanya Tama heran.


"Oh itu dia sudah datang." Tama mengubah ucapannya saat melihat Felisya berjalan mendekat ke arahnya. Istrinya itu memegangi lehernya dengan telapak tangan, seolah mencoba menyembunyikan bekas cupaang dari mantan.

__ADS_1


"Coba kamu cek, apakah istrimu masih utuh atau tidak!" ucap Skala.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...Maaf ya aku lagi hectic banget, kalau kalian Mau tau info soal update bisa follow IG aku @nasyamahila...


...atau...

__ADS_1


...Liat bagian profile aku klik aja di bagian trending, aku akan kasih update di sana juga...



__ADS_2