
Bianca dan Nuna berjalan bak foto model menyusuri mall sambil menenteng tas dan beberapa belanjaan. Demi menyenangkan hati keponakannya, Ibunda Rain itu mengajak Nuna untuk berbelanja, karena sejatinya obat yang paling manjur untuk rasa sedih adalah belanja. Bianca menitipkan Rain ke Skala dan berjanji sebelum jam tujuh malam akan pulang ke rumah.
Keduanya beralih dari satu toko ke toko yang lain. Membeli barang-barang kebutuhan mulai dari baju, tas sampai sepatu, saat di depan kasir Nuna tiba-tiba saja mencegah sang tante untuk membayar belanjaan mereka, gadis itu membuka dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu.
Nuna Memberikannya kepada pelayan toko dengan gaya elegan. Jelas Bianca dibuat terkejut oleh tingkah keponakannya itu karena total belanjaan mereka terbilang lumayan merogoh kocek.
“Ayo onty!”
Nuna menarik Bianca yang masih terbengong untuk keluar dari toko. Gadis itu menyeret tantenya masuk ke sebuah kedai makanan cepat saji. Bianca yang masih tak percaya ditraktir oleh keponakannya hanya bisa memandang wajah Nuna yang berseri-seri, bibir gadis itu terseyum dan mulai memesan makanan yang dia inginkan.
“Onty pesan apa? Nuna yang traktir!”
Lagi-lagi Bianca dibuat tercengang oleh ucapan keponakannya. “ Onty pesan kayak kamu aja deh,” ucap Bianca dengan mimik yang sama, masih tidak percaya.
“Nun, kamu setelah lulus SMA ingin kuliah jurusan apa?” Bianca mencoba membuka percakapan. Dipandanginya wajah sang keponakan yang matanya terlihat jelalatan keluar restoran cepat saji itu.
“Jurusan cowok cakep onty.” Gadis itu tak fokus, ia sibuk memandangi cowok-cowok yang lalu lalang di sekitar sana.
“Ih Nuna ah malu-maluin, masa ngeliat cowok sampai kayak gitu.” Cibir Bianca yang akhirnya malah ikut-ikutan memandangi obyek yang menjadi perhatian Nuna.
“Mubadzir onty kalau ada cowok ganteng ga dilihat.”
Pasangan tante dan keponakan itu akhirnya sama-sama sibuk melihat para cowok yang ada di sana. Bianca bahkan ikut tersenyum seperti apa yang Nuna lakukan.
“Onty ga mau tuker tambah om Skala sama yang lebih muda?” cicit keponakan tak ada ahklak itu.
__ADS_1
***
Sementara sang istri tengah sibuk memandangi kaum adam yang jika dibiarkan mubadzir. Skala tengah repot mengganti popok Rain di rumah.
Bayi itu buang air berkali-kali, konyolnya Skala tidak menunggu Rain menyelesaikannya dulu baru mengganti popoknya, alhasil dia harus kerepotan karena bolak balik mengambil popok dan membuang bekasnya ke tempat sampah.
“Ah Rain, bilang dong kalau belum selesai, kasih kode papa,” gerutu Skala ke bayi yang belum genap berumur satu bulan itu.
“Lagian mamamu sih, milih pengasuh aja kayak milihin kamu mama baru, lama banget ga dapet-dapet.”
Skala menampar mulutnya sendiri karena Rain tiba-tiba menangis kencang saat mendengar ia mengucapkan kata mama baru.
“Tidak … Tidak Rain, maksud papa bukan gitu, diam ya sayang!”
Skala dengan cekatan membasuh bagian belakang tubuh Rain dengan tisu basah, kemudian memakaikannya popok baru. Ditimangnya bayi mungil itu sambil terus dia ajak bicara seolah-olah Rain mengerti apa maksud dari ucapannya.
Muka Skala menjadi masam karena Rain terlihat tersenyum, meskipun dengan mata terpejam. Bayi itu seolah mendukung Bianca tapi tidak dengan dirinya.
“Rain kamu itu anak papa, kamu tidak tahu ya kan? papa yang berjuang membuatmu, dengan kecebong kuwalitas superior, mamamu cuma terima jadi dan terima enak.”
Sial bagi Skala, Rain kembali menangis. Bahkan bayi itu tidak mau meminum ASI perah yang dirinya berikan. Laki-laki itu bingung, sejurus kemudian ia mencoba menenangkan dengan membalik perkataannya tadi.
“Baiklah, mamamu juga berjuang membuatmu, dia juga punya andil, benar! dia mengandungmu sembilan bulan."
Ucapan Skala tak membuat Rain terdiam, anaknya itu malah semakin menangis sampai mukanya terlihat memerah.
__ADS_1
"Maaf ya Rain, maaf!"
Skala semakin bingung, akhirnya ia meraih ponselnya untuk menelpon Bianca yang kebetulan sudah dalam perjalanan pulang ke rumah.
“Ca cepat pulang, bom mu meledak!” ucap Skala frustasi.
"Bom? bom apa?" tanya Bianca kebingungan.
"RAIN."
-
-
-
-
-
-
-
...LIKE Dan KOMEN ya 😊😊...
__ADS_1
...biar aku semangat up 🥰...