
...18++...
...Yang punya tiket silahkan baca, yang under age skip ya, demi kewarasan otak suci kleyan....
_
_
_
_
_
"Apa ini?"
"Anaconda yang akan membuatmu menggelepar."
Pertanyaan pura-pura Bianca yang sedang meraba milik Skala dijawab dengan gurauan semi mesum dari sang empunya. Dengan posisi berendam di dalam bath tub, Skala memeluk Bianca dari belakang. Menciumi pundak istrinya dan sesekali membaluri punggung belahan jiwanya itu dengan busa.
"Ska, apa ada mimpimu yang belum terwujud?" Bianca menggosok tangannya, sedikit menoleh menunggu jawaban dari laki-laki yang sedang diajaknya berbicara.
"Entahlah, memilikimu dan Rain sudah membuatku merasa memiliki dunia Ca." Skala menjauhkan kepalanya. "Mimpiku hanya hidup bahagia bersamamu selamanya, melihat Rain dan adik-adiknya tumbuh dewasa."
Bianca berbalik, Ia mengubah sedikit posisinya naik ke atas pangkuan Skala dan dengan satu kali sentakan serta sedikit bantuan dari tangannya, Ia sukses memberikan vitamin D ke suaminya. Skala pun dibuat melenguh merasakan anaconda terhimpit di dalam mulut piranha kesayangannya.
Menggerakkan pinggulnya, Bianca memasang muka seksi untuk memancing birahi suaminya. Satu tamparan Skala berikan ke bagian belakang tubuh sang istri. Dipeganginya kedua sisi pinggang Bianca, meminta gadis itu mengehantak mengikuti gerakan tangannya.
Bianca terus menikmati bermain kuda-kudaan bersama Skala di dalam bath tub yang penuh dengan busa. Sesekali kepalanya mendongak ke atas sambil meracau tak terkendali, Skala meletakkan kepalanya ke pundak istrinya, Ia menerima jambakan halus pada rambut dan cakaran di punggungnya dari Bianca dengan senang hati.
__ADS_1
Tak ingin kalah dari pujaan hatinya, Skala mengangkat tubuh Bianca tanpa melepas anacondanya. Ia mengehentak-hentakkan miliknya dengan posisi berdiri. Bianca hanya bisa meracau mendapati gaya baru yang dipraktikkan suaminya tanpa simulasi itu.
Menyambar handuk, Skala membungkus tubuh Bianca sambil berjalan menuju ranjang. Ia rebahkan tubuh polos itu dan kembali menimati petualangannya, bunyi penyatuan tubuh mereka begitu nyaring. Desahan demi desahan bersahutan dari bibir keduanya, sampai di titik di mana si anaconda mencapai puncak setelah puas keluar masuk di dalam mulut piranha. Skala mengerang bersamaan dengan mengalirnya cairan hangat yang membasahi paha Bianca.
Mereka tertawa bahagia, akhirnya petualangan menembus amazon lalu terbang ke nirwana terselesaikan juga.
***
Sadar terlalu lama meninggalkan Rain, Bianca berniat bergegas ke rumah Felisya setelah menyelesaikan memberikan vitamin yang diminta Skala.
Saat keluar, Bianca melihat Nuna yang mematung di depan pagar rumahnya, keponakannya itu membawa sesuatu yang dia peluk di depan dada.
"Nuna!" Sapaan Bianca mengagetkan gadis itu.
"Onty Bian," jawab Nuna sedikit ragu.
"Kenapa di situ? masuk sini!"
Beruntung bagi Nuna, bu Dewan terlihat keluar rumah untuk mengambil pesanan makanan dari abang-abang go back. Nuna menyapa ibunda cowok yang ditaksirnya itu dan segera meninggalkan rumah tantenya.
"Mama mertua!" teriak Nuna sambil berlari menghampiri bu Dewan.
Bianca hanya bisa tersenyum melihat kelakuan keponakannya, tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun. Ia berkata berada di rumah Felisya jika mungkin Nuna mencarinya nanti.
Nuna mengangguk, gadis itu mengekor bu Dewan masuk ke dalam rumah.
"Sudah makan belum kamu?" tanya Bu Dewan.
Nuna menggeleng dan tertawa, "Kak Dewa di rumah ga?"
__ADS_1
"Ada tuh, lagi sama temannya."
Nuna berhenti di depan teras, Ia ragu saat melihat sepatu perempuan di depan. Saat Bu Dewan sampai di ambang pintu, sesosok gadis keluar menghampiri dan menawarkan untuk membawakan apa yang wanita itu bawa.
"Eh Nuna ayo masuk, ini temannya Dewa juga kok, kenalin Kimi."
Seketika Nuna merasa gadis bernama Kimi itu bukan sekedar teman Dewa. Melihat kedekatan Kimi dengan Bu Dewan, Nuna merasa kesempatannya menjadi menantu wanita itu kini hanya di bawah lima puluh persen.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
...LIKE KOMEN yes...
...MADAME Zi udah aku publish, cek profile Na. Masukin FAVORITE ya. Makasih...
__ADS_1