Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)
S2 : Side Story : Tama Felisya


__ADS_3

Pagi yang cerah, hari dimana Tama diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu tampak sumringah. Senyumnya terkembang sempurna karena ia sudah bosan dengan suasana dan bau rumah sakit. Hanya saja atmosfer tetap terasa horor di hati Tama, senyap sunyi seakan tak ada siapa pun selain dirinya di kamar. Padahal di sana ada Felisya dan Sari pembantunya yang akan menemaninya pulang ke rumah.


Menatap sekilas Felisya yang tengah sibuk membaca hasil rontsgen terbarunya tadi pagi, hati Tama serasa sakit. Istrinya itu acuh, masih marah tak berkesudahan. Padahal ia kira masalah salah paham itu sudah selesai mengingat Felisya sudah mau bicara padanya saat Bianca dan skala datang beberapa hari yang lalu.


Aku harus bagaimana agar kamu mau maafin aku Fel?


Tama membatin sesal. Tak menyangka kekonyolannya berpura-pura amnesia berdampak besar, Sial! kenapa Bianca harus membalik permainan yang Ia rencanakan. Didiamkan oleh Felisa dan dianggap tak ada seperti ini sungguh menyakitkan.


Apa perlu aku membelikannya perhiasan? Ah, sepertinya tidak akan mempan, perhiasannya dirumah saja jarang Ia kenakan.


Tama mengusap wajahnya gusar. Apa perlu aku berikan saja dia kepuasan di atas ranjang seperti yang Bianca bilang? tapi ....


Laki-laki itu menukul kepalanya sendiri dengan empat buku jari. Bagaimana bisa memuaskan Felisya. Kaki aku aja masih belum leluasa digerakkan.


Tama makin resah, membatin dan berpikir keras agar Felisya mau berbaikan dengannya, tapi tetap tak mendapat jawaban. Ia malah semakin pusing.


"Fel ..." panggilnya.


Namun Felisya menulikan indra pendengaran. Terbukti saat suara Tama memanggilnya ia terdiam sedetik tapi kembali melanjutkan aktivitasnya, mengecek kertas hasil lab Tama dan memberi arahan kepada Sari agar tidak ada barang yang ketinggalan.


"Sayaaang ..." panggil Tama lagi dengan suara dibuat selembut mungkin, wajah pun dibuat memelas, tapi lagi-lagi percuma. Felisya bergeming dengan wajah masih terlihat masam. Wanitanya itu masih duduk angkuh dengan kaki menyilang tanpa menggubris panggilannya.


Ah andai tidak sakit. Sudah aku gendong dia dan kuhajar di atas ranjang, berani-beraninya cuek bebek begitu, batin Tama kesal. Akan tetapi lagi-lagi ia harus kembali mendesah panjang. Kaki masih terbalut perban dan tidak mungkin untuk berjalan.


"Felisya sayangku cintaku manisku pujaan hatiku wanita tercantik sejagat raya dunia nyata dan Maya!" seru Tama lantang dengan satu tarikan napas seperti saat dia mengucapkan akad nikah.


"Jangan cuekin aku dong!"


Felisya tentu saja kaget. Bahkan tak hanya dia sang asisten rumah tangga yang tengah memasukkan barang-barang Tama juga tampak kaget. Dua wanita itu saling pandang setelah melihat wajah kesal Tama. Namun Sari kembali melanjutkan aktivitas, membiarkan Felisya mendekat ke arah Tama dan tak mau mencampuri urusan majikannya.


"Kenapa?" tanya Felisya dengan wajah yang masih datar.

__ADS_1


"Jagan ngambek lagi, dong," ucap Tama seraya meraih tangan Felisya.


"Aku gak ngambek." Felisa menarik tangannya dengan paksa.


"Terus kenapa diemin aku?"


Felisa memejamkan mata, ia tau Tama adalah orang sakit yang harus dilayani dengan baik, hanya saja ia berpikir untuk memberi hukuman pada Tama lebih lama lagi. Ia sangat cemburu karena ocehan Bianca.


Ck! Bisa-bisanya kamu tak sadar membuat hatiku sakit.


Menolehkan kepalanya ke samping, Felisya menatap Sari yang sudah berdiri tegak dengan koper sudah tertutup rapat. "Sudah selesai?"


Sari mengangguk. "Sudah, Nyonya."


"Ya udah, kalau gitu bawa sini kursi rodanya. Kita pulang sekarang."


Sementara Tama yang diabaikan kembali mendesah panjang. Ia pun pasrah saat dipapah oleh Felisya dan Sari. Hanya saja kesialan menderanya sekarang. Tangannya tak sengaja menyenggol dua gundukan Sari dan parahnya adegan sedetik itu terlihat jelas di mata Felisya.








__ADS_1











Otor : Sumpah guys aku dry out aku jadi kurus karena crazy up


Reader : Sabar! yang penting pencapaian nyala for


Otor : Yang penting kalian dukung aku dan Komen yang bikin ngakak 🤣


...LIKE...


...KOMEN yang banyak...


...VOTE...


...ADD FAVORITE...

__ADS_1


...makacih 🥰...


__ADS_2