Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)
S2 : Cemburu Pada Tama


__ADS_3

“Masuk kenapa sih? Loe kayak satpam aja jagain pintu.”


Sebuah kepala menyembul di sisi Skala, mantan kekasih sekaligus ibu mertua tirinya sudah berdiri di samping sambil membawa sebuah kantong plastik. Rickha mendorong Skala masuk, membuat papa Rain itu salah tingkah.


“Sayang ‘ku kenapa kamu bisa tertusuk seperti ini?” Rickha langsung mendekat ke arah Nataniel, tapi seketika ia berbalik kembali untuk menyerahkan kantong plastik yang dia bawa ke Bianca. Tanpa rasa malu, ia mengusap pipi suaminya, bahkan Nataniel menyodorkan bibirnya untuk dicium istri ketiganya itu.


“Ish … tak tahu malu.” Bianca meletakkan bawaan Rickha ke atas meja. “Ska, kapan datang?” tanyanya ke sang suami yang berdiri tak jauh darinya.


“Kamu terlalu asyik dengan kakak barumu sampai tidak menyadari keberadaan 'ku,” sindir Skala sambil menatap tajam Tama dengan pandangan iri.


“Sudah kalian pergi saja sana! aku bisa menemani dan merawat suamiku sendiri.” Rickha membuat gerakan tangan mengusir, membuat Bianca kesal dengan tingkah istri ketiga papanya itu.


Memilih mengikuti ucapan Rickha, Bianca hampir berbicara untuk mengajak suaminya pergi. Namun, Skala sudah terlebih dulu keluar kamar perawatan Nataniel tanpa berpamitan.


“Dia kenapa?”


“Entahlah!” Tama mengedikkan kedua bahunya.


“Dasar istri kurang peka, dia tadi melihatmu melingkarkan tangan dan bersandar ke pria itu.” jari Rickha menunjuk ke arah Tama.


“Sayang, dia Tama. Dia anak kita juga," bisik Nataniel.


Mata Rickha membola, pikirannya mencoba mencari jawaban dan mencerna ucapan suaminya barusan. “Mak-sud-mu?”


Memandang wajah Bianca heran, wanita yang gagal masuk lima besar sebuah ajang pencarian model se-Asia Tenggara itu terlihat tidak percaya.


Anak papamu? dari perempuan mana lagi?


“BIASALAH!”


Bianca menyambar tasnya sambil menjawab rasa penasaran mama tirinya yang bahkan tidak diutarakan itu. Gadis itu bergegas mengejar Skala yang kembali cemburu buta.


"Wah ... hebat, Bianca bisa menebak pertanyaan di kepalaku," ucap Rickha ke Nataniel.


***


“Anda sudah pulang!”


Bianca hanya mengangguk saat Laila menyapanya, ia meminta pengasuh Rain itu untuk menjaga anaknya dulu, sementara dia harus bergegas menenangkan suaminya yang sedang merajuk.


“Dimana Tuan?”


Selang Lima menit, Bianca bertanya kembali kepada Laila karena tak menemukan Skala di markas. Wajahnya terlihat gusar, sebenarnya ia takut jika suaminya itu marah, tak jauh berbeda dari dirinya, Skala akan bersikap dingin saat kesal.


“Saya tidak tahu nyonya, saya sibuk menjaga Tuan muda Rain di kamar.”


“Mobilnya ada di luar, kemana dia?” gerutu Bianca sambil menekan nomor Julian untuk menanyakan keberadaan bodyguard nya itu dan Skala sekarang.


“Maaf nyonya, tadi Tuan bilang saya boleh pulang dan pergi berkencan dengan Lydia, Tuan bilang dia-"


***

__ADS_1


“Suruh semua orang pergi dari sini, aku ingin membooking Gym ini, catat semua kerugian selama tiga jam ke depan, usir semua pengunjung.” Skala dengan entengnya memberi perintah.


Melihat anggota VVIP Gym mereka datang dengan perintah mengejutkan seperti itu semua karyawan menjadi kalang kabut.


“Kami membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk mengosongkan Gym Tuan,” ucap salah satu staff ragu.


“Hem ... aku tunggu,” ucap Skala sambil berjalan masuk ke dalam.


Laki-laki itu hampir duduk ketika ponselnya berbunyi, sebuah panggilan video dari sang istri yang sedang mengkhawatirkannya. Skala sebenarnya malas, tapi karena ingin menunjukkan bahwa dirinya sedang marah, cucu kesayangan Prawira itu akhirnya menekan icon berwarna hijau di layar ponselnya.


"Kamu dimana? Ska apa kamu marah?"


Menatap layar, Skala memalingkan muka seolah enggan menatap wajah Bianca. "Aku hanya ingin menenangkan diri." Ketusnya.


"Apa caramu menenangkan diri dengan melihat gadis-gadis memakai sport bra?" sindir Bianca yang tanpa sengaja melihat sekilas beberapa pengunjung Gym berjalan di belakang suaminya.


"Terserah kamu mau berpikir seperti apa?"


Skala memilih memutus panggilan dan mematikan ponselnya. Menghembuskan napasnya, laki-laki itu sebenarnya ingin menyalurkan amarahnya dengan berolah raga.


***


Pulang ke rumahnya, Skala langsung masuk ke dalam markas. Ia kecewa karena tadinya Skala berharap bisa menemukan istrinya di sana.


Bianca pasti marah. Aku memang berlebihan.


Berniat keluar mencari keberadaan istrinya, Skala terkejut melihat gadis itu masuk ke dalam sambil menggendong sang putra.


"Hai ... Rain," lirih Skala sambil mendekat ke arah dua mahkluk yang sangat penting dalam hidupnya. Ia genggam tangan Rain penuh cinta. Melihat senyum Bianca, Skala malah merasa bersalah.


"Papa mandi dulu ya, terus makan. Rain mau ***** dulu." Bianca berjalan menuju ranjang, sambil terus menciumi pipi bayinya.


Mengangguk paham, Skala agak takut kenapa Bianca malah bersikap seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.


***


"Ca!" panggil Skala setelah kembali dari makan malam di lantai bawah.


"Hei, maaf aku tidak bisa menemani 'mu makan, Rain baru saja kembali tidur."


Skala semakin salah tingkah, Ia malah merasa aneh karena sikap Bianca tak seperti biasanya. "Ca marah sajalah dari pada bersikap seperti ini!"


"Marah soal apa?"


"Ca!"


"Ssttttt ... nanti Rain bangun lagi, pelankan suaramu!"


"Maaf! aku-"


"Cemburu pada Tama?" sela Bianca yang langsung bangun mendekat ke arah suaminya yang sedari tadi masih berdiri. Ia lingkarkan tangannya ke pinggang Skala yang langsung membalasnya dengan sebuah kecupan di kening.

__ADS_1


"Aku sudah berusaha menahannya, ternyata tidak bisa, maaf!"


"Mungkin kamu hanya belum terbiasa, Tama adalah kakak 'ku, bahkan saat dia masih menjadi sepupumu aku hanya menganggap dia kakak tidak lebih. Jangan takut! aku tidak akan pernah berpaling ke pria lain."


"Benarkah?"


"Iya Ska, apa kamu tahu alasannya?"


"Kenapa?"


"Karena tidak ada yang lebih kaya dari dirimu."


Bianca terkekeh geli begitu juga dengan Skala yang langsung membenturkan dahinya ke kening gadis itu.


"Rain sudah tidur nyenyak kan? kita ke kamar tamu yuk!"


"Em ... Ska, ga bisa!"


"Kenapa?"


"aku lagi itu - ."


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...Almost END ya guys...


...habis ini aku jump ke 3 tahun yang akan datang Biar setting waktunya sama dengan NicNa, habis itu BKP tamat dan aku lanjut NicNa...


...Tenang nanti aku kasih Bonus yang kalain suka 🥰...


...jadi jangan cabut love nya...


...Oh ya yang nanya kenapa MADAME ZI hilang, itu sengaja Na Hapus. Nanti Na upload lagi tenang aja...


...buat tau info kalian follow aja IG Na @nasyamahila...

__ADS_1


...Terima kasih...


__ADS_2