Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)

Bukan Kontrak Pernikahan (Buku 2)
S2 : Zumba Petaka Bag 1


__ADS_3

Bianca merasa hari-hari yang dia lewati menjadi seorang ibu sangatlah cepat berlalu. Rasanya baru kemarin dia melahirkan Rain, tapi sekarang bayi mungilnya itu sudah menginjak usia tiga bulan.


Tersenyum memandangi Skala dan anaknya yang masih terlelap, Bianca menciumi pipi keduanya secara bergantian.


"Buruan Bi!" teriakan Bu Erin membuat Bianca yang baru menutup pagar berlari menuju mobil wanita itu.


"Maaf ya bu!"


Bianca tertawa sungkan, ibunda Rain itu setengah terkejut mendapati kakak iparnya sudah berada di dalam mobil juga. Setahu Bianca, sejak menjadi anggota geng sultini blok kamboja, Felisya lah yang paling sering terlambat jika mereka mengadakan acara.


"Hari ini pengasuh Rain libur juga ya?" tanya kakak iparnya itu.


Bianca menjawabnya dengan anggukan kepala lalu memposisikan diri duduk dengan nyaman. Hari itu para anggota geng sultini blok kamboja akan ikut zumba yang diadakan oleh salah satu pusat perbelanjaan ternama.


***


"Bukankah itu istri pemilik PG Mall." Bisik beberapa ibu-ibu sambil menatap Felisya dengan pandangan menyelidik saat semua peserta berkumpul sebelum acara Zumba dimulai.


"Oh, anak pak menteri. Aku dengar suaminya bukan pemilik mall itu kok, bahkan katanya dia hanya anak buangan." Imbuh lainnya.


Bukan tidak mendengar ucapan para ibu-ibu itu. Namun, Felisya memilih untuk diam tak menggubris. Bianca yang berdiri di sampingnya terlihat melirik. Ia mulai kesal, bahkan emosinya sudah terpancing.


"Keluarganya sangat rumit, bahkan kedua orang tuanya masuk penjara karena sebuah kasus, menurut kabar mere — . "


"Wah ... seseorang harus menciptakan penemuan baru, sepertinya ibu-ibu ini butuh filter mulut untuk menyaring kata-katanya."

__ADS_1


Bianca berjalan menghampiri para wanita itu. Mereka terkejut karena tak menyangka istri Skala Prawira itu mendengar perbincangan mereka. Konyolnya, salah satu dari lima ibu-ibu bertanya, apakah Bianca mendengar pembicaraan mereka.


"Bagaimana aku tidak dengar kalau kalian menggunjingkan orang bak paduan suara?" bentak Bianca.


"Mana bukti kami bergunjing, kami tidak menggunjingkan siapapun, iya kan teman-teman?" Salah satu ibu itu memakai jurus andalan orang-orang jika ketahuan membuat kesalahan—mengelak atau mencari pembelaan kawan.


"Apa anda sedang melakukan jurus lempar kentut sembunyi pantaat?" Pertanyaan Bianca membuat ibu-ibu itu saling pandang, bagi direktur Neil Fashion itu lempar batu sembunyi tangan terlalu mainstream untuk diucapkan.


"Kalian membuat orang lain terganggu lalu berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Wah ... luar binasa!"


Pandangan orang-orang pun mengarah ke mereka yang tengah adu mulut. Jelas Bianca tidak mengenal rasa takut, asalkan benar Ia pasti akan maju terus pantang mundur.


"Anda seharusnya tidak seenak jidat mengosipkan orang karena jatuhnya akan menjadi fitnah dan itu dilarang oleh agama."


Bu Rohana yang mendengar ucapan Bianca mengelus dadanya, bibirnya tersenyum. Wanita itu bahagia bahwa anggota geng termudanya menunjukkan progres membanggakan setelah sekian lama. Namun, senyuman Bu Hana sirna seketika, saat ibunda Rain itu mulai memaki lawan bicaranya tak terkendali.


Suasana semakin gerah bak tengah berada di gurun pasir, padahal acara Zumba itu belum memulai sesi pemanasannya, tapi keringat terlihat membasahi pelipis mereka. Bahkan para anggota geng sultini blok kamboja sudah siap pasang kuda-kuda.


Salah satu ibu yang berdiri paling pinggir melayangkan tangannya hendak memukul Bianca. Namun, tiba-tiba —


"A... aghh.... aghhh sakit sakit!"


Semua orang terperanganya. Felisya menjambak rambut wanita itu yang kebetulan dikuncir model ekor kuda.


"Jangan berani-berani menyentuh adik iparku! Kamu mau mati?" Mata istri Gutama Prawira itu melotot tajam bak kesurupan kunti jembatan.

__ADS_1


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...LIKE...


...KOMEN...


...kasih Na HADIAH kembang setaman, yang mau ikut traveling mumpung libur tunjuk jari....


...Jangan nanya kenapa dikit-dikit sekarang tiap babnya, seharusnya PRHH dan bala Mesumable sudah paham (tersenyum manis bak bidadari)...

__ADS_1


...Aku usahakan up semua novel, jika kalian ga mau baca dikit-dikit tunggu aja sampai banyak, ga usah protes. Ntar jempol beracunku beraksi...


__ADS_2