
Bianca menutup mulut dengan kedua tangannya, bucket bunga itu tepat mengenai punggung sang mempelai wanita yang bernama Lisa. Rasanya pasti sangat menyakitkan.
Kesal, Skala yang tengah diplototi Farhan malah seolah menantang. Sepertinya akan terjadi baku hantam, jangan sampai pesta pernikahan itu berubah menjadi ajang tawuran. Bianca pun memilih menarik lengan suaminya, sesekali Ia menunduk meminta maaf ke arah mempelai perempuan yang terkena lemparan home run suaminya tadi.
"Lepas!" Skala marah, Ia betulkan jasnya dan mencoba mengatur napas setelah keluar ruangan pesta.
"Keterlaluan kamu Ska, kalau tadi kena kepala pengantin perempuannya terus amnesia gimana? ga jadi hiya hiya kan mereka?"
Bianca yang tidak tahu bahwa pasangan pengantin itu sudah menikah beberapa bulan yang lalu sangat cemas, Ia merasa ulah suaminya tadi benar-benar di luar batas. Tak seperti biasanya, Skala mungkin kurang belaian setelah dirinya melahirkan Rain sampai seemosional itu.
"Mendapat bucket bunga dan kawin lagi itu tidak hanya mitos Cacamarica." Skala benar-benar takut kalau istrinya menikah lagi. "Itu benar-benar bisa terjadi."
"Kawin ya? Baiklah. Iya, itu bukan mitos. Ayo aku tunjukkan padamu bahwa itu bukan mitos."
Bianca menarik pergelangan tangan suaminya menuju resepsionis hotel, dipesannya sebuah kamar president suit untuknya dan sang suami. Skala pun kebingungan melihat tingkah istrinya yang tiba-tiba berubah.
"Mau apa?"
"Kawin lah." Bianca merasa benar-benar konyol, tapi Ia tahu yang suaminya butuhkan sekarang hanyalah kehangatan, Skala butuh berpetualang.
"Apa ini caramu menunjukkan mitos itu benar adanya?" Skala sudah tersenyum bahagia, Ia sadar bagi Bianca kata menikah dan kawin memiliki arti berbeda.
Bianca tiba-tiba saja berhenti, menatap suaminya dengan sedikit malu-malu. "Em ... Ska saat meminta a new able bra sebagai kado pernikahan ke staff ku, aku juga meminta produk lingerie terbaru, barang itu ada di dalam mobil. Kamu mau tidak mengambilkannya untukku?"
Skala langsung berbalik, setengah berlari papa Rain itu cepat-cepat pergi untuk mengambil barang yang dimaksud istrinya, tentu saja ia ingin segera berpetualang bersama Bianca membelah hutan, naik bukit dan melewati lembah.
Beberapa saat setelah kembali dengan barang yang istrinya minta, Skala terlihat kebingungan. Ia lupa menanyakan nomor kamarnya ke Bianca tadi.
"Dua belas? empat belas?" gumamnya.
Skala bisa saja bertanya dengan kembali turun ke meja resepsionis, tapi tanggung anacondanya sudah mulai menggeliat bahkan sebelum bertemu piranhanya.
Skala memilih membuka pintu kamar nomor empat belas yang memang tidak tertutup rapat, samar ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Ca ..," Panggilnya ragu. Skala pun berjalan mendekat ke arah pintu kamar mandi.
"Sial sepertinya aku salah kamar." Skala hampir berbalik untuk pergi dari sana saat tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Ia kaget melihat pengantin wanita yang terkena lemparannya tadi keluar dan hanya memakai handuk yang melingkar nenutupi dada sampai di atas lututnya.
Gadis itu berteriak lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi. Suaminya yang baru datang setelah keluar sebentar untuk mengambil ponsel yang tertinggal pun langsung masuk ke dalam.
Mendapati Skala berada di kamarnya, Farhan langsung berubah menjadi seekor srigala liar, mengingat perbuatan laki-laki itu yang hampir menciderai istrinya tadi jelas Ia masih sangat emosi.
Farhan pun melingkarkan lengannya ke leher Skala, membanting suami Bianca itu ke atas ranjang.
"Lepas! lepaskan! kamu salah paham!" teriak Skala.
Lisa yang berada di kamar mandi menjadi kebingungan, Ia tidak membawa baju ganti dan Ia juga tidak berani untuk keluar.
Skala sadar, jika tidak membalas Ia bisa mati ditangan laki-laki sableng itu, akhirnya tangannya menggapai-gapai ke belakang, Skala menemukan sarang dan telur perkutut Farhan. Diremasnya aset itu sekuat tenaga sampai pemiliknya klojotan.
Farhan bangkit dan bertariak, tapi teriakannya yang memekakkan telinga itu tak berlangsung lama karena Ia langsung mendorong kembali Skala yang hampir bangun ke tempat tidur, dikungkungnya tubuh cucu kesayangan Prawira itu. Farhan mulai mencekik leher Skala.
"Sial! apa kamu berniat membuat aku tidak bisa memiliki keturunan?"
Jangan ditanya bagaimana bentuk ranjang pengantin miliknya. Sprei, selimut sudah acak-acakan karena Skala dan Farhan bergulat sekuat tenaga, bahkan bunga untuk hiasan ranjang nampak berserakan.
Bianca yang gelisah karena suaminya tak kunjung datang pun memilih keluar kamar. Mendengar suara berisik dari kamar sebelah ia pun berusaha mendekat karena penasaran. Ibunda Rain itu kaget melihat Lisa keluar. Gadis itu panik dan manarik tangannya masuk ke dalam kamar.
"Mba, tolong ada orang mau mati," ucap Lisa.
Bianca bergegas masuk, Ia begitu syok melihat Skala sudah menggelapar seperti ikan kehabisan napas di atas ranjang. Secepat kilat ia berusaha menarik Farhan agar mau menghentikan aksinya.
"Pak, tolong lepaskan suami saya! anak saya masih bayi, saya juga tidak mau menjadi janda secepat ini," teriak Bianca.
"Mas, lepasin mas!" bujuk Lisa.
"Tidak bisa! dia hampir mematahkan gagang gayungku Lisa," jawab Farhan murka. Skala masih terus berusaha melepaskan diri, Ia menganggap ayah dari Cilla dan Cello ini benar-benar gila.
__ADS_1
Bianca menoleh kesana kemari. Ia melihat kantong plastik tergelatak di lantai yang ternyata berisi lingerie miliknya, setelah mengeluarkan barang itu dia pun naik ke atas ranjang.
"Maafkan aku!" ucap Bianca yang langsung menyelubungi kepala Farhan dan menutup bagian kantong di leher pria itu kencang-kencang.
Perbuatannya sukses membuat Farhan gelagapan, suami Lisa itu langsung melepaskan tangannya dari leher Skala, Farhan yang berusaha melepaskannya pun sampai terjungkal dari atas ranjang.
Bukannya selesai, Skala malah ingin menerkam si Farhan Budiman yang terkapar di lantai. Suami Lisa itu masih berusaha membuka kantong yang menyelubungi kepalanya saat Skala menggagahi tubuhnya.
Malang tak bisa dihindari, saat Farhan berusaha bangun...
CUP
Bibirnya tanpa sengaja bertabrakan dengan bibir Skala.
"Dasar laknat!" teriak mereka bersamaan.
-
-
-
-
-
-
...LIKE...
...KOMEN...
...BAGI HADIAH buat Na biar bisa beli coklat paklentin...
__ADS_1
...love you pembaca setiakuuuhhhh...