
Kian hari, jadwal Puput dan Sherly berlatih drama semakin padat. Jadwal masuk kuliah jatuh pada hari senin, bertepatan dengan acara ulang tahun kampus dan reuni alumni.
Keduanya tengah berada di basecamp DanTe untuk mencari-cari kostum yang pas dengan peran masing-masing. Jika tak ada, artinya ia harus beli atau pinjam dengan teman yang lain. Intinya cari sendiri.
****
Ditempat berbeda
"Zul, bagaimana anakmu? Apa sudah menemukan calon istri?" tanya Pak Raffa kepada sahabatnya yang menjabat sebagai Humas (Hubungan Masyarakat) di perguruan tinggi miliknya.
Pak Zulkarnain duduk sembari meregangkan tubuhnya ke sandaran kursi kerjanya. Ia menghela nafas pelan.
"Aku lihat-lihat, dia masih tidak tertarik untuk segera menikah. Setiap harinya pergi kerja dan pulangnya pergi lagi untuk berkumpul dengan teman-temannya. Aku sudah pernah menjodohkannya dengan anak Pak Beni, yang dosen Hukum itu. Ternyata anakku tidak mau, katanya dia mau cari sendiri. Kalau sudah begitu, ya aku hanya bisa diam. Malah aku jadi tidak enak dengan Pak Beni, sebab anaknya nampak sangat tertarik dengan anakku"
"Ah sudahlah, kau jangan terlalu bersedih hati. Tuhan tau yang terbaik. Mungkin anakmu sudah ada yang ditunggu, hanya saja ia tak menceritakannya padamu"
"Lalu bagaimana dengan Zapata?"
"Justru itu aku datang keruanganmu ini, aku minta tolong padamu. Carikan kandidat calon menantu untukku. Kau kan banyak dekat dengan dosen-dosen atau mahasiswi yang berprestasi. Paham 'kan?" tanya Pak Raffa dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Ya ya, nanti aku carikan. Mungkin saja di acara reuni alumni nanti pilihannya jadi lebih banyak" ujar Pak Zulkarnain menyanggupi.
*****
Hari Perayaan Ultah Kampus Ke-16 tahun dan Reuni Alumni
"Seno, sini kamu" pinta Pak Zul kepada ketua BEM yang kebetulan melintas depan ruangannya.
"Ada apa pak?" tanya Seno.
"Ada tugas penting buat kamu" ujarnya lalu mengajak Seno masuk keruangannya.
"Tugas apa pak?" tanya Seno masih tidak tahu.
"Yang nampil di acara nanti, khusus cewek. Kamu minta mereka kumpulin data diri ya. Terserahlah gimana formatnya, tapi yang paling penting harus ada nama lengkap, nomor HP, hobi, motto hidup, dan minta mereka menyertakan juga pasfoto, ukuran bebas, cukup selembar saja" ujar Pak Zul.
__ADS_1
Seno manggut-manggut mengerti seraya menutup penanya. Karena apa yang disampaikan Pak Zul, dengan buru-buru ia catat agar tak terlupa. "Dikumpulin kapan pak?"
"Hari ini juga"
"Baik, Pak" sahut Seno.
"Kalau tidak ada lagi, saya pamit dulu ya Pak"
"Iya iya silahkan. Saya tunggu nanti sore"
"Baik, Pak" ucap Seno lalu bergegas pergi.
Sampai di belakang panggung, Seno mengumpulkan Ketua dari UKM yang telah hadir saat itu.
"Gue dapet mandat dari Pak Humas, semua penampil cewek hari ini diminta ngisi data diri. Pake kertas binder masing-masing aja, soalnya butuh cepat. Nanti siang serahin ke gue. Nih dicatet formatnya.
Nama lengkap 2. No. Hp 3. Hobby 4. Motto hidup dan jangan lupa serahin pasfoto selembar. Bebas ukuran berapa yang jelas ada muka" ujar Seno menyampaikan amanat Pak Zul.
Akhirnya masing-masing UKM mulai mengumpulkan data diri dari masing-masing anggota mereka. Tak terkecuali Puput dan Sherly.
Setelah menulis data diri mereka, langsung diserahkannya pada Kak Lena yang bertugas untuk menyerahkannya kepada Kak Seno. Karena Ketua DanTe mendadak pergi untuk memanggil anak Sinema yang belum isi data.
Pukul 10 pagi, acara ulang tahun universitas pun secara resmi dimulai. Diawali dengan kata sambutan dari Rektor, Wakil Rektor, Ketua Komite, juga Humas, dan yang terakhir adalah pembacaan do'a yang dipimpin oleh Dekan dari Fakultas Pendidikan Agama Islam.
Pukul 3 sore, UKM DanTe baru mendapat giliran untuk menampilkan drama mereka. Drama itu berjudul Mimpi ke Pelaminan. Kisahnya dimulai dengan kemunculan Puput yang dalam perannya bernama Zainab. Dibelakangnya, terpajang layar besar yang menampilkan latarnya. Itu salah satu ide anak Sinema.
Zainab duduk termangu menunggu kehadiran Harun di tepi sungai. Lalu datanglah seorang lelaki yang bernama Harun. Harun berdiri dibelakang Zainab lalu menutup mata Zainab. Niat hatinya, ingin membuat Zainab terkejut, namun apa daya justru respon Zainab malah biasa saja.
"Abah dan Ambu menunggu kehadiran abang untuk meminangku" ujar Zainab yang sudah tahu bahwa tangan yang menutupi matanya adalah milik Harun.
Harun jadi enggan melanjutkan bercandanya dengan Zainab. "Nab, aku sudah katakan bahwa aku sedang mengumpulkan uang. Janganlah kamu membebaniku terus-menerus. Lebih baik kau do'akan aku agar lekas terkumpul"
__ADS_1
"Abang sampaikan saja langsung pada kedua orangtuaku, agar mereka juga berhenti menanyaiku tentang pinanganmu"
"Nab, abang akan datang kerumahmu. Akan abang sampaikan pada mereka. Kalau abang memang berniat meminangmu, tapi kau tunggulah dulu. Abang ini juga tulang punggung keluarga, kau tahu itu 'kan Nab?"
"Iya bang, akan aku tunggu. Tapi aku butuh kepastianmu"
"Nab, apa niat yang abang sampaikan ini bukanlah kepastian untukmu?"
Lalu masuklah musik dan beberapa orang untuk menari. Zainab sebagai peran utama ikut menari bersama yang lain dengan diiringi musik dangdut dari Cici Paramida.
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama aku diambil orang🎶🎵
Setelah adegan Zainab dan Harun selesai, barulah masuk adegan Mila yang diperankan oleh Sherly. Mila meminta izin untuk menikah dengan pujaan hatinya. Harun tak mengizinkan karena dirinya adalah abang, sedangkan Mila adalah adiknya. Jadi, Harun berpendapat lebih baik Mila menunda keinginannya itu, biarkan Harun yang lebih dulu menikah dengan Zainab.
Setelah bertengkar dengan Harun, Mila bergegas menemui kekasihnya. Mereka bertemu di pinggir jalan. Mila menangis didada Burhan karena tidak diizinkan menikah dengan abangnya.
Burhan menghibur Mila agar tak bersedih lagi. Ia mencolek pipi dan pinggang Mila sampai Mila tertawa. Di bawah bambu, Harun melihat adiknya berpacaran dan terkesan berlebihan menurutnya.
Lalu masuklah para penari dan Sherly menari dengan mereka. Sherly dengan lincah menari dan berekspresi genit sesuai temanya.
Colak colek colak colek
Hobi anak sekarang
Colak colek colak colek
Pusing bukan kepalang🎵🎶
Hingga di akhir bagian, Mila dan Burhan putus karena tak direstui Harun. Lalu Burhan memilih merantau daripada meratapi kegagalannya menikahi Mila di kampung. Sedangkan Zainab, ia dipinang oleh Harun. Ketakutan Harun akan ditinggal Zainab waktu itu membuatnya bersemangat lebih keras untuk mencari uang.
Sepanjang pementasan drama itu, ada seorang lelaki terkikik geli kala melihat Sherly dan Puput dengan karakter berbeda dari yang selama ini ia kenal. Sungguh terlihat sangat dewasa keduanya memainkan peran ini, hingga dirasa oleh Zapata sangat tidak cocok. Jujur, ini drama paling menggelikan baginya. Tapi juga lucu.
Zapata hadir diacara itu karena diminta oleh sang papa. Kehadirannya tak ia beritahukan pada Sherly, karena ia sempat berpikir buruk sebelum datang ke acara ini. Takut dirinya akan diporoti lagi oleh dua adik temannya itu.
__ADS_1