Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
End


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Sherly sudah menunggu dengan raut cemas karena menunggu Zapata di dalam rumah tapi lama sekali pulang. Hal itu yang membuat dirinya menunggu di depan teras.


"Pa, mana anaknya?" tanya Sherly.


"Tuh" tunjuk Zapata pada pintu penumpang bagian depan.


Celine tidak mau turun karena takut diomelin. Meski dirumah yang selalu ngomel adalah papanya, tapi tetap saja ia takut pada sang mama.


"Celine, turun-turun" minta Sherly.


"Lutut Celine perih Ma" rengeknya.


"Bu Rahma bilang kamu nakal" ucap Sherly.


"Pa, Celine gak nakal 'kan?" tolehnya pada sang papa yang berdiri di balik punggung Sherly.


"Mana papa tahu" Zapata kemudian masuk ke dalam rumah meninggalkan anak dan istrinya.


Celine akhirnya turun dari mobil dan membiarkan tas ransel beserta isinya tercecer di carport.


"Ih, ini anak" geram Sherly seraya memungut tas ransel dan alat-alat tulis milik Celine yang berserakan.


Si anak manja yang takut dimarahi sang mama ternyata berlari ke kamar kedua orang tuanya menyusul sang papa. Papanya hendak ke kamar mandi di seret ke tempat tidur. Lalu disuruhnya duduk, kemudian Celine meletakkan kepalanya dipangkuan Zapata.

__ADS_1


"Kenapa kamu?" tanya Zapata heran dengan tingkah laku anaknya.


"Takut mama" jawabnya lemah.


"Tumben, bukannya kamu selalu dibelain mama terus?"


"Hari ini beda Pa, aku lagi nakal"


Pintu terbuka, Sherly masuk dengan menghentak-hentakkan kaki.


"Apa yang dia lakuin di sekolah Pa? Tadi Bu Rahma cuma bilang dia bikin temennya ketakutan"


Sambil mengusap kening sang anak, Zapata pun menceritakan kejadian sebenarnya. Sherly mendekat lalu sedikit mencubit lengan anaknya.


"Udah mama bilang, sekolah tu tempatnya belajar. Kalo kamu nakal mama titip kamu sama oma opa di Padang"


"Mau ma" jawab sang anak. Bertolak belakang dengan pembelaan sang papa.


"Tuh, anaknya sendiri mau"


Setelah berkata demikian Sherly turun kebawah mengambil kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) untuk mengobati lutut Celine. Meski ia geram karena anaknya hari ini berbuat nakal, namun hatinya sebagai seorang ibu tetap lembut dan penuh kasih sayang.


Sherly naik lagi kekamarnya, terlihat anak dan papa itu tengah bercanda sampai seprai tempat tidur mereka jadi berantakan. Celine melihat Sherly datang langsung terdiam. Ia masih takut di cubit lagi oleh mamanya itu.

__ADS_1


Sherly naik ketempat tidur, ia membelai rambut sang anak yang mendekap papanya erat.


"Kenapa? Sakit ya tadi mama cubit? Maafin mama ya nak, mama gak bermaksud jahat. Mama cuma mau kasih kamu pengertian, kalo nakal sampe membahayakan diri kamu sendiri itu gak boleh. Apalagi sampe nyelakain orang lain juga. Janji ya, besok kamu gak nakal lagi!?" Sherly mengulurkan jari kelingkingnya yang langsung di sambut sang anak dengan mengaitkan kelingkingnya pada jari kelingking Sherly.


"Mana sini lututnya yang sakit tadi biar mama obatin"


"Ma, tunggu dulu aku mau poop" Celine bangkit dan turun dari tempat tidur langsung menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar orangtuanya tanpa menutup pintu.


"Bismillahirrahmanirrahiim"


"Ei, di dalam toilet gak boleh ngucap itu" teriak Sherly.


"Kata Bu guru, bagi yang muslim harus memulai apapun dengan bismillah"


"Iya, tapi bukan poop juga"


"Ih, Celine lagi yang salah" gumam anaknya sebal.


◇◇◇◇


......Tamat......


Hello para pembaca setiaku...

__ADS_1


Novel ini sengaja aku tamatin sampai disini, kisah Celine dari kandungan sampe gede aku pisahin di Novel selanjutnya yaaa...


Terimakasih buat yang selalu mendukung karya-karya aku dan juga kasih masukan terus buat aku, meski udah bikin dua novel aku tetap selalu merasa ada yang kurang dan itu sangat terbantu dengan adanya kritik dan saran dari kalian. Sekali lagi, makasih banyak yaa...💋💕


__ADS_2