Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
Lamaran Tiba


__ADS_3

Semalam sebelum acara lamaran tiba, Sherly memamerkan sebuah cincin berwarna silver di media sosialnya. Berbeda dengan Zapata, ia justru hanya menulis sebuah kalimat pendek sebagai bentuk merayakan kebahagiaan hatinya yang akan melamar sang kekasih.


"Sirih ketemu pinang"


Begitu unggahannya di sosial media miliknya. Beberapa orang yang tahu akan makna kalimat tersebut memberikan selamat dan mendo'akan agar lancar sampai hari-H.


◇◇◇


1 jam sebelum acara lamaran tiba, Sherly baru selesai mandi sedangkan orang yang ia sewa jasa untuk mendandaninya sudah datang sejak tadi. Omelan dari mama pun tak bisa ia hindari lagi.


Ditempat berbeda, Rama dan istrinya telah siap dengan setelan rapi karena akan menghadiri prosesi lamaran Zapata dan Sherly. Namun, di waktu yang sudah cukup mepet ia mendapat panggilan ke kantor karena ada sedikit masalah yang harus ia atasi langsung.


Rama pun gagal pergi menuju kediaman Sherly, ia mengutus istrinya seorang diri untuk pergi kesana. Mulanya ia berniat meminta Puput untuk menemani Feza kesana, namun ia pikir-pikir lagi dan memang sebaiknya tidak perlu meminta tolong pada Puput, pikirnya.


Di kediaman orangtua Zapata, semua nampak sibuk. Mama tengah memilih kalung yang cocok untuk ia kenakan. Sedangkan papa tengah bersiap-siap sembari mengukur kaki celananya yang nampak tidak simetris. Dimana kaki celana sebelah kiri terlihat lebih panjang di banding sebelah kanan.


"Ma, liat kakinya? Panjang sebelah" ujar papa Zapata.


"Ahahaha, astaga. Iya, pa. Tapi sudahlah, gak bakalan ada yang merhatiin, kok"


"Terserahlah ada yang merhatiin atau nggak. Tapi papa gak nyaman, ma. Ini jahit di tempat biasa, kan?"


"Iya, tempat biasa. Mungkin lagi rame job jadi gak bisa rapi-rapi"


"Ais ma" sungut papanya.


Lamaran sudah di depan mata, mau permak celana juga sudah tidak ada waktu lagi. Papa pun pasrah dengan kaki celananya yang panjang sebelah. Harapannya, semoga tidak menyurutkan wibawanya di hadapan calon besannya nanti.


Di kamar lantai dua, Zapata tengah berdiri di depan cermin. Ia tidak mau ada yang kurang dari penampilannya hari ini. Jam tangan mewah juga tak lupa ia kenakan agar semakin menambah kegagahannya di hadapan keluarga besar Sherly.


Dering telepon berbunyi.


"Halo, Nan"


"Lu jangan lupa bawa sirih pinangnya. Ga ada itu gagal acara lu"


"Iya, udah gue titip nyokap. Pasti dibawa"


Sherly memiliki darah keturunan melayu. Keluarganya campuran Jambi, Lampung, dan Bengkulu. Di Jambi sendiri, sirih pinang menjadi syarat yang paling penting untuk di penuhi oleh calon mempelai pria saat hendak melamar sang kekasih hati. Oleh sebab itu, Nanda berusaha mengingatkan agara acara lamaran adiknya lancar.


Selang 30 menit, mama Zapata sudah memberi peringatan kepada keluarga yang lain untuk segara masuk ke mobil. Acara lamaran akan segera dimulai namun seisi rumahnya masih hulu-hilir dengan kerempongan masing-masing.


"Zapppp, cepat turun! Acara bentar lagi mulai. Dinda sudah telpon katanya keluarga mereka udah ngumpul semua"


"Iya ma, bentar lagi turun. Ma, jangan lupa bawa sirih pinang sama cincinnya"


"Udah, semua udah di taroh di mobil"

__ADS_1


Setelah semua siap, merekapun iring-iringan menuju rumah orang tua Dinda. Disana parkiran tak cukup-cukup sehingga mengharuskan beberapa anggota keluarga Zapata parkir disisi jalan yang agak jauh dari rumah Sherly.


Rombongan keluarga besar Zapata disambut hangat oleh keluarga besar Sherly. Mereka di persilahkan masuk memenuhi ruang tengah dan ruang tamu.


Acara lamaran pun dimulai setelah semua keluarga hadir. Zapata menunduk mendengar kalimat sambutan dari kedua belah pihak keluarga. Hingga sampailah di acara inti, dimana Sherly dan Zapata di minta untuk memasangkan cincin pertunangan. Saat itulah Sherly turun dari kamarnya dan bergabung dalam acara.


Keduanya duduk bersimpuh berhadap-hadapan. Zapata memasangkan cincin pertunangan ke jari manis tangan kiri Sherly.


Setelah acara inti selesai, di lanjutkan dengan do'a dan sesi makan-makan. Disaat itulah Zapata baru tenang dan merasa lega. Momen yang ia tunggu-tunggu sudah terkabul dan dirinya tak perlu khawatir berlebih lagi sebab terhitung satu bulan setelah hari ini, ia akan resmi menjadi pasangan suami istri bersama Sherly.


"Selamat Ta, Rama katanya titip salam aja buat lo sama Sherly. Dia ga bisa datang, padahal tadi kita udah hampir mau *ot*w tapi tiba-tiba aja ada kerjaan mendadak" ucap Feza yang datang sendirian.


"Iya, gue maklumin pejabat kita satu itu" balas Zapata.


Setelah bincang-bincang keluarga selesai, satu persatu tamu yang hadir mulai meninggalkan tempat acara. Begitu pula dengan calon mertua Sherly.


"Masih pengen disini tapi udah disuruh pulang" ucap Zapata melas sambil duduk di samping Sherly yang masih makan.


"Besok 'kan ketemu lagi. Kita mau fitting baju" sahut Sherly.


"Cepet banget!?"


"Lah, yang mau buru-buru nikah siapa? Kan kamu. Sebulan itu cepet, kalo kitanya ngaret bisa-bisa mundur nih"


"Iya-iya, aku pulang dulu. Kamu jangan lupa minum vitamin dari sekarang, disuruh mama"


Zapata pun berpamitan pada keluarga besar Sherly. Ia juga tak lupa menyalami Nanda dan Dinda yang berdiri di depan pintu.


"Kakak ipar, adek ipar pamit dulu ya. Besok janji bakal kesini lagi"


"Bakal stres gue punya adek ipar kaya lo" jawab Nanda sembari memukul punggung Zapata.


Dinda hanya tersenyum geli pada dua pria tersebut. Masih tidak menyangka orang yang lebih tua darinya akan jadi adik iparnya.


"Semoga lancar sampe hari-H, ya" ucap Dinda kala bersalaman dengan Zapata.


"Iya, makasih Din"


Zapata dan keluarga besarnya pun pulang. Anggota keluarga Sherly beberapa juga ikut pamit, pamit pulang ke hotel. Sebab rumah Dinda tidak memiliki cukup kamar untuk menampung seluruh keluarga besar.


Sesaat sebelum tidur, Sherly mendapati pesan manis dari calon suaminya itu.


Calki


"Selamat tidur calon istri. Jangan cape-cape, ya! Ingat, vitaminnya diminum"


Calbu

__ADS_1


"Selamat tidur juga calon suami😙 Aman, udah diminum kok. Besok kerja, ya? Gapapa kalo ga bisa temenin aku fitting"


Tak ada pesan balasan dari Zapata, pria itu sudah tertidur lelap sesaat setelah mengirim pesan pada Sherly. Sherly pun mengerti, Zapata pasti sudah tertidur lelap. Pria itu sempat tak bisa tidur beberapa malam lalu karena terlalu bersemangat menyambut malam ini.


◇◇◇


Sesaat sampai rumah, Feza bergegas menuju kamarnya. Ditangga, ia berpapasan dengan Puput.


"Kakak malam-malam abis darimana?" tanyanya.


"Habis dari rumah Sherly" ujar Feza.


"Sama Mas Rama?"


"Nggak, sendiri. Mas Rama pergi ke kantor ada urusan mendadak"


"Emang ada acara apa kak di rumah Sherly?"


"Loh, kamu gak tau?"


"Nggak"


"Sherly lamaran"


"Oh, lamaran sama siapa?" tanya Puput masih dengan ketidaktahuannya.


"Sama Zapata"


Nyessss


POV Puput


Sakit rasanya, sumpah! Sakit banget rasanya. Entah sakit yang mana yang aku rasa. Sakit karena merasa dicurangi oleh orang rumahku sendiri atau karena aku menyadari tak ada kesempatan untukku memperbaiki? Aku merasa semakin tak dihargai karena orang-orang dirumahku tak ada yang bercerita sedikitpun kepadaku. Aku masih berhak untuk tahu, kan? Mengapa tidak ada sedikitpun selentingan info yang sampai ke telingaku. Apa tidak ada satupun orang yang berpihak padaku?


"Put, kamu kenapa?" tegur Kak Feza karena aku hanya diam saja.


"Oh, ga papa kak. Tapi kok aku gak tau, ya?"


"Emm, maaf ya Put. Kita pikir kalo kamu tau kamu bakal sedih"


"Nggak kok kak, aku gak papa. Ya udah, aku ke bawah dulu ya"


Aku bergegas menuju kamar dan menjatuhkan tubuhku ke kasur. Aku menumpahkan rasa sedihku tanpa ada yang tahu. Ternyata Bang Ta memang tidak menginginkan aku lagi. Tapi kenapa Sherly? Kenapa harus Sherly? Apa Sherly sedang mencoba membalas perbuatanku?


Aku masih sayang sama Bang Ta, aku sudah berusaha memperbaiki diri setelah hubunganku dan Tian berakhir. Aku berharap bisa mendekatinya lagi. Aku sudah yakin akan punya kesempatan untuk kami bisa kembali. Tapi mengapa disaat aku sudah siap untuk menemuinya lagi malah kenyataan pahit ini yang aku terima. Makasih Tuhan atas kado terindahnya. Aku tidak butuh kabar ini.


POV Puput end

__ADS_1


__ADS_2