Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
Mau Hamil Apa Mau Diet


__ADS_3

Setelah 4 hari 3 malam nginap dirumah orang tua Zapata, kini Zapata dan Sherly sudah kembali ke rumah mereka. Keduanya sepakat melanjutkan lagi pola hidup sehatnya. Anggap saja, saat dirumah mama kemarin adalah waktu rehat mereka dari makanan sehat. Dan kini, mereka melanjutkannya lagi.


"Yank, nanti malam menunya apa?" tanya Zapata.


"Nanti malam menu kita salmon sama sayuran rebus"


Zapata sangat semangat mendengarnya, walau dalam hati berkata, "bisa gak skip sayurannya, aku bosan". Tapi karena ini sudah komitmen mereka bersama, jadi mau tidak mau harus dijalani.


Malam harinya, Zapata duduk sembari dilayani oleh Sherly langsung. Ia menunggu dimeja makan sedangkan istrinya melayaninya bak pelayan restoran. Satu persatu makanan datang dengan penutupnya.


"Silahkan dibuka sayang, kamu pasti suka" ucap Sherly.


Zapata membukanya, seketika wangi dari steik salmon yang masih berasap itu menguar memenuhi rongga hidung Zapata.


"Not bad" ucap Zapata yang membuat Sherly tertawa. Karena Sherly tau makanan sehat memang rata-rata rasanya kurang sedap tapi bukan berarti tidak ada yang enak. Hanya saja karena mereka selalu bergonta-ganti menu akhirnya yang kurang sedap pun ikut dicoba.


"Tapi yang ini udah pasti enak 'kan?" tanya Sherly.


"Iya, aku suka" puji Zapata.


Sherly kedapur lagi dan membawa makanan mereka yang lainnya. Tanpa disuruh, Zapata pun langsung membuka tutupnya. Seketika wajah Zapata mulai lesu.


"Kita ga makan nasi malam ini, jadi pengganti karbonya adalah kentang rebus. Terus ini ada buncis rebus juga plus putih telor dan alpukat"


"Ga usah dijelasin juga aku tau, Yank"


Sherly tersenyum lalu ia duduk di samping suaminya dan keduanya mulai menyantap makanan masing-masing. Sherly dan Zapata makan dengan tenang meski tak selahap seperti saat makan dirumah mama Zapata.


Keesokan harinya, Zapata pergi ke kantor dengan kondisi perut yang kelaparan. Bagaimana tidak, semalam ia tak makan nasi dan juga kentang karena kentang rebus istrinya tak sama seperti kenyang makan nasi. Sedangkan dirinya adalah manusia pecinta nasi. Belum bisa disebut "sudah makan" kalau belum makan nasi. Malah pagi ini, sarapan mereka hanya oatmilk. Tapi mau protes rada gak tega sama istri yang kelihatan sangat-sangat menikmati pola hidup sehat mereka ini.


Sekitar jam 10 pagi, Zapata keluar dari kantornya menuju salah satu restoran cepat saji. Sudah mau jalan 4 bulan ia tidak pernah makan makanan cepat saji itu.


Sampailah Zapata direstorannya. Ia masuk sembari berjalan menuju tempat pemesanan makanan. Selagi makanannya sedang disiapkan, Zapata memutar kepalanya untuk melihat-lihat keadaan restoran yang sudah lama tak ia kunjungi. Sorot matanya tiba-tiba berhenti pada satu titik. Zapata mengenali seorang wanita yang tengah duduk sendirian dengan posisi membelakanginya.

__ADS_1


"Ini pak pesanannya" ucap pelayannya.


"Iya, terima kasih" sahut Zapata lalu mengangkat nampan makanan pesanannya ke sebuah meja yang tepat di belakang seseorang yang ia kenali tadi. Tanpa duduk, setelah menaruh makanannya dimeja tersebut, Zapata berdiri di samping pundak si wanita itu dengan tangan melipat ke dada.


"Misi Mbak"


Teguran Zapata membuat istrinya mendongak kaget. Zapata langsung tertawa karena istrinya bertingkah seperti maling dipergoki.


"Yank, kamu kok disini? Aku kok gak liat kamu kapan datangnya" ucap Sherly yang tak lagi melanjutkan makannya.


"Silahkan, dilanjut aja makannya. Giliran dirumah kaya semangat banget ngajakin orang makan menu sehat, eh taunya diluar diam-diam cari kesempatan dalam kesempitan"


"Hahaha, aku kelaperan, Yank. Tadi pagi kita sarapan oatmilk doang. Apa kenyangnya"


Zapata mengangkat nampan makanannya ke meja Sherly.


"Ih, kamu?" tanya Sherly sambil nunjuk.


Sherly mencebik, "Bohong" ucapnya.


Zapata tertawa.


"Tuh kan" cecar Sherly lagi. Tapi Zapata bersikap cuek dan dengan santai melahap makanannya.


Setelah keduanya selesai makan, Zapata mengajak Sherly untuk ke kantornya saja. Karena Sherly memang sedang tidak ada jadwal kuliah hari ini. Sherly pun tentu tidak menolak, malah ia senang akhirnya punya kegiatan gak melulu mendep saja dirumah.


Sampai didepan ruang kerja Zapata, Sherly heran kenapa pin pintunya malah di pajang. "Yank, kok dipajang. Kan pin di pasang tujuannya biar aman gak ada yang bisa bebas keluar masuk"


"Ribet sayangku. Eko tiap hari harus nganterin berkas keruangan aku. Masa aku harus jalan terus buat bukain pintu orang satu-satu"


"Oh" Sherly akhirnya tidak komplain lagi. Ia pun mengekor dibelakang Zapata lalu kemudian duduk di sofa sedangkan Zapata duduk di balik meja kerjanya.


Selama Zapata bekerja, Sherly hanya mengotak-atik ponsel. Kalau ia sudah mulai bosan biasanya ia akan menuju keruang pribadi suaminya karena disana ada tempat tidur jadi Sherly bisa istirahat dengan nyaman.

__ADS_1


"Yank, bangun-bangun. Mau sholat dzuhur, gak?" Zapata membangunkan istrinya yang ketiduran.


Keduanya melewati makan siang karena masih kenyang, jadi mereka keluar dari ruang kerja Zapata hanya untuk mengambil mukena di mushalla buat Sherly. Dan setelah sholat keduanya kembali menekuri kegiatan masing-masing.


Sepulang kantor, mereka mampir supermarket untuk belanja sayur-sayuran. Tapi sekalian membeli cemilan karena sudah lumayan lama mereka tidak jajan. Sherly membeli 1 cup besar es krim untuk teman nontonnya, lalu membeli beberapa macam snack. Sedangkan Zapata membeli kopi kemasan, beberapa jenis pasta dan juga mie instan.


"Kok beli mie?" tanya Sherly.


"Yank, sekali-kali. Kenapa lama-lama aku jadi berasa lagi program diet, ya?"


"Oke" jawab Sherly seadanya. "Yank, pulang dari sini kita beli tekwan sama gorengan, yuk!" lanjutnya. Yang dengan cepat disetujui oleh Zapata.


Setelah sampai rumah keduanya tidak sabaran untuk cepat-cepat makan tekwan dan gorengan yang masih bersisa. "Yank, gorengan dicemplungin kaya gini enak deh" ujar Sherly.


Zapata pun ikut mencampurkan satu tahu isi kedalam mangkuk tekwannya lalu kemudian melahapnya. "Emmm, iya yank. Coba aja tiap malam bisa kaya gini"


"Heh" tegur Sherly cepat.


"Tiga hari sekali lah" tawar Zapata.


"Rrggghh" Sherly menggeram layaknya orang kesurupan.


Zapata malah tertawa. "Seminggu sekali deh".


"Yank!" Sherly mulai kesal.


"Iya-iya, sebulan sekali 'kan?" canda Zapata lagi.


"Oke" jawab Sherly ramah.


♡♡♡


Dalam suatu hubungan, komunikasi itu penting. Apalagi pernikahan, orang-orang yang sudah menempuh kehidupan berumah tangga meyakini kalau pernikahan itu 80%nya adalah ngobrol. Itu sebabnya, carilah seseorang yang dengannya kamu bisa merasakan kenyamanan dalam mengutarakan apapun. Yang dengannya, kamu tidak segan-segan bercerita perihal baik-burukmu, kurang-lebihmu. Segala sesuatu yang berat untuk kau ceritakan pada orang lain, tapi hanya padanya kamu bisa luapkan segalanya. Gak masalah jika yang kalian bicarain itu sesuatu yang tidak penting, tapi justru dari pembicaraan itulah koneksi antara kalian akan semakin erat.

__ADS_1


__ADS_2