
Foto Zapata dikirim Sherly pada Puput.
Puput
MashaAllah, abang kita satu ini๐ walaupun gantengnya kebangetan, tetep aja sebutannya UCOK๐ ๐ (Umur Cukup, Otak Kurang)
Sherly
๐ Besok kerumahnya yuk. Dia udah janji mau kasih gue THR. Kesempatan nih bikin Bang Ta jadi Bang Krut.
Puput
Jangan, lo gak kasian apa? Dia kaya aja seret jodoh, apalagi kalo dia kere. Astaghfirullah sadarkan Sherly ya Allah๐ฃ
Sherly
Lo kalo ngomong jangan-jangan, tapi nanti lo porotin juga kan?๐
Puput
Ya iyalah, masa lo doang. Gue juga mau kaliii
***
Dikeesokan harinya
"Mbak, minal aidin wal faidzin ya. Maafin kalo aku ada salah-salah kata sama mbak" ucap Tante Jeni sembari berpelukan dengan mama Zapata saat dirinya pagi itu baru sampai kerumah orangtua Zapata bersama dengan anggota keluarganya yang lain.
"Iya Jen, mbak sama mas juga minta maaf kalo ada salah sama kamu dan keluargamu. Ayo masuk semuanya, kita maaf-maafan didalem aja" ucap mama Zapata meminta seluruh tamu untuk masuk kerumah.
Zapata duduk diruang tengah karena acara kumpul keluarga sudah pasti digelar disana. Ia tahu keluarga mamanya sudah pada datang, namun ia enggan menyambutnya karena menghindari Tante Jeni. Tapi sebenarnya, Tante Jeni tak dapat dihindarkan. Pasti ketemu juga, hanya saja Zapata berusaha mencegah agar tak terlalu cepat bertemu.
Satu persatu keluarga mulai bermunculan diruang keluarga. Zapata pun berdiri menyambut dan menyalami mereka sekaligus bermaaf-maafan. Sampai tibalah giliran Zapata untuk menyalami Tante Jeni.
"Mohon maaf lahir batin ya Zap" ujar Tante lalu memeluknya singkat.
"Iya tante, aku juga mohon maaf kalo ada salah-salah" balas Zapata.
Lalu Tante Jeni bergabung duduk disofa bersama yang lain. Sampai sini, Zapata masih belum tenang, karena Tante Jeni memang begitu, awalnya minta maaf tapi kemudian mulai meracau dan memojokkan Zapata.
Papa dan mama Zapata tengah mengatur-atur makanan agar rata dibagikan di tiap-tiap meja depan adik-adikya. Zapata menyambut lalu menyebarkan toples-toples kue itu ke hadapan tamunya. Tidak ada pekerja rumah tangga lagi hari ini, semua mudik dan akan kembali minggu depan.
"Ya ampun mbak, gak usah repot-repot nanti kalo kita mau bisa ambil sendiri" ujar Tante Sonia, adik bungsu mama Zapata.
"Tuh liat Zap, kasian mama kamu kalo gak ada yang bantu dirumah. Buruanlah disegerakan" ucap Tante Jeni.
"Apa yang mau disegerakan tante, calonnya aja belum ada" jawab Zapata masih permulaan.
"Ya masa kamu belum punya pacar Zap" ujar Tante Jeni lagi.
"Emang gak ada tante" jawab Zapata.
"Kamu gak iri sama Kenny? Dia udah mau punya anak 2 lho sekarang" ujar Tante Jeni lagi dengan menunjuk pada anaknya yang tengah hamil lagi. Kenny hanya tersenyum singkat kala ibunya tiba-tiba menyebut namanya.
"Jodoh kan ditangan Tuhan tante, mana bisa aku ngatur-ngatur sesuai kemauan aku" sambut Zapata.
"Kamu tuh kurangnya apasih Zap? Masa gak ada satu pun yang mau" kilahnya lagi.
"Bukan gak ada yang mau tante. Kebetulan aja selera aku levelnya beda, jadi aku tolak-tolakin deh tu"
"Tapi kamu normal kan Zap?"
Wah, mulai nih.
"Ya normal dong tante, aku masih suka cewek" sahut Zapata sudah mulai panas dituding yang tidak-tidak oleh tantenya sendiri.
__ADS_1
"Kamu gak cemas apa dengan usia kamu sekarang? Belum lagi orangtua kamu makin lama makin tua, pasti mereka juga kepingin liat kamu nikah. Tante khawatir lho Zap, atau kamu ruqyah aja deh. Barangkali habis ruqyah jadi enteng jodoh"
Wah, maksud tante nih apa ya? Bosan banget gue harus ngeladenin dia terus.
"Semuanya, aku pamit ke atas dulu ya" Zapata pun langsung pergi meninggalkan ruang tengah setelah berkata demikian. Ia tak peduli orang-orang akan menganggapnya sensitif atau apalah, yang terpenting dirinya lepas dulu dari Tante Jeni.
Zapata sampai dikamar, ia menjatuhkan diri kekasur. Lalu melepas beberapa kancing bajunya agar tak begitu sesak. Ia memejamkan mata sembari memikirkan kata-kata Tante Jeni tadi.
Zapata kesal mengapa ada orang yang seperti Tante Jeni di dunia ini. Padahal dalam hidupnya, ia sama sekali tak terbebani dengan kondisinya yang masih lajang sampai detik ini. Tapi karena Tante Jeni, mendadak Zapata jadi kesal sendiri dan jadi banyak pikiran.
Ia mulai mencari-cari letak kesalahannya yang dirasa merupakan penyebab dirinya kesulitan menemukan jodoh.
Apa karena gue terlalu sibuk kerja?
Apa karena gue jarang ke club lagi, jadi pergaulan gue sempit?
Atau, gue harus sering-sering keluar rumah?
"Ah, tapi si Eko keluyuran mulu gak nikah-nikah juga dia" gumamnya.
"Terus apa?"
Zapata mendadak jadi overthingking dan berakhir dengan kekesalan yang tiada arti. Tiap lebaran ia memang selalu jadi bulan-bulanan Tante Jeni.
Pernah suatu hari, Zapata sempat berniat akan menyerang balik Tante Jeni jika masih suka memojokkannya dengan membongkar kehamilan diluar nikah Kenny. Namun, nyatanya ia tak melakukan hal itu. Ia masih punya hati dan masih bisa menahan diri untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Toh walaupun rasa sakitnya mungkin akan sama, tapi ini juga menyangkut harga diri Kenny. Dan juga, Zapata hanya sedang kesal kala itu gara-gara teringat kalimat Tante Jeni.
Zapata akhirnya ketiduran dikamarnya.
Tok tok to**k**
"Ta, sholat dzuhur yuk" ucap mama dari luar kamar.
"Taaaa" panggil mama lagi.
Zapata terbangun, ia mengerjapkan mata dan membuka pintu kamarnya.
"Iya ma"
"Ya udah, kamu cuci muka dulu sana sekalian wudhu kita sholat dzuhur sama-sama dibawah ya" ajak mama.
"Gak deh ma, aku sholat sendiri aja" tolak Zapata.
"Ya udah, kalo gitu mama kebawah dulu"
Setelah itu Zapata kembali menutup pintu dan duduk dikasurnya. Ia mengecek pesan masuk diponselnya.
Beberapa karyawan kantornya mengucapkan minal aidin walfaidzin, ada pula teman sekolahnya dulu, dan masih banyak lagi. Zapata hanya membalas singkat lalu membuka pesan dari Sherly.
Sherly
"(Foto dompetnya)
Kalau ada sumur diladang
Bolehkah kita menumpang mandi
Kalau ada duit yang hilang
Bisa jadi pindah kesini
wkwkwkkw"
Zapata
Kalau tak ada sumur diladang
__ADS_1
Tandanya kamu tak bisa mandi
Kalau ada duit yang hilang
Tandanya kamu jangan kesini
-
Drrrtttt
Ponsel Sherly bergetar, ia tertawa mendapat balasan pantunnya dari Zapata. Ia kemudian menghubungi Zapata melalui panggilan telepon.
"Hm" sahut Zapata dari seberang.
"Minta THR" rengek Sherly.
"Ya udah sini"
"Abang dirumah?" tanya Sherly.
"Dirumah ortu. Nanti malam baru pulang kerumah Bintaro". Bintaro adalah nama lokasi rumah pribadi Zapata.
"Ya udah, siapin segepok ya. Nanti malam aku kesana sama Puput"
"Enak aja. Kalo mau segepok ya bantu-bantu cuci piring dulu" ledek Zapata.
"Ish, gak mau" tolak Sherly.
"Kalo gak mau ya udah, berarti nanti kasih selembar aja"
"Pelit bangett" rengek Sherly lagi.
"Hahahaha, ada syaratnya" ucap Zapata sambil terpikirkan sesuatu.
"Apa?" tanya Sherly.
"Kamu post foto abang semalam, terus kamu puji-puji deh tuh"
"Terus aku dapet segepok?"
"Hm"
"Apa ha hem ha hem. Aku gak mau rugi ya" tegas Sherly.
"Apa ruginya kamu, cuma posting begitu?" tanya Zapata dengan terkekeh.
"Ya rugilah, pujian dari aku kan mahal. Berani bayar berapa minta-minta puji sama aku?"
"Tiket liburan ke Jepang? Atau gratis tiket konser Twice plus dapet kesempatan foto berdua bareng seluruh member? Atau mau abang kasih mobil aja?" tawar Zapata.
"Hahahah" tawa Sherly menggelegar. "Bang, mau semuanya"
"Gak bisa, pilih salah satu"
"Ya udah, aku mau mobil"
"Sip, kamu kirim aja foto mobil yang kamu incar. Nanti bakal abang kirim langsung kerumah"
Sherly pun sumringah dan bersemangat untuk memposting foto Zapata di akun sosial medianya.
(Foto Zapata berbaju koko dan berkain sarung semalam)
Gemes deh sama senyum Bang Ta di foto ini. Keluar banget aura baiknya, mana super penyabar lagi, dan paling royal. Yang dapetin bang Ta, pasti beruntung banget nih!!!
Begitu postingan dan caption yang Sherly cantumkan. Sudah sesuai dengan kemauan Zapata.
__ADS_1
"Huft, akun sosmed gue jadi lapak pencarian jodoh bang Ta" ketik Sherly lalu ia kirimkan pada Puput.